Mirza Fansyuri
Universitas PGRI Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERKEMBANGAN SOSIAL BUDAYA SUKU JAWA DI DESA KAPASAN TEGALREJO BK X KECAMATAN BELITANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA MUHAMMADIYAH 2 KARANG TENGAH Ratna Puspita Dewi; Sukardi Sukardi; Mirza Fansyuri
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 2 (2020): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v6i2.5254

Abstract

Kebudayaan merupakan ciptaan manusia yang berlangsung dalam kehidupan. Kebudayaan merupakan hasil interaksi kehidupan bersama. Manusia sebagai anggota masyarakat senantiasa mengalami perubahan-perubahan. Dalam suatu proses perkembanganya, tingkat keberadaban dan kreatifitas masyarakat sebagai pemiliknya sehingga kemajuan kebudayaan yang ada pada suatu cermin dari kemajuan peradaban masayarakat. Suku Jawa adalah salah satu suku yang memiliki jumlah terbesar di Indonesia yaitu sekitar 41,7 % dari 259 juta jumlah penduduk Indonesia. Disebut Jawa karena segala adat istiadat, norma dan aspek hubungan masyarakat memakai bahasa Jawa sebagai bahasa ibu. Dalam setiap budaya selalu mengajarkan nilai-nilai tertentu, demikian juga halnya pada budaya Jawa. Desa Kapasan Tegalrejo adalah salah satu desa yang memiliki ragam suku, ras, agama, dan kebudayaan. Selain suku Jawa terdapat pula suku lainya seperti suku Padang, Sunda, Batak, Bali, dan suku Komering. Walaupun mayoritas suku Jawa tetapi tidak menjadi penghalang untuk suku pribumi dan dari suku lain-lainya berekspresi. Kendati demikian kebudayaan suku Jawa di desa KapasanTegalrejo dapat diterima dengan baik oleh masayarakat suku lain desa KapasanTegalrejo.
PERKEMBANGAN KOPI SEMENDE KURUN WAKTU 1919-2019 SEBUAH TINJAUAN STUDI MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 1 LAHAT Nila Puspita; Sukardi Sukardi; Mirza Fansyuri
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 6, No 1 (2020): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v6i1.4648

Abstract

Perekonomian merupakan perkembangan yang naik turun hasilnya, karena dalam bidang pertanian kebutuhan ekonomi sangat diperlukan untuk bertahan hidup seperti perkebunan, salah satunya perkebunan kopi. Petani kopi telah dimulai sejak tahun 1971 namun disangsikan keberhasilannya setelah lebih dari 1 dekade, pada tahun 1919 kopi tradisional yang berjenis robusta telah dimiliki oleh masyarakat Semende setelah seiring berjalannya waktu tahun ketahun perkembangan kopi ini mulai meningkat meskipun ada beberapa tahun mengalami kemunduran. Akan tetapi, pada tahun 2016-2019 kopi terus merangkak naik hingga pertanian yang lainnya terlewati seperti padi, karet, sawit dan lain sebagainya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, studi pustaka, teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi, sajian dan penarikan simpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian perkembangan kopi Semende kurun waktu 1919-2019 sebuah tinjauan studi masyarakat sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat disimpulkan bahwa perkembangan kopi Semende merupakan bagian perekonomian Indonesia dan dunia. Sebagai bahan kebutuhan kelancaran ekonomi kopi juga banyak diminati masyarakat Semende dan masyarakat lainnya. Dengan demikian kopi dikenal hingga menjuru ke dunia internasional.