M Munasir
Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Negeri Suarabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Pengaruh Orientasi Serat Fiber Glass Searah dan Dua Arah Single Layer terhadap Kekuatan Tarik Bahan Komposit Polypropylene M Munasir
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 1 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v1n1.p33-41

Abstract

Telah dilakukan fabrikasi dan uji kekuatan tarik bahan komposit Polypropylene (matrik) dengan Fiber Glass (sebagai penguat/filler) dengan perbandingan 95% dan 5% (matrix: filler), dengan filler tersusun secara singledirectional dan bidirectional dengan single layer. Massa keseluruhan dari sampel adalah 4 gram. Dari sampel yang sudah dibuat dilakukan uji kompaktibilitas untuk menetukan kekompakan ikatan antar muka antara matrik dan fillernya, dan juga dilakukan uji optimasi pemanasan untuk menentukan temperatur pembakaran yang paling optimum sehingga dihasilkan bahan komposit dengan sifat mekanik / kekuatan tarik terbesar. Berdasarkan uji kualitas ikatan antar muka atau kompaktibilitas komposit polypropylene dengan fiber Glass secara teoritis sudah terjadi kompaktibilitas antara kedua bahan tersebut sehingga membentuk bahan komposit, hal ini ditunjukan oleh grafik upper lower bond. Dan dari hasil uji kekuatan tarik diperoleh, kekuatan tarik terbesar terdapat pada bahan komposit dengan orientasi serat searah dibanding komposit tanpa serat (1,06:1) dan tanpa serat dibanding serat dua arah (1:0,87). Komposit dengan serat dua arah mempunyai kekuatan tarik terendah, hal ini disebabkan oleh arah serat yang tegak lurus dengan arah pembebanan akan memperlemah kekuatan tariknya, hal ini berkebalikan dengan nilai elogationnya yaitu orientasi serat dua arah mempunyai elongation yang lebih besar daripada serat searah. Selanjutnya disarankan untuk penelitian berikutnya, bahwa dalam pembuatan sampel uji diharapkan menggunakan alat yang dapat mengontrol suhu (stabil) dan dapat dilakukan untuk bahan komposit multilayer dengan perbedaan orientasi serat pada tiap lapisnya.