This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ampere
Dian Eka Putra
Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Palembang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUKURAN GROUNDING SIIP PANEL DISTRIBUSI INSTALASI REKAM MEDIS RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Dian Eka Putra; Jaka Udi
Jurnal Ampere Vol 3, No 1 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.749 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i1.2114

Abstract

ABSTRAK Penggunaan Energi Listrik berbanding lurus dengan keandalan instalasi listrik yang digunakan pada  gedung instalasi rekam medis RSUP DR. Mohammad Hoesin Palembang, didalam aktivitasnya  menggunakan peralatan canggih (complicated).  Salah satunya pada instalasi listrik yaitu pada instalasi grounding atau pentanahan. Nilai resitansi atau tahanan pentanahan menurut Persyratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000  tidak melebihi  5Ω, sehingga Berdasarkan perhitungan dengan variabel-variabel didapat nilai resistansi yaitu 0,67 Ω, sehingga perlunya ada perbandingan nilai resitansi dari hasil perhitungan dengan nilai resitansi  hasil pengukuran langsung pada sistem grounding  tahanan pentanahan pada waktu pagi dan sore hari di panel listrik instalasi rekam medis  RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Dari hasil pengukuran langsung pada pagi hari antara pukul  07.30 sampai 10.30 Wib didapatkan nilai tahanan resistansi dengan rata-rata 0.11Ω, Berdasarkan pengukuran resistansi tahanan pentanahan pada waktu sore hari  pada pukul 15.00 sampai 17.00 Wib didapatkan nilai tahanan resistansi dengan rata-rata 0.07Ω.ABSTRACT The use of electrical energy is directly proportional to the reliability of electrical installations used in the building of General Hospital DR. Mohammad Hoesin Palembang, in his activities using sophisticated (complicated) equipment. One of them is in the electrical installation, namely the installation of grounding or earthing. Grounding resistance value according to General Electrical Installation (PUIL) 2000 does not exceed 5Ω, so that based on the calculation with the variables, the resistance value is 0.67 Ω, so there is a need for a comparison of the value of the resitance from the calculation with the value of the resitance directly to grounding, grounding system in the morning and evening in the electrical panel of General Hospital medical record installation Dr. Mohammad Hoesin Palembang. From the results of direct measurements in the morning between 7:30 a.m. and 10:30 p.m, resistance resistance values were obtained with an average of 0.11Ω. Based on measurements of ground resistance resistance in the afternoon at 3:00 p.m. to 5:00 p.m., resistance resistance values were obtained with an average of 0.07Ω.  
ANALISA KONTRIBUSI PERAN PEKERJAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN (PDKB) TERHADAP PENINGKATAN KWH JUAL PADA PENYULANG VIRGO DI PT. PLN (PERSERO) WS2JB AREA LAHAT Dian Eka Putra
Jurnal Ampere Vol. 1 No. 1 (2016): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.837 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v1i1.3463

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan karena hampir 90% dari kehidupanmenggunakan listrik, sehingga  PT. PLN (persero) harus berupaya keras untuk tetap menjaga pasokanlistrik agar tetap tersalurkan. Seiring berjalannya waktu banyak persoalan yang dihadapi yaitu sering terjadinya padam. Padam dalam artian putusnya aliran listrik ke pelanggan baik dikarenakanpemeliharaan dan perbaikan atau dikarenakan gangguan. Pemadaman karena pemeliharaan danperbaikan dapat dilakukan dengan PDKB atau Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan. PDKBmerupakan sebuah Tim yang berkompetensi untuk melakukan pekerjaan yang notabene tanpamemadamkan aliran listrik Keuntungan yang diperoleh jika meminimal kan padam, menekan rasioSAIDI dan SAIF, kWh salur tidak berkurang, rupiah jual tidak berkurang , serta yang paling pentingpelayanan terhadap pelanggan akan semakin baik, maka  semakin sering listrik mengalir maka semakinbanyak pendapatan untuk perusahan.
ANALISIS KEANDALAN PENYULANG PAJAJARAN 20KV MENGGUNAKAN METODE SECTION TECHNIQUE UNTUK ASIAN GAMES XVIII DI PALEMBANG Dian Eka Putra; Muhammad Nurhadiyanto
Jurnal Ampere Vol 4, No 1 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.327 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v4i1.3469

Abstract

20 kv Pajajaran feeder as one of the suppliers that resembles electrical energy to Jakabaring Sport City (JSC). The reliability of the 20 kV voltage distribution affects the XVIII ASEAN GAMES event at Jakabaring Sport City (JSC). The fundamental problems in the distribution of electric power are the quality, continuity and availability of electrical power services to customers. Reliability illustrates a measure of the level of service of electricity supply from a system greatly influenced by system configuration, safety devices installed and protection systems. To determine the reliability of Pajajaran 20 kV, a reliability index is determined, namely the magnitude to compare the appearance of a distribution system. Reliability index with Section Technique Method to find out indicators that are expressed in probability quantities. Reliability index load points that are usually used include the average load termination rate, average time out and load termination average system reliability index that is widely used, among others, Section Technique Method on the Average Interruption duration Index (SAIDI) system obtained value 2 , 5707 hours / mop and the Average Interruption Frequency Index (SAIFI) Section Technique Method obtained a value of 2.6933 times / mopAbstrak-- Penyulang Pajajaran 20 kV sebagai salah satu penyulang yang menyupai energi listrik ke Jakabaring Sport City (JSC). Keandalan distribusi tegangan 20 kV mempenggaruhi  perhelatan ASEAN GAMES ke XVIII di Jakabaring Sport City (JSC). Permasalahan yang mendasar pada distribusi daya listrik adalah pada mutu, kontinuitas dan ketersediaan pelayanan daya listrik pada pelanggan. Keandalan menggambarkan suatu ukuran tingkat pelayanan penyediaan tenaga listrik dari sistem sangat dipengaruhi oleh konfigurasi sistem, alat pengaman yang terpasang dan sistem proteksinya. Untuk mengetahui keandalan Pajajaran 20 kV  maka ditetapkan suatu indeks keandalan yaitu besaran untuk membandingkan penampilan suatu sistem distribusi. Indeks keandalan dengan Metode Section Technique untuk mengetahui indikator yang dinyatakan dalam besaran probabilitas. Indeks Keandalan titik beban yang biasanya digunakan meliputi laju pemutusan beban rata-rata, waktu keluar rata-rata dan lama pemutusan beban rata-rata Indeks keandalan sistem yang banyak digunakan antara lain Metode Section Technique pada Sistem Average Interruption duration Index (SAIDI) diperoleh nilai 2,5707 jam/pel dan Metode Section Technique  Sistem Average Interruption Frequensy Index (SAIFI) diperoleh nilai 2,6933 kali/pel.  Kata Kunci : Asian Games ke XVIII, Jakabaring Sport City (JSC), Penyulang 20 kV, SAIDI, SAIFI.
NILAI EKONOMIS PENGGUNAAN SOLAR CELL TERHADAP GENSET SEBAGAI CATU DAYA PADA BASE TRANSCIEVER STATION (BTS) TELKOMSEL DI LOKASI KELAPA DUA KABUPATEN BANYUASIN Dian Eka Putra; Higus Sapriansyah
Jurnal Ampere Vol 5, No 1 (2020): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v5i1.4309

Abstract

Telecommunications and information are the most important part for urban and regional communities, to cover telecommunications services especially in the remote areas, waters and borders far from the city center, the need to build a BTS (base transceiver station) as communication access to communication signals and information. Lack and lack of electricity supply in this case PT. PLN, the Solar type of fuel oil in the waters and inland areas can still be relied upon as another energy source to supply electricity to the base transceiver station in the remote area by using a generator as a supply. Constraints by using generators include the difficulty of transportation and scarcity of diesel fuel, high diesel prices. To overcome this problem as an alternative that is using solar energy, or better known as solar cells that are environmentally friendly. With a total average solar light of 4,744 KwH / m2 so that the needs of the PV Module at BTS Kelapa Dua are required 40 series PV modules and 3 units of Solar Charge Controller. By using Solar Cell Panel a monthly fee of Rp. 20,000,000 is certainly more economical, so that the cost savings of generator operational costs with annual Saving costs obtained is Rp. 160,704,750.ABSTRAK Telekomunikasi dan informasi merupakan bagian terpenting bagi masyarakat kota dan daerah, untuk mengcover layanan telekomunikasi khusunya didaerah pedalaman, perairan dan perbatasan yang jauh dari pusat kota, perlunya dibangun BTS (base transceiver station) sebagai akses komunikasi terhadap sinyal komunikasi dan informas. Kurangnya dan  ketiadaan pasokan energi listrik  dalam hal ini PT. PLN, maka Bahan Bakar Minyak jenis Solar diwilayah perairan dan pedalaman masih bisa diandalkan sebagai sumber energi lain untuk mensuplai listrik ke BTS (base transceiver station) di daerah terpencil tersebut yaitu dengan menggunakan genset sebagai catuan. Kendala dengan menggunakan genset diantaranya sulitnya transfortasi dan  kelangkaan solar, harga solar yang tingggi. Untuk mengatasi masalah tersebut sebagai alternatif lain yaitu menggunakan energi surya, atau  lebih dikenal dengan  sebutan solar cell yang ramah lingkungan. Dengan total rata-rata cahaya matahari sebesar 4,744 KwH/m2  sehingga kebutusan Modul PVdi BTS Kelapa Dua dibutuhkan Modul PV hubungan seri 40 buah dan Solar Charge Controller sebanyak 3 unit. Dengan menggunakan Panel Solar Cell biaya perbulan sebesar Rp. 20.000.000 tentunya lebih ekonomis, sehingga Cost saving terhadap biaya operasional genset  dengan Saving cost pertahun yang didapat sebesar  Rp. 160.704.750.