ABSTRAK Seiring dengan perkembangan teknologi maka perencanaan konstruksi sipil juga semakin sulit. Ini dapat terlihat di kota – kota besar. Selain konstruksi sipil yang berupa gedung, terdapat konstruksi-konstruksi yang bukan gedung, misalnya jembatan, menara pemancar, atau rangka – rangka bangunan baja yang lain, yang memerlukan perhitungan dan perencanaan yang lebih matang. Dibarengi dengan perkembangan teknologi komputer, perhitungan dan perencanaan dapat lebih cepat dilakukan dan dapat menghasilkan tingkat kesalahan yang lebih sedikit (human error) dengan menggunakan program-program komputer. Struktur bangunan dimodelkan sebagai balok grid yaitu sebuah sistem pelat lantai dengan ukuran 8x8 meter dengan balok anak yang menggunakan profil baja IWF dan dibebani sebuah tangki air yang terbuat dari baja. Dimana tiap sudutnya merupakan jepit, dan kemudian akan dihitung gaya-gaya dalam yang terjadi dengan menggunakan perhitungan manual Finite Elemen Method dan program komputer SAP2000. Gaya dalam hasil perhitungan tersebut akan digunakan untuk mencari nilai tegangan geser dan lentur yang terjadi pada balok induk. Kemudian hasilnya akan saling dibandingkan untuk melihat perbedaannya. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil dari perhitungan manual dengan perhitungan program SAP2000. Kita harus menggunakan program komputer dengan teliti dan tidak boleh salah dalam menginput data atau pun dalam menganalisisnya karena akan menghasilkan output yang salah juga. Maka dengan adanya perhitungan manual, kita bisa membandingkan hasil outputnya. Dan hasil dari pengerjaan tugas akhir ini terdapat sedikit perbedaan antara perhitungan manual dengan perhitungan program SAP2000. Kata kunci : finite elemen method, balok grid, profil baja IWF