Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEKERABATAN BAHASA MINANGKABAU, MELAYU RIAU DAN ACEH Eny Setyowati; Nimas Permata Putri
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kekerabatan bahasa Minangkabau, Melayu Riau dan Aceh. Metode pengumpulan data berupa metode simak dengan teknik lanjutan tulis dengan berdasar 200 kosakata Morris Swaddes. Data yang ditemukan kemudian dianalisis dengan menggunakan Leksikostatistik. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui kekerabatan bahasa Minangkabau, Melayu Riau dan Aceh ditunjukkan dari kata berkerabat yang berjumlah 69, terdiri dari berkerabat identik berjumlah 10 kata. Berkerabat mirip secara fonetis 50 Kata. Berkerabat berbeda satu fonem berjumlah 3 Kata. Pasangan berkerabat berkorespondensi fonemis berjumlah 6 kata. Sedang kata tidak berkerabat yaitu 131 kata. Persentase tingkat kekerabatan bahasa Minangkabau, Melayu Riau dan Aceh adalah 35% dengan tingkat kategori kekerabatan rumpun atau stock.
Kearifan Lokal sebagai Bahan Ajar Mata pelajaran Bahasa Indonesia di Kabupaten Pacitan (Pendampingan Pengembangan Bahan Ajar untuk Guru) Arif Mustofa; Eny Setyowati
Journal of Social Empowerment Vol. 1 No. 2 (2016): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.945 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia, dirasakan kurang menarik bagi siswa dan cenderung membosankan. Salah satu penyebabnya, guru tidak memiliki motivasi untuk menyusun bahan ajar yang manarik. Guru tidak memiliki motifasi disebabkan pengetahuan terhadap pengembangan bahan ajar sangat kurang. Guru bahasa Indonesia jarang mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah. Selain itu, di sekolah tidak tersedia sarana dan prasarana penunjang pembelajaran Bahasa Indonesia. Akibatnya guru kurang terampil mengembangkan bahan ajar. Berdasar permasalah di atas, maka perlu ada upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di Kabupaten Pacitan. Salah satu upaya tersebut yaitu dengan cara menambah ketrampilan guru membuat bahan ajar berbasis kearifan lokal. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah: (a) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru bahasa Indonesia dalam pembuatan bahan ajar berbasis kearifan lokal, (b) melatih dan memberi pendampingan guru bahasa Indonesia memanfaatkan kearifan lokal sebagai bahan karya tulis sastra. Pelaksanaan program ini disusun secara sistematis pada alur kerja dengan pendekatan : 1) Partisipatif, 2) Penyadaran; 3) Pembelajaran (teori dan praktik), serta 4) Pendampingan.