This Author published in this journals
All Journal Agro Ekonomi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEMUNGKINAN PENGEMBANGAN WILAYAH UNIT DESA DENGAN CATUR SARANA NYA DI SENTRA-SENTRA HORTIKULTURA Soedarsono Hadisapoetro
Agro Ekonomi No 11 (1978): 1978
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.375 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16868

Abstract

KEMUNGKINAN PENGEMBANGAN WILAYAH UNIT DESA DENGAN CATUR SARANA NYA DI SENTRA-SENTRA HORTIKULTURA
KEMUNGKINAN PENGEMBANGAN WILAYAH UNIT DESA DENGAN CATUR SARANA NYA DI SENTRA-SENTRA HORTIKULTURA Soedarsono Hadisapoetro
Agro Ekonomi No 11 (1978): 1978
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.375 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16869

Abstract

KEMUNGKINAN PENGEMBANGAN WILAYAH UNIT DESA DENGAN CATUR SARANA NYA DI SENTRA-SENTRA HORTIKULTURA
PENGINTEGRASIAN KELOMPOK TANI DI DALAM PENINGKATAN KWANTITAS DAN KWALITAS KENAGGOTAAN BUUD/KUD Soedarsono Hadisapoetro
Agro Ekonomi No 11 (1978): 1978
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.914 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16872

Abstract

PendahuluanSudah sejak semula difikirkan, agar pembinaan BUUD/KUD dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu tahap rehabilitasi, tahap konsolidasi dan tahap pengembangan.Di dalam tahap rehabilitasi maka pembinaan diarahkan agar BUUD/KUD mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan ekonomi secara nyata, yang dirasakan bermanfaat oleh masyarakat.Jika eksistensi BUUD/KUD telah diakui oleh masyarakat maka seharusnya pembinaan diarahkan untuk menjadikan BUUD/KUD suatu organisasi clan rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. ( Tahap Konsolidasi)Terdorong oleh keinginan Pemerintah untuk memanfaatkan koperasi sebagai alat untuk memperatakan basil basil pembangunan maka justru tahap konsolidasi ini diabaikan, dan pembinaan diloncatkan dari tahap rehabilitasi terus ke dalam tahap pengembangan, di mama tugas-tugas tanpa dikonsuttasikan terlebih dahulu organisasinya, togas-tugas BUUD/ KUD di dalam rnembantu melaksanakan program-program pembangunan selalu ditambah dan diperberat.Itulah sebabnya BUUD/KUD kerapkali dianggap sebagai aparatur Pemerintah dan bekerja untuk kepentingan Pemerintah, sedangkan partisipasi masyarakat dan pengawasan masyarakat masih sangat terbatas yang selanjutnya menimbulkan kekecewaan - kekecewaan dan mendorong terjadinya penyelewengan-penyelewengan.Berhubung dengan itu maka tahap konsolidasi perlu ditangani secara lebih serius berdasarkan konsepsi yang Iebih mantap.Dalam hubungan ini, maka peningkatan kwantitas dan kwalitas keanggotaan BUUD/KUD merupakan sale] satu langkah yang sangat panting