Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CO FIRE (COCO FIBER PILLOW WITH RELAXING AROMATIC SYSTEM) : INOVASI PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA MENJADI KREASI BANTAL MOTIF BATIK CIPRAT DENGAN SEDIAAN AROMATERAPI BERBASIS SOCIO ENTREPRENEURSHIP Feny Yuliana Andriani; Dwi Adi Purnama; Ines Widyarani; Muhammad Rizal; Eva Altayani
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 10 No. 1: Agustus 2018
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COFIRE merupakan upaya dalam mengurangi limbah sabut kelapa dengan memanfaatkannya menjadi bantal edukasi berbasis kebudayaan dengan menggunakan kain batik ciprat hasil karya anak disabilitas sebagai pelapis bantal dan pemberian aroma terapi olahan tanaman Lavender. Yogyakarta merupakan salah satu kawasan yang kaya akan potensi perkebunan kelapa. Masyarakat Yogyakarta dapat meningkatkan kesejahteraan melalui bisnis ini. Pemanfaatan sabut kelapa salah satunya dapat dijadikan sebagai pengganti penggunaan dacron dan kapuk berlebih pada isi bantal. Dacron dan kapuk berlebih memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia. Disisi lain, bantal aromaterapi dapat mengurangi tingkat insomnia pada masyarakat. Aroma terapi dihasilkan dari tanaman Lavender yang telah melalui proses destilasi uap dan kromatografi gas sehingga akan menghsilkan minyak astiri Lavender. Aromaterapi diberikan pada bahan utama yaitu sabut kelapa dan juga terdapat filter aromaterapi yang dapat diisi kembali ketika sudah habis sehingga pengguna dapat nyaman saat menggunakan bantal ini. Penjahitan produk sabut kelapa ini menggunakan socio entrepeneurship lulusan anak berkebutuhan khusus untuk meningkatkan pendapatan mereka secara finansial.
PEMANFAATAN LIMBAH PINUS MENJADI BIO PESTISIDA ASAP CAIR SEBAGAI SOLUSI ZERO LOSSES PINE FOREST DI DESA POGALAN KECAMATAN PAKIS Dwi Adi Purnama; Bella Azis Dewanti Putri; Nashtiti Aliafari; Febri Wahyudi; Diora Ananda
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 10 No. 1: Agustus 2018
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Hutan Pinus salah satunya berada di Desa Pogalan Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah. Hutan Pinus Kragilan merupakan wisata yang di kelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu dan masyarakat Desa Pogalan. Peningkatan pinus yang dihasilkan di Kabupaten Magelang, terutama di Desa Pogalan, Kecamatan Pakis dapat mengakibatkan peningkatan jumlah bunga dan daun pinus yang berserakan di daerah tersebut. Limbah hasil tumbuhan pinus seperti bunga dan daun pinus belum di tangani secara maksimal di daerah tersebut sehingga dapat menjadi penumpukan bunga dan daun pinus yang dapat berupa pencemaran lingkungan. Limbah pinus (bunga dan daun pinus) dapat dianfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi di daerah tersebut. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan ini yang berupa pelatihan pengolahan limbah pinus (bunga dan daun) menggunakan metode filosofi Kaizen, yang meliputi tahap PDCA (Plan-Do-Check-Action). Filosofi Kaizen adalah proses manajemen yang berupa perbaikan terus-menerus. Hasil yang diperoleh berdasarkan metode PDCA, masyarakat dapat melakukan aktivitas program dan membuat bio pestisida asap cair yang akan digunakan untuk mengatasi permasalahan hama tanaman sayur di desa Pogalan.