Rohayati Suprihatini
Lembaga Riset Perkebunan Indonesia Jl. Salak 1A Bogor 16151

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Daya Saing Ekspor Teh Indonesia di Pasar Teh Dunia Rohayati Suprihatini
Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v23n1.2005.1-29

Abstract

EnglishThe purposes of this study was to analyze competitive position of Indonesian tea in the world market using Constant Market Share (CMS) approach. The result show that export growth of Indonesian tea was lower than world tea export growth due to (1) product composition problem; (2) distribution aspect problem; and (3) low competitiveness of Indonesian tea. To increase the growth of Indonesian tea export, exporters should increase tea export in form of down-stream products as well as bulk green tea. Competitive position of Indonesian tea is lower than  that other  tea producing countries, except Bangladesh.       IndonesianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi daya saing teh Indonesia di pasar teh dunia dengan menggunakan pendekatan Constant Market Share (CMS).  Data statistik menunjukkan bahwa pertumbuhan ekspor teh Indonesia jauh di bawah pertumbuhan ekspor teh dunia. Masalah tersebut disebabkan karena (1) komposisi produk teh yang diekspor Indonesia kurang mengikuti kebutuhan pasar; (2) negara-negara tujuan ekspor teh Indonesia kurang ditujukan ke negara-negara pengimpor teh yang memiliki pertumbuhan impor teh tinggi; dan (3) daya saing teh Indonesia di pasar teh dunia yang masih lemah. Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekspor teh Indonesia, diperlukan upaya untuk meningkatkan komposisi produk teh melalui peningkatan ekspor teh Indonesia dalam bentuk produk-produk hilir dan teh hijau curah.  Selain itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengaruh distribusi pasar. Pada aspek daya saing, posisi daya saing teh Indonesia lebih lemah dibandingkan negara-negara produsen teh lainnya, kecuali Bangladesh.
Daya Saing Ekspor Teh Indonesia di Pasar Teh Dunia Rohayati Suprihatini
Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v23n1.2005.1-29

Abstract

EnglishThe purposes of this study was to analyze competitive position of Indonesian tea in the world market using Constant Market Share (CMS) approach. The result show that export growth of Indonesian tea was lower than world tea export growth due to (1) product composition problem; (2) distribution aspect problem; and (3) low competitiveness of Indonesian tea. To increase the growth of Indonesian tea export, exporters should increase tea export in form of down-stream products as well as bulk green tea. Competitive position of Indonesian tea is lower than  that other  tea producing countries, except Bangladesh.       IndonesianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi daya saing teh Indonesia di pasar teh dunia dengan menggunakan pendekatan Constant Market Share (CMS).  Data statistik menunjukkan bahwa pertumbuhan ekspor teh Indonesia jauh di bawah pertumbuhan ekspor teh dunia. Masalah tersebut disebabkan karena (1) komposisi produk teh yang diekspor Indonesia kurang mengikuti kebutuhan pasar; (2) negara-negara tujuan ekspor teh Indonesia kurang ditujukan ke negara-negara pengimpor teh yang memiliki pertumbuhan impor teh tinggi; dan (3) daya saing teh Indonesia di pasar teh dunia yang masih lemah. Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekspor teh Indonesia, diperlukan upaya untuk meningkatkan komposisi produk teh melalui peningkatan ekspor teh Indonesia dalam bentuk produk-produk hilir dan teh hijau curah.  Selain itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengaruh distribusi pasar. Pada aspek daya saing, posisi daya saing teh Indonesia lebih lemah dibandingkan negara-negara produsen teh lainnya, kecuali Bangladesh.