Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Diseminasi Ancaman Tsunami Melalui Sign System untuk Kawasan Pantai Carita Muhammad Yudhi Rezaldi; Didit Widiatmoko Suwardikun; Dody Achmad S.Sn
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 17, No 1 (2015): JURNAL IPTEKKOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1796.965 KB) | DOI: 10.33164/iptekkom.17.1.2015.51-70

Abstract

Carita adalah lokasi kejadian bencana tsunami akibat meletusnya gunung Krakatau tahun 1883. Semenjak tahun 2009 hingga sekarang anak Krakatau berstatus siaga dan dapat meletus kembali. Setiap bencana alam yang terjadi selalu menelan korban. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya membangkitkan kepedulian, pemahaman dan kesiapsiagaan audiens dengan mendiseminasikan informasi bencana. Salah satu caranya adalah melalui media sign system. Penelitian ini menggunakan metode campuran, yaitu menyebarkan kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman dan kepedulian terhadap bencana tsunami, seberapa tinggi kemampuan mereka menangkap bahasa/tanda visual, dan pengamatan terhadap media sign system jalur evakuasi tsunami. Berdasarkan temuan tersebut, dilakukan analisis matrix terhadap  jalur evaluasi tsunami, lalu dibandingkan dengan sign system jalur evakuasi tsunami yang ada di beberapa lokasi lain. Dari hasil analisis dibuat rekomendasi desain sign system untuk digunakan di lokasi penelitian, disertai dengan penempatan dan jumlahnya. Melalui media ini diharap dapat membangkitkan pemahaman, kepedulian, dan kesiap­siagaan audiens dalam menghadapi ancaman tsunami, sehingga dapat meminimalisir korban. Kata kunci : tsunami, Krakatau, Pantai Carita, sign system   
2d Animated Design of “Menembus Debus Dan Melampauinya” as Media Information and Education About Debus Ciburial Aisya Fathinannisa Junaedy; Fiandra, Yosa; Muhammad Yudhi Rezaldi
KalaTanda Vol 7 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v7i2.9645

Abstract

Lack of knowledge of young people in the city of Bandung about Debus martial arts in Ciburial village due to the era ofmodernization. The design of 2D Animation as a medium for cultural preservation and education about Debus martial arts inCiburial Village aims to introduce, inform, and educate the public, especially young people in Bandung who do not know theDebus martial arts in Ciburial Village. this research uses qualitative and quantitative methods, where researchers conductobservations and interviews in Ciburial Village. the quantitative method that researchers use is distributing questionnairesto young people who live in Bandung. to strengthen data about their ignorance about Debus martial arts and whether theanimation can attract teenagers’ interest in Debus martial arts. many young people in Bandung City know what Debusmartial arts is, but they don’t know the existence of Debus in Ciburial Village. after watching the animation ”MENEMBUSDEBUS AND MELAMPAUINYA”, the message in the animation about Debus Ciburial was conveyed well, many youngpeople in Bandung City claimed to be interested in knowing more about this culture. Based on the data and research resultsin the design of this 2D animation, it can be concluded that there are still many young people in Bandung who do not knowhow the Debus martial art in Ciburial Village. therefore the author designed a 2D animation entitled ”MENEMBUS DEBUSAND MELAMPAUINYA” as a media of information and education about the Debus martial art in Ciburial Village.
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER UNTUK ANIMASI 2D SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HEMODIALISIS DI USIA 10-24 TAHUN Muhammad Arsyam Suhentri; Irfan Dwi Rahadianto; Muhammad Yudhi Rezaldi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemodialisis atau cuci darah adalah prosedur yang bertujuanmenggantikan fungsi ginjal dalam tubuh, yaitu menyaring darah dari limbah, racun,dan sisa metabolisme. Di Indonesia, banyak anak muda yang harus menjalaniprosedur ini karena beberapa faktor, seperti gaya hidup yang tidak sehat, kurangnyakesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal, serta akses yang terbatasterhadap layanan kesehatan yang memadai. Untuk meningkatkan kesadaran anakanak muda di Indonesia, diperlukan media yang menarik, seperti video animasi.Selain itu, animasi ini juga harus memiliki karakter yang memiliki kedalamanemosional dan relevansi dalam cerita. Hal ini menjadi dasar dalam merancang desainkarakter animasi untuk pencegahan hemodialisis dengan pendekatan kualitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa animasi membutuhkan desain karakter yang menarikdari segi bentuk, warna, garis, karakteristik, emosi, serta relevansi dalam narasi.Penelitian ini menunjukkan bahwa karakter animasi yang dirancang secara baik dapatmenjadi media yang efektif dalam menyampaikan informasi tentang kesehatan,khususnya untuk mencegah hemodialisis di kalangan anak muda.Keywords: Anak muda, Animasi 2d, Cuci darah, Desain karakter, Hemodialisis
PERANCANGAN ENVIRONMENT 3D UNTUK ANIMASI 2D SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HEMODIALISIS DI USIA 10–24 TAHUN Mohammad Rafli Hardiansyah; Irfan Dwi Rahardianto; Muhammad Yudhi Rezaldi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa bulan terakhir, kasus cuci darah pada usia muda di Indonesia mengalamipeningkatan signifikan. Banyak anak, remaja, dan dewasa masih mengabaikan dampak konsumsigula dan garam berlebihan, jarang minum air putih, serta kurang beraktivitas fisik. Penelitian inibertujuan untuk mengurangi angka kasus cuci darah melalui media animasi edukatif yangmenyasar remaja. Animasi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjagakesehatan ginjal dengan pola hidup sehat, konsumsi air putih yang cukup, dan rutin berolahraga.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupasurvei, wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan environment menarik dan teknik animasi yang tepat sangat berpengaruh dalampenyampaian pesan edukatif. Penggunaan animasi 3D pada environment mampu meningkatkanrealisme, seperti menampilkan kondisi ginjal dan prosedur cuci darah secara jelas serta visualisasiruang perawatan atau klinik. Visualisasi ini memudahkan penonton memahami pentingnyamenjaga kesehatan ginjal. Dengan pendekatan visual yang informatif dan menarik, diharapkanpesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diingat, sehingga dapat membantumenurunkan angka cuci darah di usia muda.Kata kunci: animasi edukasi, environment 3D,hemodialisis, kesehatan ginjal, remajaKata Kunci: Environment 3D, animasi, hemodialisis, cuci darah, pola hidup sehat
PERANCANGAN ENVIRONMENT ANIMASI SEBAGAI MEDIA EDUKASI TENTANG DAMPAK FOOD WASTE BAGI LINGKUNGAN TELKOM UNIVERSITY Mohammad Ghibran Athaullah; Yosa Fiandra; Muhammad Yudhi Rezaldi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University merupakan sebuah universitas swasta yang terletak di Jl. Telekomunikasi No. 1,Bandung Terusan Buahbatu-Bojongsoang, Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.Universitas ini memiliki beberapa kantin yang tersebar di berbagai sudut wilayah kampus. Di kantin-kantin ini, sering terlihat sisa makanan yang terbuang dengan sia-sia karena pembeli sering membuang makanan merekasecara sembarangan. Hal ini menyebabkan pencemaran di tempat makan dan lingkungan sekitarnya. Masalah inipun tidak hanya terpusat di kantin-kantin saja, tetapi juga merayap sampai ke gedung-gedung fakultas. Petugas kebersihan kadang mengeluh kewalahan mengatasi sampah-sampah yang tidak terbuang di tempatnya dan dengan volume yang banyak. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan cara yang efektif untuk mendidikmahasiswa akan isu sampah makanan, dampaknya, serta cara untuk membantu menguranginya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang latar belakang animasi edukatif yang dapat meningkatkan kesadaran Masyarakat tentang food waste, dampaknya, serta langkah-langkah pengurangannya. Penelitian ini menggunakan metodependekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan studi pustaka.Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa kebanyakan mahasiswa belum paham dengan istilah Food Waste dan dampak-dampaknya. Hal ini dikarenakan belum adanya media animasi, dan juga desain environment yang cocok untuk membahas topik ini.. Maka dari itu, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan konsep animasi yang menarik dan efektif untuk mengedukasi masyarakat di lingkungan Telkom University. Kata Kunci: animasi, environment, food waste, kebersihan lingkungan, media edukasi.