Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WAKAF TUNAI UNTUK KEMANDIRIAN EKONOMI UMAT: REVITALISASI FILANTROPI ISLAM YANG NYARIS TERLUPAKAN Muhammad Irham
Jurnal MD Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.197 KB) | DOI: 10.14421/jmd.2018.41-03

Abstract

Munculnya wacana dan praktik wakaf tunai di Indonesia membawa harapan baru bagi tercapainya kesejahteraan umat khususnya di bidang ekonomi. Hal ini disebabkan karena wakaf tunai merupakan instrumen baru filantropi Islam yang potensial untuk kemandirian ekonomi umat. Dalam mengatasi kemiskinan, wakaf tunai dapat menjadi alternatif sumber pendanaan. Namun kenyataannya, wakaf tunai kurang dikenal dan kurang mendapat perhatian yang serius dari sebagaian kalangan, baik pemerintah, masyarakat, ulama dan lembaga-lembaga non pemerintah, sehingga belum membawa perubahan ke arah kesejahteraan masyarakat. Artikel ini, bertujuan untuk memaparkan seperti apa wacana wakaf tunai dalam al-Qur’an dan bagaimana pendapat Ulama mengenai urgensi penggunaan wakaf tunai. Di samping itu, artikel ini juga bertujuan, untuk mengetahui wacana dan praktik wakaf tunai di Indonesia serta bagaimana potensinya untuk kemandirian ekonomi masyarakat Islam Indonesia khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Terakhir, artikel ini menawarkan bagaimana strategi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi umat melalui pemberdayaan wakaf tunai ini. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa wakaf tunai mempunyai potensi besar untuk kemandirian ekonomi umat dan memiliki peluang besar untuk diterapkan di Indonesia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik dan diarahkan kepada sektor-sektor produktif dan pembangunan ekonomi umat.
Filantropi Islam dan Aktivitas Sosial Berbasis Masjid di Masjid Al-Hidayah Purwosari Yogyakarta Muhammad Irham
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2019): Filantropi Islam, Resolusi Konflik, civil society dan Kearifan Lokal di Indones
Publisher : Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.928 KB) | DOI: 10.20414/sangkep.v2i1.482

Abstract

This study explained how Mosque as the community of Muslim are able to finance social activities and conduct the program of community empowerment through the practice of Islamic philanthropy. By taking a case in a village in Sleman Regency, Yogyakarta, at where getting a Mosque that had been oriented toward religious and social activities of the community, namely the Mosque of Al-Hidayah Purwosari Sinduadi Village, Mlati District, which established since 1972 and has survived to the present. This research aimed to see how the Mosque's involvement in philanthropic activities led at the program of local community empowerment. This research is important in doing because of the mosque's ability to collect and manage the fund of philanthropic for social activities. The data of this study were obtained through step by step doing interview, observation, documentation and religious literature relevant to this study. The result of this study indicated thatthe fund of philanthropic came from zakat, infaq, alms and endowments that have been collected are distributed in the program of community empowerment which covered four main fields namely da'wah,education, social and economy. Finally, this study concluded that Mosque of al-Hidayah Purwosari was not only oriented toward worship, but also led to the programs of sustainable community empowerment throughthe practice of Islamic philanthropy.