Iftahuul Mufiani
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ISLAM DAN KRISTEN MERAJUT HARMONI Iftahuul Mufiani
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2016.1202-03

Abstract

Hubungan antara Islam dan Kristen sudah lama terjadi sejak kelahiran Nabi Muhammad saw yang mana sebelum beliau diangkat menjadi Rasul sudah bertemu dengan beberapa penganut agama Kristen dan memberitahukan tanda-tanda kenabian. Selain itu setelah berkembangnya Islam Rasulullah juga pernah mengirim beberapa surat kepada para penguasa di tanah jazirah Arab saat itu. Mereka ada yang menerima dan ada yang menolak bahkan menantang ingin ber perang. Semua yang terjadi merupakan pola hubungan Islam dan Kristen pada masa awal. Islam berkembang begitu pesat hal ini ditandai dengan ekspansi pada masa khulafa al­Rasyidin dan berlanjut di masa dinasti Umayyah di Damaskus dan Abbasiyah di Baghdad. Puncak hubungan antara Islam dan Kristen ketika terjadi Perang Salib. Walaupun pada akhirnya kemenangan ada berada dipihak Islam, tetapi hasil dari perang tersebut mendapat kerugian yang sangat besar. Namun dibalik peperangan yang terjadi banyak pelajaran baik itu dari budaya, sosial, dan pengetahuan yang didapatkan Islam dan Kristen.Masa kejayaan Islam di Eropa berakhir ketika para penguasa sepakat ingin merebut kembali Spanyol dari Islam yang ada di Granada. Islam sempat jaya dan berkembang pesat selama dua abad di sana. Konflik intern antar penguasa Islam serta beberapa lagi desaka n yang dilakukan pihak musuh akhirnya Islam mengalami kemunduran di Spanyol yang ditandai dengan berhasilnya pihak penguasa gabungan di Eropa mengalahkan kerajaan Islam di Granada. Terakhir runtuhnya kerajaan Turki Utsmani. Aspek yang penulis lihat pada keruntuhannya adalah perkembangan yang pesat dibidang tekhnologi perang di Barat. Hal ini menjadi faktor ekternal selain juga didukung faktor intern yang terjadi di tubuh dinasti Turki Usmani yang mampu dimanfaatkan oleh Barat untuk melakukan penyerangan. Tetapi dibalik semua keruntuhana kerajaan Turki Utsmani tersebut faktor yang paling mendasar yaitu politik kekuasaan terjadi dimana-mana.