Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEKNOLOGI KOMUNIKASI PEMANDUAN WISATA: PROSPEK DAN TANTANGAN PEMANFAATAN APLIKASI JAWARA nfn Purwadi; nfn Irwansyah
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan Vol 22, No 1 (2021): Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan)
Publisher : Institution: Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31346/jpikom.v22i1.2852

Abstract

Penelitian ini berupaya menganalisis perubahan yang disebabkan oleh kehadiran aplikasi teknologi komunikasi pemanduan wisata kebun raya, yang bernama Jelajah, Belajar dan Wisata di Kebun Raya (JAWARA) dalam beberapa hal. Pertama, studi ini mengkaji perkembangan teknologi komunikasi pemanduan wisata kebun raya dari pemanduan konvensional ke pemanduan berbasis aplikasi. Kedua, tulisan ini membahas prospek dan tantangan pemanfaatan aplikasi JAWARA untuk pemanduan kebun raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang dikombinasikan dengan data hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perkembangan yang signifikan dalam pemanduan wisata kebun raya sejak diluncurkannya aplikasi JAWARA pada 2018. Pemanduan yang semula berbasis konvensional berubah secara perlahan menjadi berbasis aplikasi, meskipun saat ini masih bercampur dengan konvensional. Bukan tidak mungkin jika di masa depan pemanduan berbasis aplikasi akan menggantikan pemanduan konvensional manakala kecerdasan buatan mampu menggantikan peran dari pemanduan konvensional. Penggunaan aplikasi JAWARA memiliki prospek untuk berkembang secara masif seiring pesatnya penggunaan teknologi komunikasi digital yang mendorong meningkatnya jumlah pengunduh dan pengguna aplikasi ini. Adapun tantangan penggunaan aplikasi JAWARA adalah aplikasi ini harus terus terbarukan dengan perkembangan terkini agar dapat digunakan secara maksimal.
Social Media Literacy: Millenial’s Perspective of Security and Privacy Awareness Donna Revilia; Nfn Irwansyah
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 24, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Juli 2020
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.24.1.2375

Abstract

Situs media sosial telah memberi masyarakat analog kemampuan untuk menjangkau audiens global, dan berjasa dalam memberikan sarana konektivitas baik untuk mencari informasi, bersosialisasi, membujuk dan mempengaruhi. Sejalan dengan kemudahan dan kebebasan yang diberikan oleh layanan tersebut dalam memberikan kemudahan mengakses informasi tanpa batas, sayangnya juga memberikan celah untuk terjadinya peristiwa pelanggaran privasi dan ancaman keamanan terhadap data pribadi penggunanya. Generasi millenial sebagai generasi yang "selalu terhubung" pertama dalam sejarah menjadi target yang mudah untuk terkena dampak dari kurangnya kesadaran akan pentingnya prosedur keamanan dan privasi ini. Generasi millenial dengan kefasihannya dengan teknologi dalam genggaman sangat mudah terpapar ancaman keamanan yang terjadi di dunia digital, salah satu karakteristik mereka yaitu berbagi data pribadi dengan berbagai perangkat online sejak munculnya konvergensi media menambah resiko ancaman digital, bagaimana mereka menangkap situasi kerentanan keamanan cyber ini serta sejauh mana pemahaman mereka tentang ancaman tersebut menjadi masalah yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi literasi digital terhadap penggunaan media sosial di kalangan generasi millenial yang merupakan pengguna aktif dari media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran yaitu dengan survey, wawancara dan observasi, analisis data kondisi literasi digital pada generasi milenial dilakukan dengan menggunakan teori technology acceptance model (TAM). Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa pengguna yang lebih lama menggunakan media sosial tidak berpengaruh pada tingkat literasi media sosial. Pengguna yang pernah mengalami ancaman pada akun media sosial lebih menunjukkan kesadaran mereka dengan meningkatkan level keamanan password akun media sosial, dan lebih waspada sebelum mengijinkan akses ke perangkat pribadi pengguna dari akun media sosial. Individu yang lebih sadar akan pengaturan kata sandi mereka umumnya memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi tercermin dari niat mereka untuk berperilaku aman saat menggunakan media sosial.Â