Emyana Ruth Eritha Sirait
Kementerian Komunikasi dan Informatika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Respon Masyarakat terhadap Sistem Whitelist: Alternatif untuk Akses Internet yang Lebih Aman Emyana Ruth Eritha Sirait
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 17, No 2 (2016): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.329 KB) | DOI: 10.31346/jpikom.v17i2.705

Abstract

Sistem penyaringan konten negatif di internet secara blacklisting/blocking, seperti Trust + atau Nawala, dinilai masih kurang efektif dalam mendukung penggunaan internet sehat dan produktif dalam masyarakat. Dibutuhkan sistem yang lebih akurat, dan sistem whitelist dapat menjadi alternatif pilihan. Dalam penelitian ini telah dilakukan survei dengan teknik sampling non-probability, kepada total 810 responden pengguna internet, yang terdiri dari murid dan kepala sekolah/guru di beberapa sekolah (SMP/SMA) dan pondok pesantren, serta orangtua di beberapa rumah tangga. Hasil survei kemudian dipertajam dalam FGD dengan pihak-pihak terkait dan pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem whitelist mendapat respon yang baik dari responden. Namun, whitelist merupakan komplementer, bukan substitusi dari sistem filter yang ada, sehingga implementasinya haruslah berdasarkan pilihan/ permintaan dari pengguna (demand driven) dan diperuntukan untuk kalangan tertentu, dan bukan menjadi kebijakan nasional. Walaupun bertujuan baik, beberapa tantangan penerapan sistem tersebut masih harus diperhatikan agar dapat bersifat long lasting dan mencapai manfaat yang diinginkan. Pertama, terkait kebutuhan informasi pengguna, diperlukan sistem yang dapat melindungi namun tidak membatasi informasi dan kreatifitas pengguna. Kedua, whitelist diharapkan dapat pula mengatasi penyebaran konten negatif dari akses yang dilakukan melalui handphone, dan yang diakses mayoritas aplikasi, media sosial, dan instant messanging. Selain itu, manajemen konten internet lainnya dapat disosialisasikan secara masif untuk mendukung sistem filtering konten.