Ahmad Syarkowi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Aspek Interpretasi Pemahaman Konsep Materi Kinematika Gerak Lurus pada Siswa SMAN 6 Kota Bengkulu Wahyu Apridonata; Ahmad Syarkowi; Andik Purwanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i3.6730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran mengenai pemahaman konsep pada materi kinematika gerak lurus pada aspek interpretasi. Metode penelitian yang digunakan yakni menggunakan metode cross sectional. Sampel pada penelitian ini yakni siswa SMAN 6 Kota Bengkulu sebanyak 70 responden. Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa SMAN 6 Kota Bengkulu dikategorikan sedang dalam menjawab soal pemahaman konsep aspek interpretasi khususnya pada materi kinematika gerak lurus dengan persentase rata-rata skornya 35,12%. Instrumen yang digunakan berupa soal pretest pilihan ganda dimana satu soal memiliki lima pilihan jawaban. Berdasarkan hasil test responden terdapat indikator yang ketiga yaitu menjelaskan ciri-ciri gerak jatuh bebas memiliki persentase tertinggi sebesar 45% dan indikator pertama yakni menjelaskan perbedaan gerak lurus dengan kecepatan konstan dan gerak lurus dengan percepatan konstan  memiliki persentase terendah sebesar 30%. Sehingga pemahaman konsep pada siswa SMAN 6 Kota Bengkulu masih dikategorikan sedang. This study aims to analyze the understanding of straight motion kinematics in interpretation. The research method used is a cross-sectional method. This study's sample was SMAN 6 Bengkulu City students, with as many as 70 respondents. Based on the results obtained by students of SMAN 6 Bengkulu City, they are categorized as moderate in answering questions about understanding the concept of interpretation aspects, especially in straight-motion kinematics material, with an average percentage score of 35.12%. The instrument used is in the form of multiple choice pretest questions where one question has five answer choices. Based on the results of the respondent's test, there is a third indicator, namely explaining the characteristics of free fall motion, which has the highest percentage of 45% and the first indicator, which explains the difference between straight motion with constant speed and straight motion with constant acceleration, has the lowest percentage of 30%. So that the understanding of the concept in SMAN 6 Bengkulu City students is still categorized as moderate.
Profil Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Momen Inersia di SMAN 8 Kota Bengkulu Febriani, Herfiza Nia; Ahmad Syarkowi; Eko Risdianto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v14i2.69030

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode Cross Sectional Survey yang bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan proses sains siswa pada materi momen inersia di SMAN 8 Kota Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 8 Kota Bengkulu yang berjumlah 127 orang dengan sampel penelitian yang terdiri dari kelas XI IPA 2 sebanyak 30 orang dan XI IPA 3 sebanyak 32 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesulitan,dan daya beda butir soal-nya dengan Model Rasch. Instrumen tersebut memenuhi kriteria kualitas butir soal. Hampir semua butir soal berada dalam rentang kesesuaian yang diharapkan, sehingga hasil penelitian dapat dipercaya karena didukung oleh instrumen yang valid dan berkualitas. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, Secara keseluruhan keterampilan proses sains siswa SMAN 8 Kota Bengkulu pada materi momen inersia berkategori cukup terampil dengan persentase rata-rata 53,79%. Sedangkan  untuk setiap indikatornya yakni indikator observasi memperoleh  48,39%, indikator klasifikasi 47,58%, indikator interpretasi 43,55%, indikator prediksi 35,89%, yang seluruhnya berada pada kategori cukup terampil, sementara indikator komunikasi berkategori sangat terampil dengan persentase rata-rata 93,55%.