Prasetyo Adi Nugroho
Perpustakaan Universitas Airlangga

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tren Publikasi Tentang Perpustakaan Di Indonesia Selama Pandemi: Studi Bibliometrik Prasetyo Adi Nugroho
Buletin Perpustakaan Vol. 4 No. 2 (2021): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan pmenjadi jantung akademik perguruan tinggi. Disaat pandemi perpustakaan harus berbenah untuk tetap melayani masyarakat dengan cara yang berbeda. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan tren publikasi tentang perpustakaan pada Scopus oleh penulis Indonesia. studi ini menggunakan pendekatan bibliometrik dengan data skunder yang diambil dari website Scopus berbayar. Hasil studi menunjukkan bahwa  kata kunci “academic libraries” menjadi populer pada bulan kedua tahun 2020. Kata kunci berdasarkan penulis terbanyak serta indeks terbanyak menunjukkan hasil yang sama, yakni “academic libraries” sebagai tren topik yang populer pada bulan kedua tahun 2020.
Rumah Ketigaku Perpustakaan Prasetyo Adi Nugroho
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 9 No. 1 (2019): JANUARI - JUNI 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.694 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v9i1.2019.31-34

Abstract

Banyaknya fenomena sosial yang terjadi di masyarakat saat ini seringkali dikaitkan dengan dunia perpustakaan. Perpustakaan saat ini masuk ke dalam dinamika sosial yang semakin maju dan berkembang. Perubahan yang semakin dinamis dalam masyarakat mendorong perpustakaan untuk bisa tampil luwes agar dunia perpustakaan bisa diterima oleh pemustaka. Sehingga penyediaan layanan dan kebutuhan pemustaka mendapatkan posisi yang paling utama. Istilah rumah ketiga adalah penggambaran dari perpustakaan yang dijadikan sebagai tempat melakukan berbagai aktivitas kegiatan, keberadaan rumah ketiga saat ini dirasa sangat penting karena perpustakaan dijadikan sarana untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan dari pemustaka. Sebagai tempat ketiga, perpustakaan bisa dijadikan sebagai tempat yang mudah dijangkau dan bisa memberikan kenyamanan bagi pemustaka.
Pengaruh Revolusi Industri 4.0 terhadap Wajah Perpustakaan Perguruan Tinggi Prasetyo Adi Nugroho
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 9 No. 2 (2019): Juli- Desember 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.75 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v9i2.2019.63-66

Abstract

Indonesia telah masuk pada revolusi industri 4.0 dimana hampir segala aspek kehidupan berhubungan dengan dunia digital. Salah satu aspek yang mengalami perubahan signifikan yaitu pada sektor pendidikan. Perpustakaan sebagai penyedia informasi dan koleksi literatur juga ikut berubah. Salah satu perubahan yaitu penggunaan teknologi digital dalam koleksinya melalui penyediaan koleksi e-book dan e-journal. Berbicara mengenai perpustakaan, tidak hanya membahas masalah koleksi pustaka yang dimiliki, masih ada pustakawan yang dapat menjadi nilai jual dan penguat keberadaan perpustakaan. Melalui revolusi industri 4.0 maka peran perpustakaan perguruan tinggi telah bergeser sebagai tempat untuk mencari bantuan dalam proses mengubah informasi menjadi pengetahuan baru sehingga terjadi mobilisasi pengetahuan. Kehadiran Revolusi industri 4.0 telah merubah wajah dari perpustakaan perguruan tinggi terutama terhadap pekerjaan yang bersifat teknis.
Antara Perpustakaan dan Google Ibarat Dua Sisi Mata Uang Djuwarnik .; Prasetyo Adi Nugroho
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 9 No. 2 (2019): Juli- Desember 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.066 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v9i2.2019.83-86

Abstract

Perpustakaan dan google ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dan keduanya saling berkaitan. Keduanya yaitu perpustakaan dan google adalah sama-sama sebuah pusat informasi. Google sampai tahun 2016 telah sukses memindai 30 juta dalam 480 bahasa. Google menyediakan berbagai macam informasi serta hiburan. Mulai dari pelajaran sekolah, film, musik, serta berbagai lainnya. Meskipun perpustakaan tidak dapat menyaingi keunggulan google paling tidak perpustakaan memfasilitasi kemudahan akses untuk memanfaatkan google. Peran perpustakaan dalam hal ini sangatlah penting, karena pustawakan mampu memberikan informasi yang relevan dari sumber yang terpercaya. Pustakawan adalah sumber informasi, kita bisa bertanya seputar kebutuhan yang membutuhkan bukti otentifikasi dari sebuah pernyataan yang akan kita buat. Seperti mata uang, Perpustakaan dan google bisa kita gunakan sebagai sumber referensi kita untuk mencari informasi.
Peran Akses E-Jurnal Internasional untuk Para Mahasiswa Selama masa Work from Home Prasetyo Adi Nugroho
JPUA: Jurnal Perpustakaan Universitas Airlangga: Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan Vol. 10 No. 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.501 KB) | DOI: 10.20473/jpua.v10i1.2020.10-17

Abstract

Pandemi Covid-19 benar benar mengubah tatanan hidup sebagian besar masyarakat di Indonesia. Selama masa  PSBB, semua instansi pendidikan baik sekolah, balai diklat, tempat kursus, maupun universitas meliburkan kegiatan belajar mengajar yang selama ini dilaksanakan dengan tatap muka dikelas. Akses  E-jurnal bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kendala keterbatasan akses literatur pada pendidikan tinggi. studi ini bertujuan untuk menjelaskan akses –jurnal bagi para akademisi. Studi ini menggunakan metode kaulitatif. Data dikumpulkan dengan studi kepustakaan. Temuan data selanjutnya dianalisis dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa Akses  E-jurnal tidak hanya didapat dari berlangganan jurnal, tapi juga dari artikel buatan akademisi yang telah dipublikasikan oleh jurnal tujuan. Selain itu, open access memberikan kemudahan bagi para akademisi dalam menambah literatur yang mereka butuhkan, sehingga bisa melewati situasi work from home dengan tetap produktif. 
Produktivitas Akademisi Perguruan Tinggi Pada Masa Pandemi Covid-19 Dan Hubungannya Pada Publikasi Berstandar Internasional Prasetyo Adi Nugroho
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 12 No. 2 2021
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 membuat pemerintah lokal dan pusat memberlakukakn pembatasan sosial. Hal ini bisa berdampak pada produktivitas masyarakat, terutama akademisi. Data sekunder bisa menjadi solusi untuk membantu penelitian akademisi. Studi ini bertujuan untuk mengobservasi apakah banyak pembatasan pada pandemi corona seperti sekarang berpengaruh terhadap jumlah paper tentang perpustakaan pada universitas top di Indonesia. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Studi ini menggunakan data sekunder yang tersimpan pada halaman website Scopus. Sampel studi ini yakni 5 top universitas indonesia versi webometric. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada penurunan yang signifikan akibat pandemi. Justru 3 universitas mengalami peningkatan jumlah publikasi. Hal ini dikarenakan ketersediaan data sekunder yang melimpah di era digital. Studi ini juga memperlihatkan bahwa karya ilmiah jenis article dan conference paper menjadi favorit bagi akademisi.