Kasriatun Kasriatun
Puskesmas Wedarijaksa Pati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Risiko Internal dan Eksternal Preeklampsia di Wilayah Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah Kasriatun Kasriatun; Martha Irene Kartasurya; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.07 KB) | DOI: 10.14710/jmki.7.1.2019.30-38

Abstract

 AbstrakPenyebab  utama  kematian  ibu di Kabupaten Pati dalam tiga tahun terakhir  adalah preeklampsia. Pada tahun 2016, 35% kasus kematian ibu disebabkan oleh preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko kejadian preeklampsia di Wilayah Kabupaten Pati. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Subjek sejumlah 40 kasus preeklampsia dan 120 kasus non preeklampsia  dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Data asupan makanan diperoleh dari  FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisis data dilakukan dengan chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko terjadinya preeklampsia adalah faktor risiko internal : riwayat keluarga preeklampsia (OR=6,74; 95%CI:2,54-17,89, obesitas (OR=2,68; 95%CI:1,29-5,60), riwayat hipertensi (OR=7,4; 95%CI:2,91-18,82), stress  (OR=2,64; 95%CI:1,26-5,51), dan faktor risiko eksternal: asupan anti oksidan yang  rendah (OR=3,71; 95%CI:1,23-11,19), asupan natrium berlebih (OR=2,54; 95%CI:1,14-5.67), paparan asap rokok (OR=2,43; 95%CI:1,14-5,17).  Analisis multivariat menunjukkan riwayat  keluarga preeklampsia  (OR=5,32; 95%CI:1,63-17,40), obesitas (OR=4,01; 95%CI:1,60-10,09, riwayat hipertensi (OR=7,38; 95%CI:2,32-23,45), stress atau kecemasan (OR=3,30; 95%CI:1,31-8,33), asupan anti oksidan yang rendah (OR=4,22; 95%CI:1,13-15,74) secara bersama-sama merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia. Variabel yang bukan merupakan faktor risiko preeklampsia adalah usia ibu, paritas, dan penambahan berat badan berlebihan selama kehamilan. Disimpulkan bahwa faktor risiko yang paling kuat adalah riwayat hipertensi ibu sebelum kehamilan. Disarankan agar memasukkan riwayat hipertensi, riwayat keluarga preeklampsia, obesitas, dan stres dalam anamnese  pelayanan antenatal untuk mendeteksi dini preeklampsia.