Wisnu Martha Adiputra
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Youth and Media Wisnu Martha Adiputra
Jurnal Studi Pemuda Vol 2, No 2 (2013): Pemuda, Identitas, dan Pertarungan Ekspresi
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.927 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32050

Abstract

Membincangkan dan merelasikan pemuda dan media paling tidak kita mungkin berada dalam tiga lokus, yaitu, pertama, pemuda sebagai pro dusen konten dan pengelola media. Fenomena yang cukup lumrah belakangan ini di mana alat produksi konten semakin murah dan mudah dioperasikan. Perangkat untuk fi lm editing yang murah dan relatif mudah diaplikasikan melahirkan banyak komunitas fi lm yang dimotori oleh pemuda, yang relatif aktif bergerak.
Youth and Media Wisnu Martha Adiputra
Jurnal Studi Pemuda Vol 2, No 2 (2013): Pemuda, Identitas, dan Pertarungan Ekspresi
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32050

Abstract

Membincangkan dan merelasikan pemuda dan media paling tidak kita mungkin berada dalam tiga lokus, yaitu, pertama, pemuda sebagai pro dusen konten dan pengelola media. Fenomena yang cukup lumrah belakangan ini di mana alat produksi konten semakin murah dan mudah dioperasikan. Perangkat untuk fi lm editing yang murah dan relatif mudah diaplikasikan melahirkan banyak komunitas fi lm yang dimotori oleh pemuda, yang relatif aktif bergerak.
Ibu Tunggal dan Ruang Media Sosial Analisis Kualitatif Pesan Dukungan Sosial dalam Akun Instagram @singlemomsindonesia Fadhila, Izzah Nur; Wisnu Martha Adiputra
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 18 No. 1 (2026): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v18i1.10443

Abstract

Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai ruang interaksi telah melahirkan bentuk-bentuk baru dukungan sosial, termasuk bagi kelompok rentan seperti ibu tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pesan dukungan sosial dikonstruksikan dalam konten akun Instagram @singlemomsindonesia serta menafsirkan makna dan signifikansinya dalam konteks masyarakat jaringan dengan teori dukungan sosial dan teori masyarakat jaringan. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif terhadap 23 unggahan selama periode Agustus hingga Desember 2024, penelitian ini mengkaji tiga aspek utama, jenis pesan, tema, dan cara penyampaian pesan dukungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dukungan sosial yang paling dominan adalah dukungan emosional, disusul dukungan informasional, apresiatif, dan instrumental. Gaya penyampaian yang digunakan umumnya inspiratif dan komunikatif, didukung oleh elemen visual yang memperkuat nuansa afektif dan kohesi komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial tidak sekadar menjadi ruang berbagi, tetapi juga berfungsi sebagai medium pemberdayaan dan artikulasi solidaritas digital. Dalam konteks masyarakat jaringan, pesan dukungan sosial dalam komunitas digital merepresentasikan strategi komunikasi afektif yang dinamis, namun tetap menyisakan tantangan etis seperti kedangkalan relasi, keterbatasan akses, dan potensi komersialisasi solidaritas. Social media has created new spaces for vulnerable groups, including single mothers, to access social support. This study examines the characteristics of social support messages on the Instagram account @singlemomsindonesia, focusing on types, themes, delivery styles, and meanings within the network society. Using qualitative content analysis on 23 posts (August–December 2024), findings show emotional support as dominant, followed by informational, appreciative, and instrumental support. Key themes include motivation, education, and appreciation, delivered through inspirational, formal, and casual styles. Visual elements strengthen emotional connection and symbolic meaning. The study highlights social media as a space for representation and empowerment, despite its limitations in providing structural support.