Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbaikan Beberapa Sifat Tanah Sulfat Masam dengan Penerapan Biochar Sekam Padi Teraktivasi Diperkaya Trichoderma sp. dan Limbah Agroindustri untuk Mendorong Hasil IR Zink Muhammad Helmy Abdillah; Mila Lukmana; Aida Aida
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.477

Abstract

Padi varietas unggul baru (VUB) yang ditanam di atas tanah mineral pasang surut sangat sulit untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Hal ini disebabkan sifat tanah yang buruk, diantaranya pirit dan kerapatan massa tanah yang tinggi. Aplikasi biochar yang telah diaktifkan dan diperkaya limbah agroindustri yang berlimpah diharapkan mampu memperbaiki beberapa sifat tanah sehingga mendorong produktivitas VUB IR Zink. Tujuan penelitian ini untuk menetapkan dosis biochar sekam padi teraktivasi yang diperkaya Trichoderma sp. dan dikombinasikan limbah padat agroindustri terhadap penurunan pirit dan kerapatan massa tanah pada tanah sulfat masam serta menilai pengaruhnya terhadap volume akar dan berat gabah kering giling yang dihasilkan dari tanaman padi IR Zink. Penelitian ini dilakukan pada Januari – Juni 2022 di dalam screen UV kebun percobaan Politeknik Hasnur menggunakan rancangan faktorial tersarang dan hasil pengamatan peubahnya dianalisis menggunakan model BNJ α 5%. Bahan yang digunakan yakni sekam padi yang diolah menjadi biochar dan diaktivasi menggunakan asam laktat, biakan Trichoderma sp. dalam media beras, limbah padat karet remah, dan limbah solid decanter. Perlakuan merupakan kombinasi antara 60% biochar sekam padi teraktivasi diperkaya 10% biakan Trichoderma sp. pada beras dikombinasikan masing-masing limbah padat tersebut sebesar 30%, kemudian hasil kombinasi tersebut diaplikasikan ke tanah, sebanyak 30 g, 40 g, dan 50 g per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar diperkaya Trichoderma sp. yang dikombinasikan limbah padat karet remah pada taraf perlakuan 40 g per tanaman padi dinyatakan efektif dalam menurunkan pirit dan kerapatan massa tanah, serta dapat meningkatkan volume akar dan berat gabah kering giling tanaman padi IR Zink.
Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Aplikasi Berbagai Efektif Mikroorganisme Lokal Muhammad Helmy Abdillah
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan hasil samping (by product) dari pengolahan tandan buah segar kelapa sawit (TBS) menjadi crude palm oil (CPO). Dalam 10 tahun terkhir (2010-2020), jumlah perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit (PKS) terus meningkat, sejalan dengan minat dunia internasional terhadap hasil minyak yang diolah dari TBS, namun hal tersebut memiliki dampak besar pada keberadaan TKKS yang jumlahnya semakin banyak di landfill area pabrik. Pemanfaatan TKKS sebagai pembennah tanah menjadi potensi menguntungkan. Keuntungan bagi PKS yang dapat mengurangi penumpukan TKKS dan keuntungan bagi petani dapat memanfaatkan TKKS sebagai kompos guna membenahi tanah pertanian. Namun pemanfaatan TKKS sebagai kompos cukup sulit dilakukan, sebab bahan yang alot dan kuat. Oleh karena itu, perlu cara pendekomposisian yang efektif dengan tingkat kehancuran yang tinggi serta kompos yang dihasilkan memenuhi standar mutu. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai kecepatan peningkatan temperatur dan kelembaban yang menentukan proses dekomposisi bahan serat TKKS serta menilai kualitas kompos dengan perlakuan berbeda. Penelitian ini menggunakan True Experimental Design faktorial dengan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol (B0) yaitu serat TKKS yang tidak diberikan bioaktivator, sedangkan kelompok perlakuan yaitu serat TKKS yang diberikan bioaktivator dengan faktor tunggal berupa jenis bioaktivator yang diberikan dalam pembuatan TKKS menjadi kompos. Faktor tersebut yakni B1 (cairan EM4 500 ml + 500 ml air kondensasi AC), B2 (cairan MOL kombinasi leri, sisa sayuran dan keong mas Pomacea canaliculata 500 ml + 500 ml air kondensasi AC), B3 (leri dan bonggol pisang 500 ml + 500 ml), B4 (cairan Palm Oil Mill Effluent/ POME 1000 ml). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni kecepatan dan kestabilan peningkatan temperatur dan kelembaban pada pekan pertama dan stabil turun hingga pekan ke sembilan (60 hari) yakni berturut-turut adalah perlakuan B2; B4; B3; B1; B0. Perlakuan B2 dan B4 dapat mendegradasi material serat TKKS lebih efektif, terlihat dari indeks C/N rasio yakni 21,18 dan 24,10 yang memenuhi kriteria SNI 19-7030-2004.