This Author published in this journals
All Journal Publiciana
Dwi Iriani Margayaningsih
Universitas Tulungagung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA PEMERINTAH KABUPATEN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN KOTA PADA PROGRAM ADIPURA Margayaningsih, Dwi Iriani
Jurnal PUBLICIANA Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Tulungagung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.955 KB)

Abstract

                                                        ABSTRAKPenghargaan Adipura merupakan salah satu program pemerintah Indonesia untuk mendorong pemerintah daerah mewujudkan kota yang berkelanjutan baik secara ekologis, sosial, dan ekonomi dengan tetap mendorong prinsip-prinsip Good Governance. Lingkungan yang hijau, indah, dan menarik sebagai salah satu komponen penilaian, memiliki bobo ttinggi, aspek in ikemudian menjadi focus perhatian pemerintah daerah di berbagai kota yang ingin memperoleh penghargaan Adipura.   ,Kota jika tidak dikelola dengan baik, sebaliknya kota akan menjadi pusat “malapetaka” (urban ills), seperti kemacetan (pencemaran udara, kebisingan, ISPA, dan stress), banjir (krisis air bersih, rob, abrasi, dan penurunan muka tanah), permasalahan sosial (kampong kumuh, kriminalitas, pengangguran, dan kesenjangan kaya-miskin), serta tata ruang (infrastruktur, transportasi, sampah, dan limbah).            Oleh karena itu kota dituntut kompetitif dan layak huni sehingga muncul berbagai konsep kota, seperti kota kreatif (creative city), kota hijau (green city, garden city, danecocity), kota layak huni (liveable city), kota cerdas (smart city), dan kota berketahanan/ tangguh (resilient city). Sehingga kota dengan pembangunan yang berkelanjutan, dapat mewujudkan kesadaran kolektif akan keterbatasan sumberdaya alam dan lingkungan untuk menopang pembangunan di masa mendatang.
PERAN MASYARAKAT DALAM KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA Margayaningsih, Dwi Iriani
Jurnal PUBLICIANA Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Tulungagung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.226 KB)

Abstract

ABSTRAKPemberdayaan merupakan proses, cara, perbuatan yang membuat berdaya, yaitu kemampuan untuk melakukan sesuatu atau kemampuan bertindak yang berupa akal, ikhtiar atau upaya untuk mengembangkan berbagai aspek kehidupan masyarakat baik material maupun spiritual guna mencapai cita-cita dan tujuan suatu bangsa. Proses pemberdayaan tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi dengan keikutsertaan dan partisipasi masyarakat sehingga berdaya guna.Masalah yang diteliti adalah bagaimana peran masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dari faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Waung.Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian diskriptif kualitatif karena peneliti ingin memberikan gambaran yang jelas tentang peran masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.Hasil penelitian mangenai peran masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa, dengan focus penelitian peran masyarakat sebagai pelaku, partisipan dan sebagai peserta menunjukkan kategori baik.Faktor pendukung pemberdayaan dalam kegiatan masyarakat adalah motivasi dan kebijaksanaan pemerintah sedangkan faktor penghambat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah anggaran dan sarana prasarana.ABSTRACTEmpowerment is a process, method, action that makes power, namely the ability to do something or the ability to act in the form of reason, effort or effort to develop various aspects of people's lives both materially and spiritually in order to achieve the ideals and goals of a nation. The empowerment process does not happen by itself, but with the participation and participation of the community so that it is efficient.The problem examined is how the role of the community in community empowerment activities from supporting and inhibiting factors in community empowerment activities in Waung Village.The research method used is descriptive qualitative research method because researchers want to provide a clear picture of the role of society in community empowerment activities.The results of the study deal with the role of the community in community empowerment activities in the village, with a focus on research on the role of the community as actors, participants and as participants showing good categories. Supporting factors for empowerment in community activities are motivation and government policies while the inhibiting factor in community empowerment activities is the budget and infrastructure.
UPAYA PEMERINTAH KABUPATEN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN KOTA PADA PROGRAM ADIPURA Dwi Iriani Margayaningsih
Publiciana Vol. 10 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                        ABSTRAKPenghargaan Adipura merupakan salah satu program pemerintah Indonesia untuk mendorong pemerintah daerah mewujudkan kota yang berkelanjutan baik secara ekologis, sosial, dan ekonomi dengan tetap mendorong prinsip-prinsip Good Governance. Lingkungan yang hijau, indah, dan menarik sebagai salah satu komponen penilaian, memiliki bobo ttinggi, aspek in ikemudian menjadi focus perhatian pemerintah daerah di berbagai kota yang ingin memperoleh penghargaan Adipura.   ,Kota jika tidak dikelola dengan baik, sebaliknya kota akan menjadi pusat “malapetaka” (urban ills), seperti kemacetan (pencemaran udara, kebisingan, ISPA, dan stress), banjir (krisis air bersih, rob, abrasi, dan penurunan muka tanah), permasalahan sosial (kampong kumuh, kriminalitas, pengangguran, dan kesenjangan kaya-miskin), serta tata ruang (infrastruktur, transportasi, sampah, dan limbah).            Oleh karena itu kota dituntut kompetitif dan layak huni sehingga muncul berbagai konsep kota, seperti kota kreatif (creative city), kota hijau (green city, garden city, danecocity), kota layak huni (liveable city), kota cerdas (smart city), dan kota berketahanan/ tangguh (resilient city). Sehingga kota dengan pembangunan yang berkelanjutan, dapat mewujudkan kesadaran kolektif akan keterbatasan sumberdaya alam dan lingkungan untuk menopang pembangunan di masa mendatang.
PERAN MASYARAKAT DALAM KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA Dwi Iriani Margayaningsih
Publiciana Vol. 11 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemberdayaan merupakan proses, cara, perbuatan yang membuat berdaya, yaitu kemampuan untuk melakukan sesuatu atau kemampuan bertindak yang berupa akal, ikhtiar atau upaya untuk mengembangkan berbagai aspek kehidupan masyarakat baik material maupun spiritual guna mencapai cita-cita dan tujuan suatu bangsa. Proses pemberdayaan tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi dengan keikutsertaan dan partisipasi masyarakat sehingga berdaya guna.Masalah yang diteliti adalah bagaimana peran masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dari faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Waung.Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian diskriptif kualitatif karena peneliti ingin memberikan gambaran yang jelas tentang peran masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.Hasil penelitian mangenai peran masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa, dengan focus penelitian peran masyarakat sebagai pelaku, partisipan dan sebagai peserta menunjukkan kategori baik.Faktor pendukung pemberdayaan dalam kegiatan masyarakat adalah motivasi dan kebijaksanaan pemerintah sedangkan faktor penghambat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah anggaran dan sarana prasarana.ABSTRACTEmpowerment is a process, method, action that makes power, namely the ability to do something or the ability to act in the form of reason, effort or effort to develop various aspects of people's lives both materially and spiritually in order to achieve the ideals and goals of a nation. The empowerment process does not happen by itself, but with the participation and participation of the community so that it is efficient.The problem examined is how the role of the community in community empowerment activities from supporting and inhibiting factors in community empowerment activities in Waung Village.The research method used is descriptive qualitative research method because researchers want to provide a clear picture of the role of society in community empowerment activities.The results of the study deal with the role of the community in community empowerment activities in the village, with a focus on research on the role of the community as actors, participants and as participants showing good categories. Supporting factors for empowerment in community activities are motivation and government policies while the inhibiting factor in community empowerment activities is the budget and infrastructure.