Salah satu permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia, dirasakan kurang menarik bagi siswa dan cenderung membosankan. Salah satu penyebabnya, guru tidak memiliki motivasi untuk menyusun bahan ajar yang manarik. Guru tidak memiliki motifasi disebabkan pengetahuan terhadap pengembangan bahan ajar sangat kurang. Guru bahasa Indonesia jarang mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah. Selain itu, di sekolah tidak tersedia sarana dan prasarana penunjang pembelajaran Bahasa Indonesia. Akibatnya guru kurang terampil mengembangkan bahan ajar. Berdasar permasalah di atas, maka perlu ada upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di Kabupaten Pacitan. Salah satu upaya tersebut yaitu dengan cara menambah ketrampilan guru membuat bahan ajar berbasis kearifan lokal. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah: (a) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru bahasa Indonesia dalam pembuatan bahan ajar berbasis kearifan lokal, (b) melatih dan memberi pendampingan guru bahasa Indonesia memanfaatkan kearifan lokal sebagai bahan karya tulis sastra. Pelaksanaan program ini disusun secara sistematis pada alur kerja dengan pendekatan : 1) Partisipatif, 2) Penyadaran; 3) Pembelajaran (teori dan praktik), serta 4) Pendampingan.