Dwi Wahyu Hidayat
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE TRAFFIC ANALYSIS ON THE SIGNALED T-JUNCTION (A Case Study Of Purwokerto Indah (Purin) T-Junction, Kendal) Dwi Wahyu Hidayat
International Conference on Coastal and Delta Areas Vol 3 (2017): The 3rd International Conference on Coastal and Delta Areas
Publisher : International Conference on Coastal and Delta Areas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purwokerto Indah T-Junction (Purin) is one of the T-Junctions located in the district of Kendal. This place is found to be a signaled T-Junction and belongs to education and housing area. Looking at its function, it connects Jl. Tentara Pelajar with Jl. Soekarno-Hatta, the main road of North Beach (Pantura). In the rush hours, especially in the Morning and in the Afternoon, this site becomes crowded and vulnerable to conflict due to being located on the area of Jl. Soekarno-Hatta, the main road of North Beach (Pantura). In order to meet the need of this research, surveys on the flow of traffic, type of vehicle, Geometry of road, and phase of traffic on the T-Junction were conducted. These surveys were made on Sundays, Mondays and Wednesdays at 06.00 to 18.00. The T-Junction performance analyses were made by referring to MKJI where it included the level parameter of saturation, postponement, and T-Junction services. Of the data analyses, the intersection performance values at the peak condition were found to be at the south area of Jl. Tentara Pelajar with the level of saturation (DS) 0.937, and the total of delay 61.827 seconds/unit of passenger car that it belonged to service level D. For the west area of Jl. Soekarno-Hatta, this had the level of saturation (DS) 0.937, and the total of delay 57.528 seconds/unit of passenger car, where this belonged to level D in term of service. For the east area of Jl. Soekarno-Hatta, the level of saturation (DS) was 0.937, and the total of delay was 80.374 seconds/unit of passenger car. It means, the average of intersection delay in the T-junction, Purin, Kendal was 34.27 seconds. This further explains that the service level of Purwokerto Indah (Purin) T-Junction, Kendal belonged to level D. Keywords : MKJI; Signaled T-junction, Service Level
ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN SEBAGAI DASAR PENENTUAN TARIF ANGKUTAN BARANG PADA PT. SYNCRUM LOGISTICS BEKASI JAWA BARAT Gede Rama Dhaniswara; Dwi Wahyu Hidayat; Tri Hayatining Pamungkas
Jurnal Teknik Gradien Vol 18 No 01 (2026): JURNAL TEKNIK GRADIEN (On progress)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v18i01.1791

Abstract

Penetapan tarif sewa kendaraan yang tepat sangat dipengaruhi oleh akurasi dalam menghitung biaya operasional. PT Syncrum Logistics sebagai perusahaan yang bergerak di bidang angkutan barang dituntut untuk menetapkan tarif yang tidak hanya mampu menutup seluruh biaya operasional, tetapi juga tetap memiliki daya saing di pasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji struktur biaya operasional kendaraan dengan mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 251 Tahun 2022. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian berupa enam jenis kendaraan logistik. Selain itu, analisis biaya operasional juga mempertimbangkan variasi kondisi operasional seperti jarak tempuh, frekuensi perjalanan, serta karakteristik distribusi barang yang berbeda pada setiap jenis kendaraan. Faktor-faktor tersebut berpengaruh langsung terhadap besaran biaya yang dikeluarkan dan tingkat efisiensi penggunaan kendaraan. Dengan demikian, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini tidak hanya bersifat perhitungan statis, tetapi juga mencerminkan kondisi operasional aktual di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengembalian investasi (ROI) berada pada kisaran 12,64% hingga 24,71%, sementara titik impas (BEP) tercapai pada 1,78 hingga 3,38 ritase per hari. Nilai tersebut menunjukkan adanya variasi kinerja ekonomi antar jenis kendaraan yang dipengaruhi oleh perbedaan kapasitas dan intensitas operasional. Temuan ini mengindikasikan bahwa penentuan tarif yang berbasis pada perhitungan biaya operasional menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi serta keberlanjutan keuntungan perusahaan. Lebih lanjut, hasil penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa optimalisasi tarif tidak hanya bergantung pada aspek biaya, tetapi juga pada strategi operasional yang diterapkan perusahaan. Oleh karena itu, integrasi antara analisis biaya dan pengelolaan operasional menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja perusahaan secara menyeluruh.