Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Kepemimpinan Spiritual Terhadap Peningkatan Kinerja Ketua Tim Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang Yunita Yudaningsih; Nico L Kana; Untung Sujianto
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.279 KB) | DOI: 10.14710/jmki.4.3.2016.242-249

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Semarang. Kinerja perawat merupakan bagian integral dalam meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan rumah sakit, sehingga kinerja perawat harus selalu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pelatihan kepemimpinan spiritual terhadap peningkatan kinerja ketua tim keperawatan dalam memberikan pelayanan keperawatan di rumah sakit. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif meggunakan design pre –post test with control group dengan cara melakukan intervensi, berupa kegiatan pelatihan dengan materi kepemimpinan spiritual pada kelompok eksperimen. Setelah dua bulan pelaksanaan pelatihan, dilakukan pengukuran kinerja ketua tim keperawatan, untuk melihat pengaruh kegiatan pelatihan tentang kepemimpinan spiritual terhadap peningkatan kinerja ketua tim keperawatan pada kelompok eksperimen. Cara pengambilan data kinerja ketua tim dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh perawat pelaksana. Populasi adalah seluruh ketua tim keperawatan dengan total sampling Analisis data menggunakan T test dengan Uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test untuk melihat pengaruh pelatihan terhadap peningkatan kinerja ketua tim keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan rerata peningkatan kinerja ketua tim keperawatan pada kelompok ekperimen yang diukur sebelum pelaksanaan pelatihan, dengan nilai sebesar 58,66 dalam katagori kurang. Adapun setelah dilakukan pelatihan kepemimpinan spiritual terjadi peningkatan kinerja ketua tim keperawatan menjadi sebesar 77,04 dalam katagori baik. Dari analisis data mendapatkan dengan nilai mean (-43,422) artinya terjadi kecenderungan peningkatan kinerja ketua tim keperawatan yang cukup bermakna pada kelompok eksperimen, yaitu sebesar 43,422. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pelatihan tentang kepemimpinan spiritual berpengaruh terhadap peningkatan kinerja ketua tim keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang.  
Analisis Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Instalasi Radiologi Rumah Sakit X Kota Semarang Akbar Kurniawan; Hanifa Maher Deny; Nico L Kana
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 5, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.5 KB) | DOI: 10.14710/jmki.5.1.2017.32-34

Abstract

Occupational health and safety is one of the efforts to improve hospital services, especially in terms of health and safety for human resources of hospital, patient, visitors, and the surrounding comunity. One the hazards sources associated with K3RS in the radiation hazard that is part of the physical hazard. The radiology installation of RS X uses ionizing radiation in its services process. The purpose in this researchis to analyze the implementation of safety and health of radiology installation. Design of observational research  with qualitative approach. Population research all human resources radiology installation unit (two people). K3RS (one Person), informant triangulation medical services manager (one person). Data were collected by in depth interview and observation techniques. The results of the identification indicate the limitations of human resources training, facilities and infrastructure, budget realization and coordination. Implementation based on government regulations has been implemented, both from the number and standard of human resources education, as well as fascilities and infrastructure such as lead protection, calibration and completeness of personal protective equipment.  Some things that have been set at the beginning of plannning can not be realized, such as budgets and coordination commitments. It is advisable to increase human resources training, prioritize budgets that have been included in the initial plan, complement of incomplete facilities and infrastucture, increase the realization of the established coordination commitments