Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effectiveness of Social Media Facebook and Instagram as Hospital Promotional Media Cahyani Dewi Masyitoh; Sumarni Sumarni; Raden Jaka Sarwadhamana
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 9, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.9.3.2021.236-241

Abstract

Latar Belakang: Saat ini jumlah rumah sakit di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Banyaknya rumah sakit yang ada serta banyaknya keterlibatan swasta dalam pelayanan kesehatan menjadikan persaingan antara Rumah Sakit juga semakin ketat. Hal ini menuntut Rumah Sakit Pemerintah agar lebih meningkatkan daya saing dan daya tarik pasar sasarannya. Berdasarkan studi pendahuluan ditemukan bahwa kunjungan rawat jalan RSUD Panembahan Senopati Bantul selama tahun 2020 mengalami penurunan pasien dari tahun sebelumnya. Pemasaran online yang saat ini aktif digunakan rumah sakit yaitu melalui media sosial, namun hingga saat ini pihak rumah sakit belum pernah mengukur tingkat efektivitas media sosial yang mereka gunakan sebagai media promosi. Tujuan: Untuk mengetahui adanya perbedaan efektivitas media sosial antara Facebook dengan Instagram sebagai media promosi RSUD Panembahan Senopati Bantul Tahun 2021. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien rawat jalan yang berkunjung di RSUD Panembahan Senopati Bantul selama satu tahun terakhir berjumlah 146.390. Teknik sampling pada penelitian ini yaitu non-probability sampling dengan jenis sampling kuota. Total sampel berjumlah 100 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat dengan uji statistik Mann Whitney U-Test. Hasil: Nilai mean pada Facebook adalah sebesar 27.64 dan Instagram sebesar 29.18. Nilai signifikansi Mann Whitney U-Test yaitu sebesar 0.387. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat efektivitas media sosial antara Facebook dengan Instagram sebagai media promosi RSUD Panembahan Senopati Bantul Tahun 2021.
Pengelolaan sampah berbasis ekonomi melalui kegiatan KKN Tematik di padukuhan Dadapbong kecamatan Pajangan kabupaten Bantul Rodhotul Khofifah; Raden Jaka Sarwadhamana; Ainun Jariyah; Fitri Andriyani; Yasmin Fadhilah; Dewi Septiyorini; Nisa Agustina Widya Astuti; Dini Rahmayani; Susilo Setyo Wiguno; Faizatun Riyado Hasanah; Sholihen Sholihen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22942

Abstract

Abstrak Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah.  Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah, untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih. Manfaat bank sampah untuk masyarakat adalah dapat menambah penghasilan masyarakat karena mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki. Dengan adanya permasalahan penutupan TPS piyungan bantul membuat masyarakat bantul memilih untuk membakar sampah. Kebiasaan tersebut dapat mengakibatkan pencemaran udara. Melihat kondisi tersebut, kelompok KKN Tematik 03 Universitas Alma Ata membuat program kerja membangun bank sampah sebagai tempat pengelolaan sampah di Padukuhan Dadapbong. Pembangunan bank sampah ini dapat membantu program pemerintah Bantul Bersama (Bantul Bersih Sampah 2025). Pengelolaan sampah secara mandiri dalam rangka penanganan kondisi darurat sampah menjadi fokus dalam program Bantul Bersama. Metode yang digunakan dalam pengelolaan sampah yakni TPS3R (tempat pembuangan sampah reduce, reuse, recycle). Hasil pelaksanaan pendirian bank sampah warga Padukuhan Dadapbong bisa mulai aktif mengumpulkan sampah rumah tangga. Sampah yang sudah dikumpulkan akan disetorkan kepada pengepul sampah. Dari hasil penyetoran warga akan memperoleh profit, yang mana hal ini merupakan tujuan utama program kerja yaitu pengelolaan sampah guna mengurangi volume sampah di lingkungan sekitar dengan berbasis peningkatan nilai ekonomi. Kata kunci: pengelolaan sampah; sampah; bantul bersih sampah; bank sampah; ekonomi. AbstractA waste bank is a place used to collect waste that has been sorted. The main aim of establishing a waste bank is to help handle waste processing, to make people aware of a healthy, neat and clean environment. The benefit of a waste bank for the community is that it can increase people's income because when they exchange their waste they will receive money collected in their account. With the problem of closing the Piyungan Bantul TPS, the people of Bantul chose to burn their rubbish. This habit can cause air pollution. Seeing these conditions, the Thematic KKN 03 Alma Ata University group created a work program to build a waste bank as a waste management site in Padukuhan Dadapbong. The construction of this waste bank can help the Bantul Bersama government program (Bantul Clean Waste 2025). Independent waste management in the context of handling waste emergencies is the focus of the Bantul Bersama program. The method used in waste management is TPS3R (reduce, reuse, recycle waste disposal site). As a result of the implementation of the establishment of a waste bank, residents of Padukuhan Dadapbong were able to start actively collecting household waste. The rubbish that has been collected will be deposited with the rubbish collector. From the results of deposits, residents will gain profits, which is the main objective of the work program, namely waste management in order to reduce the volume of waste in the surrounding environment based on increasing economic value. Keywords: waste management; waste; waste clean bantul; waste bank; economy.
Sosialisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional (JKN) di dusun Dadapbong kabupaten Bantul Faizatun Riyado Hasanah; Raden Jaka Sarwadhamana; Yasmin Fadhilah; Fitri Andriani; Nisa Agustina Widya Astuti; Ainun Jariyah; Susilo Setyo Wiguno; Rodhotul Khofifah; Dewi Septiyorini; Dini Rahmayani; Sholihen Sholihen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25342

Abstract

AbstrakProgram sosialisasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Dusun Dadapbong, Kabupaten Bantul, bertujuan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap program kesehatan nasional. Tim KKN Tematik 03 Universitas Alma Ata melakukan identifikasi permasalahan kesehatan yang dialami oleh masyarakat, penyuluhan terkait penggunaan dan kepemilikan BPJS di Dusun Dadapbong, serta distribusi materi informasi mengenai JKN. Hasil dari identifikasi, terdapat 105 keluarga yang memiliki BPJS, sementara 19 keluarga tidak memiliki atau tidak aktif menggunakannya. Penyakit umum yang dialami oleh warga di Dusun dadabpong, yaitu seperti maag, batuk, dan pilek. Sedangkan untuk penyakit degeneratifnya seperti hipertensi dan diabetes menjadi masalah kesehatan utama. Melalui penyuluhan dan distribusi materi informasi, kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki jaminan kesehatan meningkat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperbaiki akses dan pemahaman terhadap layanan kesehatan di Dusun Dadapbong, serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan berkelanjutan. Tercatat ada 371 orang Dusun dadabpong yang terlibat dalam kegiatan ini. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi permasalahan, penyuluhan langsung, dan distribusi materi informasi. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di Dusun Dadapbong. Kata kunci: sosialisasi; jaminan kesehatan nasional (JKN); dusun dadapbong; penyuluhan kesehata;, partisipasi masyarakat. AbstractThe socialization program for the implementation of the National Health Insurance (JKN) in Dadapbong Hamlet, Bantul Regency, aims to enhance understanding and participation of the community in the national health program. The thematic Community Service Program Team 03 from Alma Ata University identified health issues experienced by the community, provided counseling on the usage and ownership of BPJS in Dadapbong Hamlet, and distributed informational materials regarding JKN. The identification revealed 105 families enrolled in BPJS, while 19 families either didn't have or weren't actively using it. Common illnesses in Dadapbong Hamlet include gastritis, cough, and colds, while degenerative diseases such as hypertension and diabetes are major health concerns. Through counseling and information distribution, community awareness of the importance of health insurance increased. These steps are expected to improve access to and understanding of healthcare services in Dadapbong Hamlet, and to foster active participation in sustainable development. A total of 371 individuals from Dadapbong Hamlet participated in these activities. Implementation methods included issue identification, direct counseling, and material distribution. Thus, this program positively contributes to improving the welfare and health of the community in Dadapbong Hamlet. Keywords: socialization; national health insurance (JKN); dadapbong hamlet; health counseling; community participation.