Yusep Ginanjar
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM SANITASI AUSTRALIA INDONESIA INFRASTRUCTURE GRANTS FOR SANITATION/SAIIG DI KOTA CIMAHI JAWA BARAT PADA TAHUN 2020-2021 Yusep Ginanjar; I Wayan Aditya Harikesa
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i2.465

Abstract

Sesuai dengan tujuan Millenium Development Goals (MDGs) dari United Nation nomor sekian tentang “Air Minum dan Sanitasi”, Pemerintah Kota Cimahi melakukan kerjasama dengan Pihak Australia untuk mengimplementasikan pengadaan air bersih yang lebih terstruktur. Kerjasama yang dilakukan oleh kedua pihak ini disebut dengan Infrastructure Grants For Sanitation meliputi drainase, pembangunan sektor limbah, dan juga pentahapan sistem air limbah domestik. Dengan adanya pengimplementasian pengadaan air bersih ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di Kota Cimahi.
Perencanaan Strategis Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat dalam Penguatan Kapasitas UMKM untuk Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN Yusep Ginanjar; Kristyono Ratmoko
Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol 1 No 02 (2016): Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.425 KB) | DOI: 10.36859/jdg.v1i02.23

Abstract

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah bentuk Integrasi Ekonomi ASEAN yang direncanakan akan tercapai pada tahun Untuk mewujudkan MEA tersebut, para pemimpin negara ASEAN pada KTT ASEAN ke-13 pada bulan November 2007 di Singapura, menyepakati ASEAN Econimic Communty (AEC) Blueprint, sebagai acuan seluruh negara anggota dalam mengimplementasikan komitmen MEA. MEA adalah keniscayaan bagi indonesia khususnya untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM). Salah satu Kabupaten di Indonesia yang harus mempersiapkan UMKM menghadapi MEA adalah kabupaten Bandung Barat (KBB). Kesiapan itu harus bisa diimplementasikan melalui strategi-strategi yang dapat menjadikan UMKM di KBB mempunyai kemampuan dalam memaksimalkan performanya ditengah gempuran produk-produk dari negara-negara lain yang tergabung dalam MEA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dilakukan di kabupaten bandung barat dengan mengambil data di dinas koperasi dan UKM, serta observasi langsung ke beberapa UMKM yang ada di kabupaten Bandung Barat. Serta dilakukan wawancara pada para pihak terkait. Hasil dari penelitian ini yaitu perencanaan strategis yang dicanangkan adalah meningkatkan kualitas dan standar produk, meningkatkan akses finansial, meningkatkan kualitas SDM dan jiwa kewirausahaan UMKM, meningkatkan akses dan transfer teknologi bagi UKM untuk pengembangan UKM inovatif, mengfasilitasi UKM berkaitan akses informasi dan promosi di luar negeri.
HACKER SEBAGAI AKTOR NON-NEGARA Yusep Ginanjar
Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol 4 No 02 (2019): Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.732 KB) | DOI: 10.36859/jdg.v4i02.138

Abstract

In 2013 it was revealed that wiretapping had been done by Australian intelligence towards a number of high-ranking officials in Indonesia. This invited the reaction of Indonesian hackers to destroy thousands of important sites in Australia and it is getting a reply from Australian hackers. Of course this is a bad precedent for Indonesia's relationship with Australia. Since its presence in international politics, hackers have been considered non-state actors. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The purpose of this study is to describe the phenomenon of cyber warfare carried out by both parties as an attempt to attack and maintain the country's sovereignty over their respective versions. The conclusion in this study is the mirror of this cyber war case that hackers are included as non-national actors for their contribution in international politics.
STRATEGI INDONESIA MEMBENTUK CYBER SECURITY DALAM MENGHADAPI ANCAMAN CYBER CRIME MELALUI BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA Yusep Ginanjar
Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol 7 No 02 (2022): Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jdg.v7i02.1187

Abstract

Cyber security has become a priority issue for all countries in the world since information and communication technology is used in various aspects of life, both in social, economic, legal, organizational, health, education, culture, government, security, defense, and other aspects. In direct proportion to the high level of utilization of information and communication technology, the level of risk and threat of misuse of information and communication technology is also getting higher and more complex. In response to these events, Indonesia then formed the National Cyber and Crypto Agency (BSSN) as a model for national cyber security institutions. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The purpose of this research is to find out how Indonesia's strategy in establishing cyber security in dealing with the threat of cyber crime through the National Cyber and Crypto Agency.