Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN DRAINASE ANTARA METODE PRECAST DAN CAST IN SITU Adi Maryanto; Ruspiansyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v5i1.980

Abstract

Metode Precast dan metode Cast in Situ merupakan metode pekerjaan drainase dengan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Pelaksanaan Metode Precast dan Cast in Situ pada pekerjaan drainase belum bisa dikatakan tepat, sehingga perlu dilakukan analisa perbandingan mengenai biaya dan waktu pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar efisiennya kedua metode tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah dengan perbandingan hasil antara metode Precast dan metode Cast in Situ. Data yang diolah berupa data sekunder yang didapat dari kontraktor pelaksana. Untuk penyusunan penelitian ini meliputi studi pustaka atau literatur, pengumpulan data, perhitungan volume, metode pelaksanaan dan analisa harga satuan dan biaya. Lokasi studi berada di PLTU Suralaya Banten. Berdasarkan perhitungan volume, analisa harga satuan pekerjaan, rencana anggaran biaya, analisa produktifitas pekerjaan diperoleh hasil untuk biaya metode Cast in Situ sebesar Rp 5.543.804.100,00 dan biaya metode Precast sebesar Rp 3.994.718.900,00. Waktu pekerjaan menggunakan metode Cast in Situ memerlukan waktu 116 hari sedangkan untuk waktu pekerjaan metode Precast selama 29 hari. Jumlah pekerja metode Cast in Situ sebanyak 64 pekerja dan metode Precast sebanyak 17 orang. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan metode Precast ialah metode yang paling efisien digunakan.
PERHITUNGAN DAYA DUKUNG FONDASI TANGKI PANEL 16M3 DI STO ULIN A.YANI KOTA BANJARMASIN Muhammad Firdaus; Luki Wicaksono; Ruspiansyah; Rinda Meilatul Janah
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i1.1515

Abstract

Kuat dan aman merupakan syarat mutlak berdirinya suatu konstruksi, semua kontruksi yang direncanakan akan ditopang oleh tanah. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui sebrapa besar daya dukung tiang pancang tunggal dan kelompok yang bekerja pada fondasi Tangki Panel 16 m3. Perhitungan untuk daya dukung fondasi tiang pancang kayu galam menggunakan data Sondir dengan 2 metode yaitu metode deRuiter & Beringen dan Metode Schmertmann dan Nottingham (1975) dan untuk menghitung beban yang bekerja pada bangunan menggunakan perhitungan manual. Berdasarkan hasil perhitungan bebean struktur atas yang bekerja sebesar 21,0325 ton, dapat disimpulkan menggunakan metode Schmertmann-Nottingham fondasi aman terhadap beban yang bekerja dikarenakan Qgroup lebih besar dari beban yang bekerja, sedangkan dari hasil perhitungan menggunakan metode deRuiter & Beringen fondasi tidak aman terhadap beban yang bekerja dikarenakan Qgrup lebih kecil dari beban yang bekerja.
Alternative Design of Steel-Based Approach Structure for Pedestrian Suspension Bridge: A Case Study in Lobang Baru Village, Indonesia Ruspiansyah; M. Firdaus; Agung Pranata
Sustainable Civil Building Management and Engineering Journal Vol. 2 No. 4 (2025): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scbmej.v2i4.4985

Abstract

This research investigates an alternative structural design for the approach bridge of a pedestrian suspension bridge by replacing reinforced concrete with structural steel to address construction challenges in remote areas. The study focuses on the Lobang Baru Pedestrian Suspension Bridge in Banjar Regency, South Kalimantan, where the Kulur Tengah side faces significant logistical constraints including limited accessibility, frequent river flooding, and inadequate transportation infrastructure for concrete materials. Using finite element modeling analysis, two structural systems were comprehensively evaluated: the existing reinforced concrete design and a proposed steel-based alternative. The steel alternative design employs H-shaped steel sections for main girders (H350x350-12/19), diaphragms (H200x200-8/12), and cross girders (H300x300-10/15), with hollow structural sections (HSS 508x9.5) for columns and 8mm steel deck plates. Results demonstrate substantial improvements: total structural weight decreased by 72.2% from 55.92 tons to 15.55 tons, with the weight per unit length reduced from 3.43 ton/m to 0.65 ton/m. The steel design eliminated 23.79 m³ of concrete from the superstructure while requiring only a single support at the pillar block instead of dual supports at both pillar and anchor blocks, thereby reducing structural complexity and foundation loads. Although substructure concrete volume increased by 27.12 m³ due to the separate abutment construction, the overall design significantly improves constructability through prefabrication, modular assembly, and reduced vulnerability to environmental conditions. These findings validate the technical and practical feasibility of steel-based approach structures for pedestrian suspension bridges in challenging rural environments, offering a replicable solution for similar infrastructure projects across Indonesia and other developing regions facing comparable geographic and climatic constraints.