p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Perpustakaan
Teguh Prasetyo Utomo
Universitas Islam Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

POTENSI IMPLEMENTASI INTERNET OF THINGS (IOT) UNTUK PERPUSTAKAAN Teguh Prasetyo Utomo
Buletin Perpustakaan Vol. 2 No. 1 (2019): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masuknya Era Revolusi Industri 4.0 dimana keberadaan Internet of Things (IoT) menjadi salah satu ciri utamanya telah membuat perubahan yang sangat signifikan di berbagai sektor kehidupan. IoT dipandang sebagai sebuah solusi cerdas yang menjadikan manusia danĀ  berbagai benda; objek ataupun perangkat yang ada di alam nyata bisa saling terhubung dan saling berkomunikasi dalam sebuah sistem yang terintegrasi dengan menggunakan jaringan internet sebagai penghubungnya. Hal ini memiliki tujuan agar manusia penggunanya bisa mengambil informasi semua benda; objek; atau perangkat tersebut kapan pun dan di manapun, untuk kemudian bisa mengambil keputusan untuk melakukan suatu tindakan yang tepat berdasarkan informasi tersebut. Dalam bidang perpustakaan, IoT menjadi salah satu bentuk inovasi yang revolusioner. Perpustakaan yang semula hanya sebagai sebuah bangunan berisikan deretan buku-buku tecetak yang hanya berkutat pada penyediaan koleksi dan layanan perpustakaan, kini tidak lagi. Dengan mengimplementasikan IoT, perpustakaan mampu menjadi suatu institusi informasi yang tidak hanya menyediakan koleksi dan layanan, tapi juga memberikan nilai tambah bagi pemustakanya. Beberapa bentuk potensi dari implementasi IoT di perpustakaan antara lain adalah (1) Literasi Informasi, (2) Akses Terhadap Perpustakaan dan Koleksinya, (3) Manajemen Koleksi, (4) Layanan Rekomendasi, (5) Layanan Berbasis Lokasi, dan (6) Manajemen Peralatan.
LITERASI INFORMASI DI ERA DIGITAL DALAM PERSPEKTIF AJARAN ISLAM Teguh Prasetyo Utomo
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa di era digital saat sekarang ini terjadi apa yang kita kenal dengan sebutan ledakan informasi (information explosion). Problematika atas ledakan informasi dapat dilihat dari meningkatnya produksi maupun distribusi beraneka ragam informasi melalui media digital. Beragam informasi bercampur dan tersebar ke public, sehingga diperlukan keterampilan bagi publik untuk bisa memilah dan memilih informasi secara cepat, tepat dan efektif yang sudah kita kenal dengan istilah literasi informasi (information literacy skill). Dalam perspektif ajaran Islam pun kita bisa menemukan ajaran yang membahas tentang pentingnya literasi informasi ini. Dalam menerima informasi, umat Islam diajarkan untuk tidak serta merta menelan mentah-mentah informasi tersebut tanpa melakukan terlebih dahulu tabayyun atau klarifikasi terhadap informasi terkait. Dengan demikian, ketika publik memiliki kemampuan literasi informasi yang baik, maka dampak negatif yang ditimbulkan dari ledakan informasi yang terjadi di era digital saat ini akan bisa diminimalisai.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BLOCKCHAIN DI PERPUSTAKAAN : PELUANG, TANTANGAN DAN HAMBATAN Teguh Prasetyo Utomo
Buletin Perpustakaan Vol. 4 No. 2 (2021): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blockchain adalah teknologi yang berbasis pada kriptografi yang menggunakan prinsip distributed ledgers (buku besar terdistribusi) yang memberikan beragam keunggulan terutama dalam hal keamanan. Penggunaan distributed ledgers sebagai dasar dari teknologi blockchain ternyata sangat mirip dengan konsep yang sudah sangat familiar di kalangan perpustakaan, yaitu LOCKSS (Lots of Copies Keep Stuff Save). Di sinilah titik temu antara teknologi blockchain dengan perpustakaan. Berawal dari sinilah terbuka kemungkinan-kemungkinan bagi perpustakaan untuk mengimplementasikan teknologi blockchain.Berbagai potensi yang bisa diaplikasikan dari teknologi blockchain bagi perpustakaan di antaranya adalah : pengadaan dan pemeliharaan bahan pustaka, inovasi layanan sirkulasi, katalogisasi, jaminan perlindangan data pribadi dan kartu anggota perpustakaan, penerbitan e-book, dukungan untuk publikasi ilmiah dan manajemen hak digital, manajemen koleksi khusus, dukungan penelitian, literasi keuangan, dan analisis perpustakaan. Akan tetapi di sisi lain, terdapat juga tantangan dan hambatan yang menyertai dalam upaya penerapan teknologi blockchain ini di perpustakaan, antara lain : pengetahuan akan teknologi blockchain yang masih terbatas, tantangan untuk bisa memilih blockchain yang tepat, besarnya biaya yang harus dikeluarkan perpustakaan mulai dari biaya pelaksanaan, biaya perawatan hingga ke biaya pengembangan sistem blockchain itu sendiri, serta yang terakhir dan cukup menjadi isu sensitif adalah masih ada beberapa orang di kalangan ilmuan yang berpendapat bahwa masalah keamanan data pribadi di dalam sistem blockchain belum sepenuhnya aman.
OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL UNTUK PEMASARAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Teguh Prasetyo Utomo
Buletin Perpustakaan Vol. 5 No. 1 (2022): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bpuii.24369

Abstract

Media sosial saat ini telah menjelma menjadi alat pemasaran yang sangat populer bagi perpustakaan. Hal ini karena media sosial memungkinkan perpustakaan untuk menjangkau dan melakukan komunikasi dengan penggunanya secara realtime tanpa lagi tersekat oleh batasan ruang dan waktu. Terlebih saat ini pengguna media sosial di Indonesia demikian masif yang mencapai mencapai 191,4 juta pengguna. Hal tersebut tentu menjadi potensi yang luar biasa ketika media sosial bisa dioptimalkan untuk keperluan pemasaran perpustakaan. Dalam melakukan kajian ini penulis menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dari hasil kajian yang dilakukan penulis menemukan bahwa dalam upaya optimalisasi media sosial untuk pemasaran perpustakaan perguruan tinggi ada tujuh langkah yang harus dilakukan, yaitu: 1) membuat perencanaan (planning), 2) membuat akun/kanal media sosial, 3) memahami platform media sosial yang digunakan, 4) membentuk tim, 5) produksi dan publikasi konten, 6) strategi publikasi konten, dan juga 7) monitoring dan evaluasi. Sehingga kemudian bisa disimpulkan bahwa pemasaran perpustakaan melalui media sosial menjadi sangat penting mengingat luasnya cakupan media sosial saat ini. Terlebih untuk perpustakaan perguruan tinggi yang saat ini mayoritas mahasiswanya merupakan generasi Y (milenial) dan generasi Z (Gen-Z) yang sudah sangat karib dengan media sosial. Selain memerlukan berbagai strategi taktis, optimalisasi pemasaran perpustakaan menggunakan media sosial juga perlu mendapat dukungan dan komitmen yang kuat dari pengambil kebijakan/manajemen perpustakaan perguruan tinggi.
Diseminasi Informasi Perpustakaan Melalui Library Lite di Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Neneng Asaniyah; Teguh Prasetyo Utomo
Buletin Perpustakaan Vol. 6 No. 1 (2023): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bpuii.v6i1.28979

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan mengetahui kegiatan diseminasi informasi di Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Jenis penelitian studi kasus menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengambilan data melibatkan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data tersebut dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif untuk memahami pengalaman dan manfaat dari kegiatan Library Lite. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Library Lite ini efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dan memberikan wawasan baru bagi para pustakawan dan staf perpustakaan. Untuk meningkatkan efektivitasnya, Direktorat Perpustakaan UII perlu meningkatkan promosi dan memberikan jadwal yang lebih tepat serta mengurangi hambatan teknis dalam penyampaian materi presentasi. Akan tetapi di sisi lain Library Lite juga dihadapkan pada beberapa kendala, seperti jadwal yang tidak tepat, partisipasi staf yang kurang aktif, dan keterbatasan kemampuan pemateri.