Edy . Surya
Universitas Negeri Medan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPROVING MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING BY IMPLEMENTING TEAMS GAMES TOURNAMENT MODEL ON SIMILAR TRIANGLES TOPIC IN IX GRADERS OF MTs NEGERI 2 MEDAN Edy . Surya; Elvi . Khairunnisa
INSPIRATIF : JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 1 (2019): Inspiratif : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.554 KB) | DOI: 10.24114/jpmi.v5i1.13521

Abstract

ABSTRACT The aim of this research is to know the improvement of students’ mathematical problem solving ability through the implementation of Teams Games Tournament model on similar triangles topic. Type of this research is Classroom Action Research.The subjects were 35 students in IX graders. The object of this research is the ability of mathematical problem solving and the model that has been implemented is Teams Games Tournament.This research consisted of two cycles, and each cyclesconsists of two meetings. Mathematical problem solving ability was tested at the endingmeeting. The results of this research could be shown:(1)The process of implementation Teams Games Tournament  was running well. (2)The average value of initial test of students' problemsolving ability is 61.50, the classical completeness is 31.43% and mathematical problem solving ability of students categorized as low, (3)The average valueofstudents' problemsolving ability test in the Cycle I is 69.43, the classical completeness is 42.86% and mathematical problem solving ability of students categorized as medium. But the gain of this cycle is 0.20, and it islower. (4) The average value ofstudents' problemsolving ability test in the Cycle IIis 79.14, the classical completeness 88.57%and mathematical problem solving ability of students categorized as medium. The gain of this cycle is 0.32, and it is medium.Finally, we concluded that the implementation of Teams Games Tournament model can improve students' problem solving ability. The recommendation to other researcher is able to usethis model as an alternative in the learning process that can improve students’ problem solving ability.Keywords: Mathematical Problem Solving,Teams Games Tournament.  ABSTRAK Tujuan dari penelitianiniadalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dilakukan dengan mengimplementasikan model Teams Games Tournament (TGT) pada topik kesebangunan segitiga. Tipe penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IX yang berjumlah 35 siswa. Objek dari penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan model yang digunakan adalah Teams Games Tournament (TGT).Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Kemampuan pemecahan masalah matematika telah dilakukan tes pada setiap akhir pertemuan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) Proses pengimplementasian Teams Games Tournament (TGT) berjalan dengan baik,(2) Rata- rata nilai tes awal kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah 61.50, ketuntasan klasikal 31.43% dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikategorikan rendah, (3)Rata- rata nilai tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada Siklus I adalah 69.43, ketuntasan klasikal 42.86% dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikategorikan menengah. Nilai gain pada siklus ini adalah 0.20, dan masih rendah, (4) Rata- rata nilai tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada Siklus II adalah 79.14, ketuntasan klasikal 88.57% dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikategorikan menengah. Nilai gain pada siklus ini adalah 0.32, dan sudah dikategorikan menengah.Sehingga, dapat simpulkan bahwa pengimplementasian model Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Rekomendasi kepada peneliti yang lain agar dapat menggunakan model ini sebagai alternatif dalam kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Keywords: Mathematical Problem Solving,Teams Games Tournament (TGT).
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP SWASTA SANTA MARIA MEDAN Lidia Wira H Pandiangan; Edy . Surya
INSPIRATIF : JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2020): Inspiratif:Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.639 KB) | DOI: 10.24114/jpmi.v6i1.18761

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diterapkannya model Problem Based Learning dan untuk mengefektifkan model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas VIII SMPS Santa Maria Medan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan teknik pengumpulan data melalui lembar observasi guru dan tes kemampuan siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas VIII-1 SMPS Santa Maria Medan berjumlah 30 siswa.Kata Kunci : Problem Based Learning, Pemecahan Masalah Matematis ABSTRACTThe purpose of this study is to improve students 'mathematical problem solving abilities after the application of the Problem-Based Learning model and to make the Problem Based Learning model effective in improving students' mathematical problem-solving abilities in class VIII of SMPS Santa Maria Medan. This research is a classroom action research with data collection techniques through teacher observation sheets and student ability tests. The subjects in this study were class VIII-1 Santa Maria High School Medan Medan totaling 30 students.Keywords: Problem-Based Learning, Mathematical Problem Solving
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP BERBASIS BUDAYA DAERAH MELAYU SUMATERA UTARA Edy . Surya
INSPIRATIF : JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 1, No 1 (2015): Inspiratif : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpmi.v1i1.8920

Abstract

Abstrak Kurangnya penggunaan teknologi dalam pembelajaran matematika dan minimnya pengintegrasian materi matematika terhadap nilai-nilai budaya lokal belum dapat menciptakan  manusia intelektual dan bermoral  kebangsaan, maka dibutuhkan solusi untuk memecahkan masalah.Penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan merupakan keharusan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.  Penelitian ini dilakukan di SMP Kota Medan dan Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Hasil penelitian dapat tersusun buku siswa, Buku guru, dan LAS, perangkat tes yang sesuaian dengan model Pembelajaran Matematika Berkonteks Budaya Daerah Sumatera Utara Terintegrasi dengan teknologi untuk melihat aktivitas siswa dan guru dalam mengajar matematika siswa SMP. Kata Kunci : pembelajaran matematika, budaya derah, teknologi 
PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN THINK PAIR SHARE DI SMA NEGERI 1 DOLOK MASIHUL Arnisyah . Saragih; Edy . Surya
INSPIRATIF : JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2020): Inspiratif:Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpmi.v6i1.19070

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan Think Pair Share di SMA Negeri 1 Dolok Masihul. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Semester I SMA Negeri 1 Dolok Masihul yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah keseluruhan siswa 252 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling dengan mengambil 2 kelas dari 7 kelas secara acak yaitu kelas eksperimen 1 yang berjumlah 36 orang dan kelas eksperimen 2 yang berjumlah 36 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa adalah tes kemampuan komunikasi matematis yang telah divalidasi dalam bentuk uraian. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa data pretest dan posttest dari kelas eksperimen 1 dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dan kelas eksperimen 2 dengan model pembelajaran Think Pair Share diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 1 pretest sebesar 53,4722 dan posttest sebesar 81,7708 dan nilai rata-rata kelas eksperimen 2 untuk pretest sebesar 51,3888 dan posttest sebesar 78,2986. Hasil uji t dengan dua arah dengan dk = 70 dan a = 0,05, diperoleh data pretest dngan thitung = 0,6946 dan ttabel = 1,6698 sehingga ttabel > thitung yaitu 1,6698 > 0,6946 maka H0 diterima, dengan demikian diperoleh kesimpulan bahwa sebelum diberi perlakuan siswa mempunyai kemampuan awal yang sama. Sedangkan pada data posttest diperoleh bahwa thitung > ttabel yaitu 1,6971 > 1,6698 yang berarti diterims Ha sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan Think Pair Share di SMA Negeri 1 Dolok Masihul.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Think Pair Share, Kemampuan Komunikasi Matematis.ABSTRACTThe purpose of this research is to see that there are differences in mathematical communication skills of students taught with the Jigsaw and Think Pair Share cooperative learning models at SMA Negeri 1 Dolok Masihul . This type of research is quasi-experimental. The population in this study were all students of class X Semester I of SMA Negeri 1 Dolok Masihul consisting of  7 classes with a total of 252 students. Sampling was done by simple random sampling by taking 2 classes from 7 classes randomly, namely experimental class 1, amounting to 36 people and experimental class 2, totaling 36 people. The instrument used to determine students' mathematical communication skills is a mathematical communication ability test that has been validated in the form of a description. The results showed that the pretest and posttest data from experimental class 1 using Jigsaw learning model and experimental class 2 with Think Pair Share learning model obtained the average value of the experimental class 1 pretest of 53.4722 and posttest of 81.7708 and the average value The experimental class 2 for pretest was 51,3888 and posttest was 78,2986. The results of the two-way t test with dk = 70 and a = 0.05, obtained pretest data with t count = 0.6946 and t table = 1.6698 so that t table> tcalculation is 1.6698> 0.6946 then H0 is accepted, thus concluded that before being treated the students have the same initial ability. Whereas in the posttest data it was found that tcalculation> ttable is 1.6971> 1.6698, which means that Ha ha can reach the conclusion that there are differences in students' mathematical communication skills taught by using Jigsaw and Think Pair Share cooperative learning models at SMA Negeri 1 Dolok Masihul.Keyword : Model Cooperative Learning Jigsaw and Think Pair Share, Mathematical Communication
COMPARATIVE OF ABILITY OF COMMUNICATION MATHEMATIC STUDENTS USING COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE TEAMS GAMES TOURNAMENT AND MAKE A MATCH IN SMA NEGERI 1 SILAU KAHEAN Ati . Purba; Edy . Surya
INSPIRATIF : JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 2 (2019): Inspiratif : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.006 KB) | DOI: 10.24114/jpmi.v5i2.14972

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MM. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian posttest Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA, yang terbagi dari dua kelasdan sampel penelitian adalah seluruh kelas, yaitu kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen A dengan jumlah 30 siswa yang diberi perlakuan, yaitu pengajaran materi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, kemudian kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen B dengan jumlah 30 siswa yang diberi perlakuan, yaitu pengajaran materi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MM. Sebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu diuji normalitas data dengan menggunakan uji Liliefors dan homogenitas data menggunakan uji F. Setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen A diperoleh nilai rata-rata posttest adalah 83 sedangkan pada kelas eksperimen B nilai rata-rata posttest adalah 78,92. Setelah data terbukti berdistribusi normal dan homogen dilakukan uji hipotesis untuk menjawab hipotesis penelitian dengan menggunakan uji t pihak kanan. Dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung (1,7828) > ttabel (1,67155), maka Ha diterima. Dengan demikian disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Kata Kunci : kemampuan komunikasi matematis, TGT, MM