Nikmah Rochmawati
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sedekah Bumi : Model Kebersyukuran dan Resiliensi Komunitas pada Masyarakat Pesisir Utara Jawa Tengah Nikmah Rochmawati; Mizano Liongga Alhassan; Mukhammad Syafii
Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i1.9075

Abstract

Sedekah bumi merupakan salah satu tradisi tahunan masyarakat petani di pesisir utara Jawa Tengah yang dilaksanakan setelah panen raya, tepatnya di bulan Dzulqo’dah pada hari weton Kliwon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model kebersyukuran dan resiliensi komunitas pada masyarakat Rembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Untuk mengantisipasi adanya distorsi data dalam pengumpulan data, dilakukan crosscek data melalui pencocokan hasil interview antar informan dan antara hasil observasi dan kajian pustaka dengan hasil interview. Dari pengkroscekan data, dilanjutkan dengan menganalisis data mana yang memiliki keakuratan yang paling tinggi. Selain itu, analisis juga menggunakan teori resiliensi dan kebersyukuran perspektif psikologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perayaan sedekah bumi dapat menjadi model untuk meningkatkan kebersyukuran dan resiliensi komunitas. Upacara sedekah bumi memicu peningkatan keyakinan spiritualitas dan kepasrahan kepada Tuhan, kebersyukuran dan resiliensi komunitas. Sedekah bumi merupakan strategi yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengantisipasi dan beradaptasi dalam menghadapi trauma, kesulitan, tragedy, ancaman dan semua hal yang menimbulkan stress. Sedekah bumi juga dilakukan sebagai ungkapam syukur masyarakat kepada Tuhan. Bersyukur adalah ungkapan terima kasih setelah seseorang memperoleh kebaikan yang dianggap berharga dan bersifat altruistik.
Sedekah Bumi : Model Kebersyukuran dan Resiliensi Komunitas pada Masyarakat Pesisir Utara Jawa Tengah Nikmah Rochmawati; Mizano Liongga Alhassan; Mukhammad Syafii
Jurnal Penelitian Vol 15, No 1 (2021): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v15i1.9075

Abstract

Sedekah bumi merupakan salah satu tradisi tahunan masyarakat petani di pesisir utara Jawa Tengah yang dilaksanakan setelah panen raya, tepatnya di bulan Dzulqo’dah pada hari weton Kliwon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model kebersyukuran dan resiliensi komunitas pada masyarakat Rembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Untuk mengantisipasi adanya distorsi data dalam pengumpulan data, dilakukan crosscek data melalui pencocokan hasil interview antar informan dan antara hasil observasi dan kajian pustaka dengan hasil interview. Dari pengkroscekan data, dilanjutkan dengan menganalisis data mana yang memiliki keakuratan yang paling tinggi. Selain itu, analisis juga menggunakan teori resiliensi dan kebersyukuran perspektif psikologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perayaan sedekah bumi dapat menjadi model untuk meningkatkan kebersyukuran dan resiliensi komunitas. Upacara sedekah bumi memicu peningkatan keyakinan spiritualitas dan kepasrahan kepada Tuhan, kebersyukuran dan resiliensi komunitas. Sedekah bumi merupakan strategi yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengantisipasi dan beradaptasi dalam menghadapi trauma, kesulitan, tragedy, ancaman dan semua hal yang menimbulkan stress. Sedekah bumi juga dilakukan sebagai ungkapam syukur masyarakat kepada Tuhan. Bersyukur adalah ungkapan terima kasih setelah seseorang memperoleh kebaikan yang dianggap berharga dan bersifat altruistik.
PERGESERAN MAKNA MITOS NILAI SPIRITUAL KEBUDAYAAN ONDEL-ONDEL PADA KEPERCAYAAN MASYARAKAT BETAWI ZAMAN DAHULU DAN ZAMAN SEKARANG Lazizah Akmaliyah; Zahratul Jannah Zulfa; Nikmah Rochmawati
LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan Vol. 15 No. 1 (2021): JUNI
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.113 KB) | DOI: 10.35316/lisanalhal.v15i1.1018

Abstract

Ondel-ondel is a cultural performance of the Betawi people passed down from generation to generation. However, the problem that occurs is that along with the development of the era, ondel-ondel is no longer a sacred object and is no longer used for ritual offerings and the loss of cultural values of the ancestors. The purpose of making this journal is to find out the shift in the meaning of the ondel-ondel cultural myth to the beliefs of the people of Jakarta. The method used in this study uses a qualitative approach and data collection techniques use interview techniques, observation and analysis of various journals or literature studies. The subject of this research was conducted on 4 people, namely a number of the Jakarta community about their views on the shift in the meaning of the myth of ondel-ondel art. In this day and age, ondel-ondel shows are very easy to find, especially on roadside areas in Jakarta. Unlike the old days, ondel-ondel was only displayed when there were certain events such as a traditional Betawi wedding. The result of this research is that there are differences and shifts in the meaning of ondel-ondel cultural myths. In ancient times ondel-ondel was only displayed during certain events. And people in ancient times tend to still believe in the existing ondel-ondel cultural myths. Unlike the current era, ondel-ondel is used as a means of getting money. The benefit of this research is to find out what values have been lost from previous cultures and be able to take good positive values taught in previous cultures without taking the negative values found in the past culture. It is enough to make historical knowledge to remember existing history. This study concludes that there has been a shift in meaning in the myth of ondel-ondel culture and sadly it occurs due to the pressure of economic factors.
Hubungan Antara Kelekatan Pada Orang Tua dan Kemandirian Dengan Kepercayaan Diri Remaja Shoimatul Fitria; Wening Wihartati; Nikmah Rochmawati
Indonesian Journal of Psychological Studies Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : LPPI, Universitas Muhammadiyah Kalimantan TImur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/ijps.v1i1.3695

Abstract

Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki oleh diri sendiri untuk mencapai keinginan dan tujuan yang diselesaikan dengan baik dengan rasa penuh tanggung jawab. Sikap percaya diri dapat diartikan individu tidak bergantung dengan orang lain, oleh karena itu individu memiliki sikap yakin dan percaya dengan kemampuan yang dimiliki oleh dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan kelekatan pada orangtua dan kemandirian dengan kepercayaan diri remaja. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu ada hubungan kelekatan pada orangtua dan kemandirian dengan kepercayaan diri remaja. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 145 siswa SMP N 2 Wedarijaksa, Pati Kelas VIII. Penelitian ini menggunakan teknik sampling nonprobability sampling dengan jenis teknik purposive sampling. Alat ukur penelitian ini terdiri dari skala kelekatan pada orangtua, skala kemandirian, dan skala kepercayaan diri dengan teknik pengambilan data melalui kuesioner. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis multiple correlation. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelekatan pada orangtua berhubungan signifikan denga kepercayaan diri dengan nilai signifikansi 0,027 < 0,05. Sedangkan kemandirian dengan kepercayaan diri dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Sedangkan kelekatan pada orangtua dan kemandirian secara simultan berhubungan signifikan dengan kepercayaan diri dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan memiliki hubungan yang kuat sebesar 43,5%.