Imam Sucahyo
Prodi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SOUND LEVEL METER (SLM) DALAM SKALA LABORATORIUM SEBAGAI ALAT UKUR INTENSITAS BUNYI J Jamaludin; S Suriyanto; David Adiansyah; M Sholachuddin A; Imam Sucahyo
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v4n1.p42-46

Abstract

Penelitian yang berbasis laboratorium merupakan implementasi dari Gelombang Mekanik (GM). Pada peristtiwa fisis ini akan diteliti tentang Gelombang Mekanik dalam mengukur Intensitas Bunyi. Guna untuk mengetahui SLM yang relevan menggunakan mic condenser serta menentukan kebisingan bunyi dalam tingkat frekuensi yang berbeda dalam skala Laboratorium. Pengujian intensitas bunyi dilakukan dalam kondisi ruang yang kedap suara serta perbandingan intensitas bunyi dengan SLM rancangan industri. Dalam penelitian ini juga membandingkan antara SLM Rancangan dengan SLM Nor-118. Sehingga data yang diperoleh adalah hasil dari pengambilan data yang kami lakukan antara SLM Rancangan dengan SLM Nor-118 bisa dikatakan relevan namun ada perbedaan selisih sebesar ±5.0 %. Dan pada saat frekuensi tertentu dia akan menurun yang disebabkan oleh beberapa faktor internal dan eksternal. Kesimpulan yang diambil adalah dalam setiap pengambilan data harus dalam kondisi ruang yang kedap suara sehingga ketika dalam pengambilan data tidak ada faktor yang mempengaruhi baik eksternal maupun internal.
Rancangan Alat Monitor Volume Air Dalam Tangki Berbasis IoT dan Smarphone Fadlul Ifacturrohman; Imam Sucahyo
Inovasi Fisika Indonesia Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2089.916 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v9n2.p56-63

Abstract

AbstrakInternet of things (IoT) merupakan sistem yang diciptakan untuk mempermudah manusia dalam menjalankan aktivitas sehari – hari, seperti memonitor volume air dalam tangki yang ada di bawah tanah. Untuk mendukung aktivitas tersebut. Penulis membuat rancangan alat monitor volume air yang menggunakan sistem IoT. Sistem tersebut dapat membantu pengamat untuk memantau volume air dalam tangki secara real time pada jarak yang jauh tanpa harus memantau volume air di dalam tangki secara langsung. Rancangan alat tersebut diujicobakan pada tangki dengan ketinggian 30 cm, panjang 35 cm dan lebar 20 cm. Alat tersebut menggunakan mikrokontroler Wemose D1 mini yang memiliki modul wifi sehingga dapat menerapkan sistem IoT dan dilengkapi sensor HCSR-04 sebagai pendeteksi jarak yang digunakan untuk mengukur ketinggian air. Untuk dapat mengukur jarak air pada alat tersebut, diperlukan bahasa koding yang diprogram melalui mokrokontroler. Dari rancangan alat tersebut diperoleh data pengukuran melalui sensor yaitu 19,65 ± (0,3375 x 10-5 ) liter pada ketinggian 28 cm sedangkan kapasitas tangki diketinggian 28 cm adalah 19,60  ± (0,125 x 10-6 ) liter. Dari data yang telah didapat ditemukan perbedaan sebesar 0.05 liter. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh sensitifitas sensor dalam pambacaan data. Dari data yang telah diambil dapat disimpulkan bahwa alat monitor volume air hanya memiliki error sebesar 6%. Kata kunci: Wemose D1 mini, HCSR-04, IoTAbstractInternet of things (IoT) is a system created to facilitate humans in carrying out daily activities, such as monitoring the volume of water in a tank that is underground. To support this activity, the authors made a design of a water volume monitor that uses the youth system. The system can help observers to monitor the volume of water in the tank in real time over long distances without having to monitor the volume of water in the tank directly. The design of the tool applies to tanks with a height of 30 cm, length of 35 cm and width of 20 cm. The tool uses a mini Wemose D1 microcontroller that has a wifi module, so it can implement the IoT system and is equipped with an HCSR-04 sensor as a distance detector used to measure water levels. To be able to measure the distance of water on the tool, it needs coding language that is programmed through a microcontroller. From the design of the instrument, the measurement data obtained through the senor are 19.65 ± 0.3375 x 10-5 liters at 28 cm height while the tank capacity at 28 cm height is 19.60 ± 0.125 x 10-6 liters. From the data that has been obtained found a difference of 0.05 liters. The difference is influenced by the sensitivity of the sensor in reading the data. From the data that has been taken, it can be concluded that the water volume monitor only has an error of 6%.Key words: Wemose D1 mini; HCSR-04; IoT
Penerapan Metode Invers kinematik Pada Kontrol Gerak Robot Lengan Tiga Derajat Bebas Fathur Rokhman Iskandar; Imam Sucahyo; Meta Yantidewi
Inovasi Fisika Indonesia Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.03 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v9n2.p64-71

Abstract

AbstrakRobot didefinisikan sebagai suatu instrumen yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang berfungsi untuk membantu pekerjaan manusia. Salah satu pekerjaan yang dapat dilakukan oleh robot adalah proses pemindahan barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Sistem gerak robot lengan diadaptasi dari sistem gerak lengan manusia yang memiliki sendi atau disebut dengan joint dan link sebagai penghubung antar joint. Pergerakan robot lengan dapat ditentukan dengan menggunakan metode trial-error atau yang biasa dikenal dengan forward kinematik. Namun, metode ini dinilai lebih memakan waktu dan memori. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan metode yang merupakan kebalikan dari metode forward kinematik, yaitu metode invers kinematik. Metode invers kinematik merupakan metode pergerakan robot lengan dengan variabel yang diketahui adalah titik koordinat tujuan. Penelitian dilakukan dengan memberi masukan berupa koordinat (x, y, z) pada mikrokontroler. Data tersebut akan diproses menggunakan metode inver kinematik untuk mendapat sudut yang harus dituju oleh motor servo ( ). Sudut sebenarnya yang dituju robot akan diukur secara langsung menggunakan busur derajat ( ) sebagai pembanding. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil persentase error rata-rata untuk servo 1 sebesar 0,14%, servo 2 sebesar 0,43%, dan servo 3 sebesar 6,47%, servo 3 pada robot lengan memiliki nilai minimal yang bisa dicapai yaitu sebesar 50o. Persentase error rata-rata untuk sumbu X sebesar 0,42%, sumbu Y sebesar 5,03%, dan sumbu Z sebesar 3,46%. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa metode invers kinematik merupakan metode yang baik sebagai metode kontrol gerak robot lengan.Kata Kunci: robot lengan. Invers kinematik, forward kinematik. AbstractRobot is determined as an instrument consisting of hardware and software that functions to help human work. One of the jobs that can be done by robots is the process of moving goods from one place to another. Robot arm motion system is adapted from the human arm motion system which has joints and links to connected the joints. The movement of the robot arm can be determined by using the trial-error method or commonly known as forward kinematics. However, this method consumes more time and memory. To overcome this, we need a method which is the opposite of the forward kinematics method, that is inverse kinematics method. Inverse kinematics method is a method of robot arm movement with the coordinates point of destination as the known variable. The study was conducted by providing input in the form of coordinates (x, y, z) on the microcontroller. The data will be processed using inverse kinematics method to get the desired angle that will be reached by the servo motor ( ). The actual angle that the robot is pointing to will be measured directly using a protractor ( ) as a comparison. From the experiments carried out, the average error percentage for servo 1 is 0.14%, servo 2 is 0.43%, and servo 3 is 6.47%, servo 3 on the robot arm has a minimum value that can be achieved that is equal to 50o. The average error percentage for the X axis is 0.42%, the Y axis is 5.03%, and the Z axis is 3.46%. From these results, it can be said that the inverse kinematics method is a good method as a controlling method of robot arm motion.Keywords: robot arm, inverse kinematics, forward kinematics.