This Author published in this journals
All Journal Agro Ekonomi
Kaman Nainggolan
Ministry Of Agriculture Republic of Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Major Issues And Challenges For Improving The Marketing And Distribution Of Agricultural Products Kaman Nainggolan
Agro Ekonomi Vol 10, No 1 (2003): JUNI 2003
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.555 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16786

Abstract

Agribisnis masih merupakan sektor ekonomi yang peming di banyak negara mempunvai kontribusi yang hesar dalam PDB, penyerapan tenaga kerja clan penerimaan devisa ekspor.Sebagai basil globalisasi ekonomi dan liberalisasi pasar. pelt:ring pasar komoditas pertanian akan lehih hesar bagi produk yang kompetitif. twerp' menciptakan pesaing yang semakin banyak, dan semakin tinggi sfendar kualitas yang diminta. Pemasaran dan distribrai merupakan salah sant masalah kompleks. Oleh sebab itu pemerintah dan para pengusaha perlu mencari memperhaiki sistim pemasaran dan Astern di.strilm.si yang handal untuk meningkaikan daya saing.Tantangan dimasa depan yang dihadapi para pengusaha adalah : menghasilkan produk dengan kualitas super. pasar yang dinamis. .jaringern distribusi pemasaran yang handal, pengembangan produk, promosi. pa.sokan yang kontinu, perrelitian pasar, clan sistem informers! pasar. Sedangkan masalah mum dalam agrihisnis adalah: hambatan-hambatan perdagangan nnernasional, ketersediaan kredit, suku bunga yang tinggi, flukwasi nilai mkar, kebilaksanzzan perdagangan, pajak ekspor, pajak impor Kahan baku, praktek-prakiek hirokrasi, hiaya transpor yang tinggi, ketersediaan bahan-bahan baku dengan kualitas yang bark dan pasokan yang kontinu, kekurangan sarana penunjang, dan kekurangan manajer professional.Dalam kehijaka» perdagangan, penghapusan terhadap semua hambatemhambatan ekspor sepern pajak ekspor untuk produk pertanian dan tarif impor yang tinggi untuk input yang digunakan bagi sektor agribisnis sangat mendesak. Pramosi perdagangan lebih pro-aktif, penyederhanaan hambatan-hambatan hirokrasi untuk masuknya investasi asing akin membantu agribisnis. Disamping itu, kebijakan elan program-program perlu ditekankan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, mendorong usaha agribisnis skala kecil, memperkzrat sumberdaya dan kelembagaan pezdukung di wilayah perdesaan, menyiapkan infrastruktur investasi yang diperlukan, pelayanan publik yang lebih balk, dan menyediakan pelatihan pemasaran bagi para pengusaha agribisnis.Pada perspektif mikro, upaya-upaya difokuskan kepada : a) intelijen pemasaran mengenai informasi strategis termasuir dampak perjanjian pertanian di WTO, Standar produk, bea masuk rum& produk ekspor, dan review tentang hambatan non- tarif; b) infrastruktur; c) penguatan lembaga pemasaran; d) peningkalan produktivitas; e) pengembangan kemitraan antara perusahaan besar dengan para petani; f) pengembangan sumberdaya manusia. Beberapa hal tersebut di alas harus dikerjakan oleh pemerimah, dan lainnya diserahkatt untuk dapat diiangani oleh sektor swasta