Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inklusi Saluran Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja Anindita Dyah Sekarpuri
Jurnal Studi Pemuda Vol 3, No 2 (2014): EDISI KHUSUS: Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Anak Muda
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.676 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32029

Abstract

Remaja menjadi korban ketidakpahaman perilaku seksual berisiko di usia muda. Salah satu risikonya adalah kehamilan tidak diinginkan yang berakhir pada pernikahan dini. Berbagai studi dan laporan menyebutkan permasalahan remaja sangat mengkhawatirkan seperti; hubungan seksual, kasus HIV dan AIDS, serta narkoba. Ironisnya, sebagian kelompok remaja—utamanya remaja putus sekolah dan mereka yang berkebutuhan khusus, miskin dan tinggal di daerah tertinggal, terpencil serta perbatasan (galcitas)—juga merupakan kelompok rentan yang terpinggirkan dari program pemerintah. Pemerintah melalui Program Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) yang dikemas ulang menjadi program Generasi Berencana (GenRe) berupaya melakukan peningkatkan pengetahuan sikap perilaku (PSP) remaja tentang kesehatan reproduksi. Akan tetapi, keefektifan program PIK Remaja ini menjadi dipertanyakan karena masalah teknis dan keterjangkauannya bagi remaja. Penyusunan tulisan ini menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2012. Tujuan umum analisisini adalah mempelajari inklusi saluran informasi KRR sebagai realisasi pemenuhan hak KRR. Tulisan ini juga menjadi rekomendasi kebijakan bagi berbagai elemen/stakeholder terkait kesehatan reproduksi secara holistik. Disimpulkan bahwa peran lembaga adat, lembaga agama dan lembaga swadaya masyarakat sangat strategis sebagai alat kontrol sosial dalam penyebarluasan informasi KRR.Kata kunci: Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR)
Inklusi Saluran Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja Anindita Dyah Sekarpuri
Jurnal Studi Pemuda Vol 3, No 2 (2014): EDISI KHUSUS: Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Anak Muda
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32029

Abstract

Remaja menjadi korban ketidakpahaman perilaku seksual berisiko di usia muda. Salah satu risikonya adalah kehamilan tidak diinginkan yang berakhir pada pernikahan dini. Berbagai studi dan laporan menyebutkan permasalahan remaja sangat mengkhawatirkan seperti; hubungan seksual, kasus HIV dan AIDS, serta narkoba. Ironisnya, sebagian kelompok remaja—utamanya remaja putus sekolah dan mereka yang berkebutuhan khusus, miskin dan tinggal di daerah tertinggal, terpencil serta perbatasan (galcitas)—juga merupakan kelompok rentan yang terpinggirkan dari program pemerintah. Pemerintah melalui Program Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) yang dikemas ulang menjadi program Generasi Berencana (GenRe) berupaya melakukan peningkatkan pengetahuan sikap perilaku (PSP) remaja tentang kesehatan reproduksi. Akan tetapi, keefektifan program PIK Remaja ini menjadi dipertanyakan karena masalah teknis dan keterjangkauannya bagi remaja. Penyusunan tulisan ini menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2012. Tujuan umum analisisini adalah mempelajari inklusi saluran informasi KRR sebagai realisasi pemenuhan hak KRR. Tulisan ini juga menjadi rekomendasi kebijakan bagi berbagai elemen/stakeholder terkait kesehatan reproduksi secara holistik. Disimpulkan bahwa peran lembaga adat, lembaga agama dan lembaga swadaya masyarakat sangat strategis sebagai alat kontrol sosial dalam penyebarluasan informasi KRR.Kata kunci: Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR)
Edukasi melalui Medsos guna Optimalisasi Kemampuan Sosial Emosional dan Kesehatan Reproduksi Remaja di Sulawesi Barat Tita Ayunimirta Yusuf; Anindita Dyah Sekarpuri
Jurnal Widyaiswara Indonesia Vol. 3 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56259/jwi.v3i4.121

Abstract

Berdasarkan persentase dari setiap provinsi, Sulawesi Barat menempati posisi terendah dalam penanaman nilai dan fungsi reproduksi pada tiga dari total empat poin indikator, diantaranya adalah menerapkan pendidikan tentang kese hatan reproduksi, menerapkan ajaran menghindari pergaulan bebas dan mengajarkan tentang pendewasaan usia perkawinan. Data dari BPS tahun 2018 tentang Pencegahan Perkawinan Anak menunjukkan, Sulawesi Barat merupakan provinsi dengan prevalensi pernikahan usia anak tertinggi di Indonesia, dengan persentase 19,34%. Guna memberikan persepsi yang utuh tentang kesehatan reproduksi dengan tidak hanya fokus membahas aspek fisik dari fungsi reproduksi saja namun juga dari segi sosial dan emosional maka pengembangan media informasi SI MONALISA (Optimalisasi Kemampuan Emosional dan Kesehatan Reproduksi Usia Remaja) ini dilakukan. Dengan mempertimbangkan remaja sebagai calon pengantin dan generasi penerus yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan keluarga, sebagai target sasaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan produk, yang terdiri dari analisis kebutuhan secara kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, proses pembuatan akun dan konten melalui Instagram, dan evaluasi secara kuantitatif. Hasil dari penelitian ini ditunjukkan melalui proses penerapan media pembelajaran SI MONALISA yang dilakukan melalui empat tahapan diantaranya: 1) Koordinasi dengan berbagai pemangku kebijakan; 2) Penyusunan materi aspek sosial dan emosional; 3) Publikasi materi dan diskusi dengan tokoh dan pakar; 4) Evaluasi Program. Capaian dari ide pengembangan yang dilakukan adalah terfasilitasinya media informasi untuk menjadi ruang belajar bagi remaja yang dapat mendukung penanaman nilai dan fungsi reproduk si, pengenalan terhadap konsep sosial dan emosional, persiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja maupun pengetahuan lain yang terkait.