Dian Nur Anna
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYALIBAN YESUS DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGIS UMAT KRISTEN DAN UMAT ISLAM Dian Nur Anna
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2016.1202-01

Abstract

This article aims to understanding the crucifixion of Jesus according to bothChristians and Muslims in psychological perspective. This article try to illustrate how Christians and Muslims talk about the crucifixion of Jesus and the possibility to make an understandable between both religions. Christianity be-lieves that Jesus was dead on the cross for salvation. Islam, as a religion begin-ning after Christianity, also respects Jesus, especially the death of Jesus. Muslims have different opinions about the death of Jesus which divided them into two groups. The first group believes that Jesus did not crucify and did not die on the cross. The second groups of Muslims agree that Jesus crucified, but maintain that he did not die on the cross. Based on this article, it can know the meaning of crucifixion of Jesus from both Christians and Muslims in psychological perspective. For Christians, the mean-ing of crucifixion of Jesus is a proof of love and triumph of God. Jesus is an incarnation of God dead to redeem a great sin of human being and he was resurrected. For Muslims, the meaning of crucifixion of Jesus is a proof of love and triumph of God. God save Jesus from death on the cross with take Jesus beside God. Then, Muslims can understand how God sent Jesus as human to redeem human beings and God loves Jesus as a prophet with special status.
METODE SAINS MENURUT IAN G. BARBOUR DAN SUMBANGANNYA TERHADAP PENGKAJIAN ISLAM Dian Nur Anna
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2018.1401-03

Abstract

Keberanian dari sains ini tidak lepas dari anggapan dasar bahwa agama dan sains adalah dua hal yang dapat dianggap mempunyai jalan untuk menemukan kebenaran. Ketika metode sains itu mencoba memasuki agama, hal itu menjadi bukti bahwa sains itu layak untuk dijadikan alat dalam membantu penelitian agama. Kalau dianalogikan, maka agamapun dapat pula menjadi alat untuk memahami sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengertahui bagaimana pemikiran Ian G. Barbour tentang metode sains dan sumbangannya terhadap pengkajian Islam. Untuk menjawab permasalahan yang ada, peneliti menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research).Adapun penelitian ini hanya menggunakan perspektif fungsional untuk menjelaskan fungsi dari model interaksi pemikiran Barbour dengan pengembangkan keilmuan tentang agama dan sains. Pengujian keabsahan data dengan uji kredibilitas dengan meningkatkan ketekunan dan diskusi dengan teman sejawat.Hasil penelitian ini menunjukkan sebuah teori dari sains yang berdasar pada pengalaman yang bersifat empiris  tersebut dapat diinterpretasikan bukan hanya ditentukan oleh pembuktian secara empiris tetapi juga berdasarkan pada intuisi. Komunitas ilmiah (scientific community)  yang dipertajam menjadi  komunitas penelitian  (community of researches) itu mempunyai kedudukan yang penting dalam menentukan paradigma apa yang akan dipakai yang bisa dilakukan melalui jurnal. Berdasar experience dan interpretasi yang berinteraksi sebagai kata kunci dari Barbour, metode sains seperti analogi dapat untuk mengkaji agama. Sebetulnya, di dunia Islam telah ada metode yang dipakai untuk mengkaji teks seperti analogi yang sering disebut dengan qiyas.  Pemikiran Barbour dapat membuka wawasan baru bagi umat Islam untuk tidak hanya berkutat pada pemahaman agama saja tetapi harus membuka horison khususnya tentang kajian dalam bidang sains dengan metode yang ditawarkannya dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif dalam mengkaji keislaman dan sebaliknya. Kata kunci: Metode Sains Ian G. Barbour dan Pengkajian Islam