Sudarti Sudarti
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Hukum Pidana Perzinaan di Malaysia dan Brunei Darussalam Sudarti Sudarti
El-Mashlahah Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/elma.v11i1.2643

Abstract

 Malaysia and Brunei Darussalam are country which is being in  Southeast Asia Area, the majority is population of religion islam. Both of them have equality and difference in applying islamic law about criminal sanction in adultery such as contained in Enakmen Jenayah Syariáh Selangor Number 9 in 1995 and Kanun Jenayah Syariáh Brunei Darussalam.  The research is aim to analysis the problem of criminal sanction in adultery Enakmen Syariáh Selangor Number 9 in 1995 and Kanun Jenayah Syariah Brunei Darussalam that used maqasid syariah such as methodology. Type of research will  be used library research by  analytical descriptive method. The results show the aspect of daruriyyah, who applied by punishment for the adultere are the aspect of keeping offspring  (hifdz al-asl). The aspect is related to children’s rights and  the civil relationship between a child with their biological parents.Keywords: the crime of adultery, Enakmen Jenayah Syari'ah Selangor Number 9 of 1995, Kanun Jenayah Syari'ah Brunei Darussalam, maqasid ash-sharia.Malaysia dan Brunei Darussalam merupakan negara yang berada di kawasan Asia Tenggara yang memiliki penduduk yang mayoritasnya beragama Islam. Kedua wilayah ini memiliki persamaan maupun perbedaan dalam pemberlakuan syariat Islam tentang penerapan sanksi tindak pidana perzinaan di wilayahnya sebagaimana yang terdapat dalam Enakmen Jenayah Syari’ah Selangor Nomor 9 Tahun 1995 dan Kanun Jenayah Syari’ah Brunei Darussalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persoalan tindak pidana perzinaan dalam Enakmen Jenayah Syari’ah Selangor Nomor 9 Tahun 1995 dan Kanun Jenayah Syari’ah Brunei Darussalam dengan menggunakan maqa>s{id asy-syari>’ah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek d{aru>ri>yyat yang berkenaan dengan hukuman bagi pelaku zina adalah aspek pemeliharaan keturunan (h{ifż al-nasl). Aspek ini merupakan aspek yang berkaitan dengan hak-hak anak dan hubungan keperdataan seorang anak dengan orangtua kandungnya, dalam hal ini adalah ayah biologisnya.Kata Kunci: tindak pidana perzinaan, Enakmen Jenayah Syari’ah Selangor Nomor 9 Tahun 1995, Kanun Jenayah Syari’ah Brunei Darussalam, maqa>s{id asy-syari>’ah.
Hukum Qishash Diyat: Sebuah Alternatif Hukuman Bagi Pelaku Kejahatan Pembunuhan Berencana di Indonesia Sudarti Sudarti
YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Vol 12, No 1 (2021): YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/yudisia.v12i1.8991

Abstract

The research is purpose to know a provision of punishment qishash diyat which is in islamic law and to see what punishment of qishash diyat can be applyed as alternative for sanction of criminal act murder planned (deliberate) in Indonesia. In this case, it is consequence from deliberate murder plus persecution, theft, plunder and mutilation limbs of the victim. The research methodology that have been used is kualitative methodology. The result of research show that punishment of qishash on islamic law as alternative of sanction by them.  Because of punishment it is be value more ensuring to justice, not only doer but also victim. Punishment of qishash diyat can make person where he will not do criminal acting. So, it used as instrument general prevention and special prevention also as learning to see that be importance to keep rights every human being and not violating.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketentuan hukuman qishash diyat yang ada dalam hukum Islam dan untuk melihat hukuman qishash diyat apa yang dapat diterapkan sebagai alternatif sanksi pidana pembunuhan berencana (sengaja) di Indonesia. Dalam hal ini merupakan akibat dari pembunuhan yang disengaja ditambah penganiayaan, pencurian, perampasan dan pemotongan anggota tubuh korban. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukuman qishash dalam hukum Islam sebagai alternatif sanksi oleh mereka. Karena hukuman itu menjadi nilai lebih menjamin keadilan, tidak hanya pelaku tetapi juga korban. Hukuman qishash diyat dapat membuat seseorang tidak melakukan tindak pidana. Jadi, digunakan sebagai instrumen pencegahan umum dan pencegahan khusus juga sebagai pembelajaran untuk melihat pentingnya menjaga hak setiap manusia dan tidak melanggar.