M. Mansyur Romi M. Mansyur Romi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model terapi gen menggunakan sel fibroblas rekombinan yang dibungkus mikrokapsul. Suatu Kajian In Vivo M. Mansyur Romi, M. Mansyur Romi
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 28, No 03 (1996)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.011 KB)

Abstract

Current approaches to human gene therapy focus on insertion of a desired gene into autologous cells such as fibroblasts. hepatocytes, bone marrow stem cells or lymphocytes. An alternate strategy to gene therapy through genetic modification of the patients own cells is to implant into different recipients the same engineered cell line under immunologically isolated conditions. This in vivo study shows that human growth hormone (hGH) as a novel reporter gene product from microencapsulated genetically modified mouse cells is detectable in the circulation of allogenic recipient mice. On day 3 of post implantation no hGH was detected, 3 ng/ml of hGH was detected on day 12 and increased during the next 9 days up to 10-fold. The high level of hGH was maintained during days 21 - 33 post implantation and went down afterward to the baseline on day 45. No hGH was detected in the control mouse implanted with the same amount of free recombinant cells.Key Words: Gene therapy - autologous cells - genetic modification - recombinant cells - lymphocytes
Secretion of a Novel Gene Product through Micro-encapsulated Recombinant Cells a Preliminary Report M. Mansyur Romi, M. Mansyur Romi
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 26, No 03 (1994)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.057 KB)

Abstract

Galur sel hasil rekayasa genetik yang berada dalam kondisi terisolasi secara imunologis diharapkan dapat diimplantasikan kepada beragam penerima. Dengan demikian tersedia strategi altematif bagi terapi gena, yang umumnya bergantung kepada modifikasi genetik terhadap sel dari penderita sendiri. Penelitian ini mengamati ekspresi hormon pertumbuhan manusia (HPM) dari hasil rekayasa genetik sel mencit yang ditempatkan di dalam membran imunoprotektif secara in vitro.Sel mencit Ltk" ditransfeksi dengan plasmid pNMG yang mengicode gena HPM dan gena resistensi terhadap G418. Sel-sel yang mensekresi HPM dalam jumlah banyak dipilih untuk dibungkus dengan mikrokapsul berdiameter 300nm yang terbuat dari bahan alginate — polylysine — alginate. Prosedur pengkapsulan tidak mengganggu kelangsungan hidup sel, terbuicti bahwa lebih dari 95% sel masih tetap hidup seusai pengkapsulan. Sepanjang percobaan selama 3 minggu angka sel yang hidup dapat dipertahankan sekitar 90%, jumlah sel di dalam mikrokapsul meningkat lebih dari sepuluh kali lipat, dan HPM di dalam media juga meningkat konsentrasinya. Membran mikrokapsul cukup permeabel, dari perhitungan pada awal percobaan lebih dari 80% HPM yang disekresi dapat berdifusi ke dalam media. Dapat disampaikan bahwa produk gena baru dari galur sel baku hasil rekayasa genetik dapat dihantarkan melewati mikrokapsul dari bahan alginate-polysine-alginate secara in vitro paling tidak selama tiga minggu. Selain itu, prosedur yang dikerjakan cukup memadai bagi kelangsungan hidup sel, lingkungan dalam mikrokapsul dapat mendukung pertumbuhan sel, dan membran kapsul bersifat permeabel bagi produk gena baru.Key words: genetically modified cells-plasmid pNMG-human growth hormone-immuno protection-microcapsule
Model terapi gen menggunakan sel fibroblas rekombinan yang dibungkus mikrokapsul. Suatu Kajian In Vivo M. Mansyur Romi M. Mansyur Romi
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 28, No 03 (1996)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.011 KB)

Abstract

Current approaches to human gene therapy focus on insertion of a desired gene into autologous cells such as fibroblasts. hepatocytes, bone marrow stem cells or lymphocytes. An alternate strategy to gene therapy through genetic modification of the patient's own cells is to implant into different recipients the same engineered cell line under immunologically isolated conditions. This in vivo study shows that human growth hormone (hGH) as a novel reporter gene product from microencapsulated genetically modified mouse cells is detectable in the circulation of allogenic recipient mice. On day 3 of post implantation no hGH was detected, 3 ng/ml of hGH was detected on day 12 and increased during the next 9 days up to 10-fold. The high level of hGH was maintained during days 21 - 33 post implantation and went down afterward to the baseline on day 45. No hGH was detected in the control mouse implanted with the same amount of free recombinant cells.Key Words: Gene therapy - autologous cells - genetic modification - recombinant cells - lymphocytes
Secretion of a Novel Gene Product through Micro-encapsulated Recombinant Cells a Preliminary Report M. Mansyur Romi M. Mansyur Romi
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 26, No 03 (1994)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.057 KB)

Abstract

Galur sel hasil rekayasa genetik yang berada dalam kondisi terisolasi secara imunologis diharapkan dapat diimplantasikan kepada beragam penerima. Dengan demikian tersedia strategi altematif bagi terapi gena, yang umumnya bergantung kepada modifikasi genetik terhadap sel dari penderita sendiri. Penelitian ini mengamati ekspresi hormon pertumbuhan manusia (HPM) dari hasil rekayasa genetik sel mencit yang ditempatkan di dalam membran imunoprotektif secara in vitro.Sel mencit Ltk" ditransfeksi dengan plasmid pNMG yang mengicode gena HPM dan gena resistensi terhadap G418. Sel-sel yang mensekresi HPM dalam jumlah banyak dipilih untuk dibungkus dengan mikrokapsul berdiameter 300nm yang terbuat dari bahan alginate — polylysine — alginate. Prosedur pengkapsulan tidak mengganggu kelangsungan hidup sel, terbuicti bahwa lebih dari 95% sel masih tetap hidup seusai pengkapsulan. Sepanjang percobaan selama 3 minggu angka sel yang hidup dapat dipertahankan sekitar 90%, jumlah sel di dalam mikrokapsul meningkat lebih dari sepuluh kali lipat, dan HPM di dalam media juga meningkat konsentrasinya. Membran mikrokapsul cukup permeabel, dari perhitungan pada awal percobaan lebih dari 80% HPM yang disekresi dapat berdifusi ke dalam media. Dapat disampaikan bahwa produk gena baru dari galur sel baku hasil rekayasa genetik dapat dihantarkan melewati mikrokapsul dari bahan alginate-polysine-alginate secara in vitro paling tidak selama tiga minggu. Selain itu, prosedur yang dikerjakan cukup memadai bagi kelangsungan hidup sel, lingkungan dalam mikrokapsul dapat mendukung pertumbuhan sel, dan membran kapsul bersifat permeabel bagi produk gena baru.Key words: genetically modified cells-plasmid pNMG-human growth hormone-immuno protection-microcapsule