Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AKUNTABILITAS MANAJEMEN PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN: STUDI PADA PESANTREN TAREKAT AL IDRISIYYAH TASIKMALAYA Siswoyo Aris Munandar; M. Mursalat
Jurnal MD Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.313 KB) | DOI: 10.14421/jmd.2019.51-02

Abstract

Latar belakang dari studi kasus ini adalah tasawuf selama ini dikenal sebagai dimensi esoterik dalam Islam. Identifikasi tersebut sering menyebabkan tasawuf dianggap dekat dengan hal-hal yang bersifat kebatinan dan askese. Selama ini kaum sufi dipandang sebagai kelompok umat yang lebih menekankan kesalehan individual (personal) daripada kasalehan sosial. Akan tetapi berbeda dengan Tarekat Al-Idrisiyyah justru murid-muridnya harus terjun ke masyarakat dan aktivitas sosial. Ditinjau dari segi rumusah masalahnya dapat ditarik dua pertanyaan bagaimanakah implementasi manajemen pendanaan pendidikan di Pesantren Tarekat Al-Idrisiyyah Tasikmalaya? Bagaimana evaluasi dan akuntabilitas manajemen pembiayaan Pendidikan di Pesantren Tarekat Al-Idrisiyyah Tasikmalaya?. Upaya menjawab permasalahan dalam penelitian ini maka digunakan metodologi penelitian lapangan (field research), yakni dengan menggali data-data lapangan dan mengobservasi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peranan tarekat terhadap aktivitas sosial dan filantropi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan di mana ada sebuah tarekat yang justru mendorong para muridnya untuk terlibat dalam kehidupan bersama dengan masyarakat. Program yang ditawarkan pesantren yang berbasis Tarekat ini, yaitu dakwah, pendidikan, ekonomi, pemuda, dan peran perempuan.Kata Kunci: Tarekat, Manajemen Pemberdayaan Pendidikan, Aktivitas Sosial
Maqamat Tokoh Midah Dalam Novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW Karya Aguk Irawan Siswoyo Aris Munandar; Farida Nurus Sofa
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.993 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.388

Abstract

Abstrak - Aguk Irawan adalah salah satu sastrawan yang menggunakan sastra novel sebagai media dakwahnya. Penanaman pesan-pesan moral-spiritual penulis kepada pembaca melalui tokoh yang dihidupkan di dalamnya. Peneliti tertarik dengan salah satu karya beliau untuk diteliti yang kemudian terangkum dengan judul, “Maqamat Tokoh Midah dalam Novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW Karya Aguk Irawan”. Novel yang terinspirasi dari kisah nyata ini menggambarkan tentang pengembaraan jiwa seorang perempuan dalam menemukan Tuhannya. Penelitian ini menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan. Adapun sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW, sedangkan sumber data sekundernya adalah beberapa karya Aguk Irawan yang lain dan juga sumber referensi yang terkait dengan penelitian. Berdasarkan hasil analisa yang telah peneliti lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW merupakan novel yang mengandung ajaran tasawuf. Aguk Irawan menyampaikan ajaran tasawufnya melalui tokoh Midah Hamidah yang terangkum dalam laku kehidupannya sehari - hari. Peneliti menemukan beberapa maqamat yang tergambar dari tokoh Midah Hamidah, diantaranya adalah: taubat, zuhud, sabar, syukur, dan ridha. Novel karya Aguk Irawan ini sangat berguna untuk digunakan sebagai media dakwah di kalangan remaja maupun masyarakat pada umumnya.Abstract - Aguk Irawan is one of the writers who used novel literature as his propaganda media. Planting the writer's moral-spiritual messages to the reader through the characters who are turned on in them. Researchers are interested in one of his works for research which is then summarized with the title, "Maqamat Tokoh Midah dalam Novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW Karya Aguk Irawan”. This novel, inspired by a true story, depicts the wandering of a woman's soul in finding her God. This research uses library research or library research. The source of the data used is the primary data source, namely the Mecca novel: Memoirs of Luka of a TKW, while the secondary data source is some of Aguk Irawan's other works and also a reference source related to research. Based on the results of the analysis that researchers have done, it can be concluded that the novel Mecca: Memoirs of Luka of a TKW is a novel that contains the teachings of Sufism. Aguk Irawan conveyed his Sufism teachings through the figure of Midah Hamidah summarized in his daily life. Researchers found several maqamat drawn from the Midah Hamidah figures, including repentance, zuhud, patience, gratitude, and pleasure. This novel by Aguk Irawan is very useful to be used as a media for da'wah among teenagers and the general public.Keywords - Literary works, Novels, Maqamat, Spirituality, Hermeneutics 
RELIGIOUS MODERATION AND TRANSFORMATION: GUS IQDAM IN STRENGTHENING TOLERANCE AND PEACE AMONG DIVERSE YOUTH Siswoyo Aris Munandar
QAULAN: Journal of Islamic Communication Vol. 7 No. 1 (2026): Qaulan: Journal of Islamic Communication
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/qaulan.v7i1.10609

Abstract

Gus Iqdam is one of the most influential young religious figures among Indonesian youth, particularly through his active engagement on social media platforms. His contextual and communicative preaching style has drawn widespread attention and made him a frequently invited speaker at public and religious forums. This study aims to examine the role and preaching strategies of Gus Iqdam in disseminating inclusive and adaptive Islamic messages in the digital era. The main focus is on how he creatively uses social media and communication strategies to engage younger audiences, including those who have previously been distant from religious practices. Using a netnographic and phenomenological approach, this research explores how Gus Iqdam successfully builds rapport with groups that are often overlooked by conventional religious outreach, such as individuals with prior experiences of socially deviant behavior or those from non-Muslim backgrounds. The findings indicate that his success lies in his ability to convey religious values empathetically and in ways that resonate with the lived realities of contemporary youth. This study contributes to a deeper understanding of effective media-based da'wah strategies in a pluralistic, digital society, enriching the discourse on culturally and inclusively oriented Islamic preaching in Indonesia.