Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisa Pengaruh Pendinginan Sel Surya Terhadap Daya Keluaran dan Efisiensi Rifaldo Pido; Syukri Himran; Mahmuddin Mahmuddin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 19, No 1 Okt (2018): JURNAL TEKNIK MESIN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.129 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh pendinginan sel surya dengan mengalirkan air pada bagian bawah panel terhadap daya keluaran, efisiensi. Besar daya dan efisiensi sel surya dapat diketahui dengan mengukur arus dan tegangan dengan multimeter. Seksi uji adalah sel surya dengan kapasitas 50 watt peak, yaitu sel surya berpendingin dan tanpa berpendingin. Data menunjukkan bahwa untuk sel surya berpendingin dengan debit aliran 150 ml/s dapat menghasilkan daya sebesar 36,51 W dengan efisiensi 8,11 %, sedangkan tanpa berpendingin daya keluaran 34,0 W dengan efisiensi 7,57 %. Tegangan pada open circuit voltage,Voc = 21,7 Volt dan arus pada shot circuit current, Isc = 2,54 Ampere, sedangkan tanpa berpendingin, Voc = 19,9 Volt dan Isc = 5,62 Ampere pada intensitas matahari 1190,7 W/m2.Kata Kunci : Sel surya, berpendingin, daya keluaran dan efisiensi.
Studi Eksperimental Penurunan Takanan Aliran Melewati Belokan Pipa Horizontal dengan Variasi Rasio R/D Mahmuddin Mahmuddin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 18, No 1 Apr (2018): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2029.742 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana karakteristik penurunan tekanan melalui belokan pipa horizontal dengan R/D adalah 19, 26 dan 33 dan sudut belokan (SD) 180°, 120°, 60°, dan 20°. Penurunan tekanan dapat diketahui dengan mengukur beda tinggi cairan manometer U, sedangkan debit aliran dengan flowmeter. Variasi debit aliran sebesar 0,00015 sampai 0,00030 m³/s. Seksi uji adalah belokan pipa dengan diameter 2,63, 1,92 dan 1,5 cm.  Kurva penurunan tekanan pada R/D besar menunjukkan meningkat dengan bertambahnya debit aliran, karena perubahan kecepatan aliran terhadap gesekan permukaan pipa dan efek viskos yang lemah. Selain itu, penurunan tekanan dengan SD besar meningkat dengan peningkatan debit aliran.Kata kunci : Penurunan tekanan, sudut belokan dan rasio R/D. 
Unjuk Kerja Kincir Air Sudu Lengkung Yang Bekerja Pada Saluran Horizontal Rahmad Hidayat Boli; Abdul Makhsud; Mahmuddin Mahmudin
Majamecha Vol. 3 No. 1 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i1.1092

Abstract

Kincir air bentuk sudu Lengkung dengan diameter kincir 1,000 m, panjang sudu 0,25 m, dan lebar sudu 0,3 m. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dan efisiensi kincir air. Untuk menguji kincir air tersebut, maka dibuatkan model saluran terbuka dengan panjang saluran 12,25 m, lebar saluran 0,334 m, tinggi saluran 6,0 m, dan sudut kemiringan 450. Daya dan efisiensi kincir air dapat diketahui dengan memvariasikan debit aliran 0,050 m3/s sampai 0,032 m3/s pada beban 2 kg sampai 22 kg. Pengukuran debit aliran dengan metode mengisi ember dengan voleme ember 50 L. Untuk mengetahui debit aliran yang melalui saluran maka volume ember dibagi dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ember tersebut.
Karakteristik tekanan aliran yang melewati belokan pipa vertikal pada arah radial dan tangensial Safaruddin Safaruddin; Mahmuddin Mahmuddin; Arjal Tando
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol 1 No 1 (2022): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.578 KB) | DOI: 10.54297/sjme.v1i1.306

Abstract

Pipa merupakan saluran tertutup yang biasanya berpenampang lingkaran dan digunakan untuk mengalirkan fluida dengan tampang aliran penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tekanan pada belokan pipa. Model pipa yang diteliti adalah pipa transparan dengan diameter pipa 3,81 cm jari-jari belokan 50 cm. pengukuran tekanan dilakukan pada jarak radial 20°, 30°, 55°, 80°, 90°, 100°, 125°, 150°, 160°. tiap-tiap titik, dengan tiap-tiap titik memiliki sudut sebagai berikut : Titik A (20°), titik B (30°), titik C (55°), titik D (80°), titik E (90°), titik F (100°), titik G (125°), titik H (150°), titik I (160°). Kurva penurunan tekanan pada belokan pipa dapat diketahui dengan memvariasikan debit aliran sebesar 6,54.10-4 sampai 9,40.10-4 m3/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan akan semakin kecil pada jarak pengukuran radial semakin besar. Sedangkan hasil pengukuran tekanan secara tangensial akan turun hingga maksimum dan kemudian meningkat setelah daerah separasi aliran. Besarnya distribusi tekanan (pressure distribution) pada belokan pipa tegak secara tangensial sangat besar dimana tekanan terbesar terjadi pada sudut belokan 20° dan berangsur-angsur mengalami penurunan dari sudut 30⁰ sampai 160°. Besarnya tekanan aliran pada arah radial sepanjang belokan kecenderungan turun dengan meningkatnya debit aliran. Tekanan pada arah tangensial dengan setiap titik radial belokan pipa kecenderungan turun sampai titik tangensial 180o kemudian meningkat sampai titik tangensial 270o.
Studi Aliran Dua Fase Gas dan Cair Pada Belokan Pipa 90º Muhammad Zainuddin; Syahrir Habiba; Mahmuddin
Jurnal Konstruksi : Teknik, Infrastruktur dan Sains Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Konstruksi : Teknik, Infrastruktur dan Sains
Publisher : Program Pascasarjana UMi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang industri, seperti pada industri perminyakan, pembangkit tenaga uap, industri kimia dimana dalam pemindahan fluida umumnya dilakukan melalui system perpipaan. Selain memerlukan pipa-pipa utama juga memerlukan komponen lain seperti belokan pipa. Penelitian ini akan memengkaji karakteristik aliran dua fase melalui penampang pipa belokan posisi vertikal. Mengidentifikasi pola aliran dan pengukuran beda tekanan yang diuji pada debit air Q1 (0,0001581 m³/s) dan Q2 0,0000932 m3/s divariasikan 5x variasi peningkatan debit udara. Hasil studi pengamatan diperoleh pola aliran pola aliran, kantung dan acak. Distribusi tekanan aliran dua fase cair dan gas pada arah radial nilai tertinggi rata-rata pada sudut 0°, debit air debit air Q3 (0,0001581 m³/s) dan variasi udara pada debit Q5 (0,000556 m3/s) nilai terendah pada sudut radial 90°. Sedangakan pada arah tangensial, nilai tertinggi rata-rata pada sudut 150° sedangkan nilai tertinggi rata-rata terendah pada sudut radial 100°,150° dan 160° sedangkan terendah pada sudut 55°, 30°, dan 20°.
Peningkatan Effisiensi Thermal Kolektor Surya Pelat Datar Dengan Penutup Kaca Bersusun Pada Alat Pengering Jagung Haslinda; Mahmuddin; Muh Syafrun
Jurnal Teknik AMATA Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v3i2.315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan lama pengeringan dan efisiensi alat pengering jagung menggunakan kolektor surya pelat datar penutup kaca tunggal dan kaca bersusun. Metode yang digunakan adalah dengan membuat sebuah alat pengering dengan pelat 0,2 mm sebagai kolektor dengan menggunakan udara panas dan tenaga matahari sebagai media pengering. Alat ini, diharapkan dapat mengeringkan jagung dengan kadar air sebesar 14 % dengan penutup kaca tunggal dan kaca bersusun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengeringan untuk menurunkan kadar air jagung dari 22,75 % mencapai 14 % pada kaca tunggal sebesar 6 jam dengan efisiensi 26,466 % sedangkan penutup kaca bersusun membutuhkan lama pengeringan sebesar 5,15 jam dengan efisiensi 31,416 %.
Analisis Efisiensi Absorptif Termal Kolektor Surya Terhadap Distilasi Bioetanol Nira Pada Variasi Sudut Kemiringan Muhammad Arham; M. Ilham Nur; Mahmuddin Mahmuddin; Syamsumarlin Taha
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4712

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi intensitas radiasi matahari dan sudut kemiringan kolektor terhadap kinerja termal sistem kolektor surya. Pengamatan dilakukan pada rentang waktu 09.00-15.00 dengan variasi sudut kemiringan beta = 10 derajat, 15 derajat, dan 20 derajat. Hasil menunjukkan bahwa intensitas radiasi matahari berfluktuasi signifikan pada kisaran 600-1100 W/m2, dengan nilai maksimum umumnya terjadi mendekati tengah hari akibat meningkatnya sudut elevasi matahari dan berkurangnya lintasan radiasi di atmosfer. Penurunan intensitas secara tiba-tiba pada beberapa interval waktu mengindikasikan pengaruh kondisi atmosfer dinamis, seperti awan sesaat, yang memengaruhi kestabilan energi panas yang diterima kolektor. Analisis efisiensi menunjukkan bahwa efisiensi absorptif (eta_a) dan efisiensi termal (eta_t) berada pada rentang 20-65 persen dan berfluktuasi mengikuti perubahan intensitas radiasi matahari. Sudut kemiringan beta = 10 derajat secara konsisten menghasilkan efisiensi tertinggi, sedangkan peningkatan sudut kemiringan cenderung menurunkan efisiensi rata-rata. Selisih yang relatif kecil antara eta_a dan eta_t menunjukkan bahwa kerugian termal sistem masih terkendali. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis simultan efisiensi absorptif dan termal pada berbagai sudut kemiringan dalam kondisi radiasi matahari nyata, yang menunjukkan bahwa sudut kemiringan kecil lebih efektif untuk optimasi kinerja kolektor surya di wilayah tropis.
Lower-temperature sintering and optimization ratio of SiO2-TiO2-B2O3-ZnO glass ceramic coatings for energy efficient tile Faisal Habib; Mahmuddin Mahmuddin; Muhammad Imam Arif
Jurnal Polimesin Vol 24, No 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i2.8846

Abstract

Conventional ceramic tile glazes typically require firing temperatures above 1180°C, leading to high energy consumption and production costs. Despite extensive studies on composition and crystallization, integrated optimization of oxide balance, crystallization kinetics, and energy efficiency at reduced temperatures remains limited. This study aims to develop and optimize SiO₂–TiO₂–B₂O₃–ZnO glass-ceramic coatings through a combined experimental and data-driven approach to achieve enhanced mechanical performance at lower sintering temperatures. A series of compositions were formulated using locally sourced raw materials and sintered at 1080–1160°C. The crystallization behavior was first characterized using Differential Scanning Calorimetry (DSC) and fitted with the Johnson–Mehl–Avrami–Kolmogorov (JMAK) kinetic model. Phase evolution and microstructure were examined through X-Ray Diffraction (XRD) and Scanning Electron Microscopy (SEM). Mechanical and optical performance were evaluated via Vickers microhardness testing, gloss measurement, and bulk density analysis. Multivariate regression and energy-performance correlation analysis were conducted using MATLAB. The results demonstrate that increasing TiO₂ content promotes heterogeneous nucleation, lowering crystallization peak temperature from 785°C to 725°C and increasing enthalpy release from 48 to 64 J/g. The Avrami exponent (n = 1.75–1.95) indicates three-dimensional crystal growth with mixed nucleation mechanisms. Vickers hardness improved from 515 HV to 670 HV with increasing TiO₂ concentration, while gloss moderately decreased due to enhanced crystalline fraction. The optimal composition (55 mol% SiO₂, 8 mol% TiO₂, 2 mol% B₂O₃, 2 mol% ZnO) achieved 648 HV, 63 GU, and a 12% reduction in firing energy, demonstrating the feasibility of energy-efficient coating design.
Analisis Efisiensi Absorptif Termal Kolektor Surya Terhadap Distilasi Bioetanol Nira Pada Variasi Sudut Kemiringan Muhammad Arham; M. Ilham Nur; Mahmuddin Mahmuddin; Syamsumarlin Taha
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4712

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi intensitas radiasi matahari dan sudut kemiringan kolektor terhadap kinerja termal sistem kolektor surya. Pengamatan dilakukan pada rentang waktu 09.00-15.00 dengan variasi sudut kemiringan beta = 10 derajat, 15 derajat, dan 20 derajat. Hasil menunjukkan bahwa intensitas radiasi matahari berfluktuasi signifikan pada kisaran 600-1100 W/m2, dengan nilai maksimum umumnya terjadi mendekati tengah hari akibat meningkatnya sudut elevasi matahari dan berkurangnya lintasan radiasi di atmosfer. Penurunan intensitas secara tiba-tiba pada beberapa interval waktu mengindikasikan pengaruh kondisi atmosfer dinamis, seperti awan sesaat, yang memengaruhi kestabilan energi panas yang diterima kolektor. Analisis efisiensi menunjukkan bahwa efisiensi absorptif (eta_a) dan efisiensi termal (eta_t) berada pada rentang 20-65 persen dan berfluktuasi mengikuti perubahan intensitas radiasi matahari. Sudut kemiringan beta = 10 derajat secara konsisten menghasilkan efisiensi tertinggi, sedangkan peningkatan sudut kemiringan cenderung menurunkan efisiensi rata-rata. Selisih yang relatif kecil antara eta_a dan eta_t menunjukkan bahwa kerugian termal sistem masih terkendali. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis simultan efisiensi absorptif dan termal pada berbagai sudut kemiringan dalam kondisi radiasi matahari nyata, yang menunjukkan bahwa sudut kemiringan kecil lebih efektif untuk optimasi kinerja kolektor surya di wilayah tropis.
Evaluasi Kinerja Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap Punagayya Nusantara Power Jeneponto Sulawesi Selatan A. Anugrah Shafar; Mahmuddin Mahmuddin; Sungkono Sungkono
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 2 (2025): Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v10i2.10560

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagayya Nusantara Power di Jeneponto, Sulawesi Selatan, yang telah beroperasi sejak tahun 2017. Tujuan utamanya adalah menilai penurunan performa turbin dan pompa, serta perubahan efisiensi termal siklus Rankine setelah delapan tahun beroperasi. Metode yang digunakan meliputi perhitungan manual berdasar data operasional lapangan—termasuk tekanan, temperatur, laju alir, entalpi, dan entropi—yang diambil langsung dari sistem kontrol pusat dan diverifikasi dengan spesifikasi teknis pabrikan. Analisis daya keluaran turbin dilakukan pada dua tingkat tekanan: high pressure turbine (67,51 MW) dan low pressure turbine (28,98 MW), sehingga total daya turbin mencapai 96,49 MW. Pompa kondensat dan pompa air umpan masing-masing mengonsumsi 105,78 kW dan 1.270 kW. Berdasarkan neraca energi, kalor masuk pada boiler tercatat 261,88 MW, menghasilkan daya siklus bersih 95,12 MW. Efisiensi turbin aktual terukur 75,66 %, sedangkan efisiensi termal siklus hanya 36,31 %, menurun dari kondisi desain 39,17 %. Perbandingan dengan kondisi standar mengungkapkan penurunan tekanan dan temperatur uap utama, peningkatan tekanan kondensasi, serta deviasi proses ekspansi uap pada titik-titik ekstraksi. Faktor-faktor ini memicu peningkatan irreversibilitas termodinamika, konsumsi bahan bakar spesifik lebih tinggi, dan emisi yang lebih besar. Rekomendasi mencakup optimasi operasi boiler, pemeliharaan sudu turbin, dan perbaikan feedwater heater. Kontribusi penelitian adalah metodologi sederhana yang dapat diimplementasikan pada PLTU lain tanpa investasi perangkat lunak mahal.