Mulyono S.KM., M.Kes
Departemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PETUGAS LABORATORIUM UNTUK TERCIPTANYA LABORATORIUM SAFETY DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS AIRLANGGA Dani Nasirul Haqi; Endang Dwiyanti; Mulyono Mulyono; Putri Ayuni Alayyannur
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.501 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v3i2.2019.58-60

Abstract

Terdapat 56 laboratorium kimia di Universitas Airlangga. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang cukup banyak. Mengingat berbagai kegiatan mahasiswa dilakukan di laboratorium di berbagai fakultas di Universitas Airlangga dengan berbagai bahan kimia yang digunakan. Perlu dilakukan beberapa penyesuaian agar laboratorium kimia di Universitas Airlangga mampu menjadi laboratorium safety seperti penyusunan HIRADC. Pemberdayaan petugas laboratorium demi terciptanya laboratorium yang aman di lingkungan Universitas Airlangga dapat dilakukan dengan kegiatan workshop pembuatan HIRADC dan pendampingan pembuatan HIRADC. Kegiatan workshop pembuatan HIRADC merupakan kegiatan penyegaran kembali terkait penyusunan dokumen HIRADC. Hal ini dikarenakan sudah pernah dilakukan pemberian materi oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan Universitas Airlangga terkait pembuatan dokumen HIRADC. Pihak FKM melakukan pendampingan kepada setiap laboran dalam menyusun dokumen HIRADCnya. Pihak FKM mendatangi setiap laboratorium untuk menganalisisdokumen HIRADC yang sudah ada sebelumnya dan melakukan perbaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya yang ada di setiap laboratorium.
ANALISIS KADAR GLUKOSA DARAH PADA PEKERJA SHIFT PAGI DAN SHIFT MALAM DI SIDOARJO Yulia Indah Wulandari; Mulyono .
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 2 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v2i2.12520

Abstract

Shift kerja selain memiliki beberapa keuntungan juga memiliki dampak negatif salah satunya yaitu dampak fisiologis berupa gangguan metabolisme glukosa darah yang berhubungan dengan hormon adrenalin (epinefrin) akibat gangguan irama sirkadian. Hormon ini dapat memacu laju dan kekuatan denyut jantung sehingga meningkatkan kadar glukosa darah, yang jika diproduksi berlebihan mengakibatkan timbulnya diabetes. Penelitian ini dilakukan di PT. X pada bulan September 2015, bertujuan mempelajari pola shift kerja dan menganalisis kadar glukosa darah pada pekerja shift pagi dan malam serta menentukan upaya pengendalian efek yang ditimbulkan oleh shift kerja di PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total populasi pekerja shift di unit produksi Rolling mill yang diukur kadar glukosa darah acaknya saat bekerja pada shift pagi dan malam, serta tidak menderita diabetes melitus atau hipertensi, dengan jumlah 26 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola shift kerja yang diterapkan di PT.X adalah sistem shift kerja dengan rotasi lambat mingguan dan pola rotasi mundur yakni malam – siang – pagi. Perubahan kadar glukosa darah acak pada sebagian besar responden menunjukkan nilai yang lebih tinggi saat bekerja pada shift malam daripada shift pagi. Berdasarkan hasil penelitian, PT. X disarankan menerapkan pola shift kerja dengan sistem rotasi cepat dan pola rotasi maju (pagi – siang – malam) dan di akhir jadwal shift malam sebaiknya diberi waktu istirahat selama 24 jam serta mengadakan kegiatan olahraga rutin seminggu sekali di lingkungan PT.X.
EVALUASI POSTUR KERJA PENGRAJIN BATIK TULIS ALEYYA BATIK DI YOGYAKARTA Lindawati Lindawati; Mulyono Mulyono
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 1 No. 2 (2018): Maret
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v1i2.16245

Abstract

Membatik merupakan pekerjaan yang terdiri dari beberapa gerakan repetitif. Postur kerja pengrajin batik tulis yang tidak alamiah akan menyebabkan ketidaknyamanan kerja dan keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi postur kerja pada pengrajin batik tulis di Aleyya Batik Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini menggunakan total populasi berjumlah 15 orang pengrajin batik tulis di Aleyya Batik, Yogyakarta. Pengambilan data mengenai postur kerja pengrajin batik tulis yang akan dinilai dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) kemudian dilakukan penilaian keluhan subyektif dengan metode Nordic Body Maps (NBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur kerja pengrajin batik tulis berdasarkan penilaian dengan metode REBA diketahui bahwa postur kerja bagian kanan pengrajin batik tulis tergolong dalam kategori sedang sebesar 86,67% dan postur kerja bagian kiri termasuk dalam kategori sedang sebesar 80,00% sehingga diperlukan tindakan perbaikan. Keluhan subyektif yang dialami oleh pengrajin batik tulis dinilai dengan metode NBM diketahui bahwa sebagian besar tergolong dalam tingkat risiko sedang sebesar 40,00% yang berarti bahwa mungkin diperlukan adanya tindakan perbaikan dikemudian hari. Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa postur kerja kerja pengrajin batik tulis ketika melakukan pekerjaan termasuk dalam kategori sedang. Pemilik Aleyya Batik sebaiknya melakukan perancangan tempat duduk yang disesuaikan dengan antropometri pengrajin batik tulis sehingga postur kerja dapat ergonomis dan tidak menimbulkan terjadinya keluhan subyektif.
Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Unit Saw Mill Industri Kayu Grace Valentiana; Mulyono Mulyono
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 2 (2021): Supp April 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i2.1367

Abstract

Perkembangan industri mengakibatkan semakin tingginya penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Tingginya jumlah tenaga kerja harus disertai dengan peningkatan perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja. Salah satu upaya untuk menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja adalah pengendalian faktor risiko K3 di lingkungan kerja. PT. Bina Megah Indowood sebaai salah satu pabrik pengolahan kayu yang melibatkan beberapa mesin dalam proses kerja dan memiliki berbagai aktivitas berisiko tinggi terutama pada unit saw mill. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan manajemen risiko pada unit saw mill PT. Bina Megah Indowood. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan rancangan cross-sectional. Observasi dilakukan terhadap sumber bahaya dan upaya pengendalian dengan menggunanakan lembar kerja HIRA. Wawancara dilakukan kepada 6 pekerja unit saw mill. Penentuan sample menggunakan metode sampling kuota. Variabel penelitian ini adalah aktivitas produksi, identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko. Hasil identifikasi bahaya ditemukan 14 bahaya di unit saw mill. Hasil penilaian risiko menunjukkan terdapat 1 temuan risiko ekstrem, 9 temuan risiko tinggi, 8 temuan risiko sedang, dan 1 temuan risiko rendah. PT. Bina Megah Indowood belum melaksanakan pengendalian risiko yang sesuai dengan hierarki pengendalian.