M.Kristanto M.Kristanto
PAUD IKIP PGRI SEMARANG

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tipologi Nekrokultural pada Gambar Mahasiswa S 1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IKIP PGRI Semarang Angkatan Tahun 2009/2010 Melalui Analisis Tekstual M.Kristanto, M.Kristanto
PAUDIA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : PAUDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambar yang dihasilkan oleh Mahasiswa PAUD IKIP  PGRI Semarang angkatan tahun 2009/2010 memiliki  kesamaan-kesamaan  atau gejala nekrokultural antara karya satu dengan karya lainnya, baik secara komposisi maupun objek yang divisualisasikan. Penyebabnya adalah ketidakmampuan mahasiswa  berpikir dalam  poros paradigmatik atau asosiatif. Atas dasar tersebut, penelitian ini membuktikan serta memetakan tipologis nekrokultural pada gambar. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi karakteristik  bentuk tipologis  nekrokultural pada karya  gambar mahasiswa angkatan 2009/2010. Penelitian mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis tekstual. Teknik pengambilan data melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan terhadap struktur elemen rupa dengan menggunakan analisis isi sebagai tahapan heuristik dan analisis tema sebagai tahapan hermeneutik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa  70 gambar yang dihasilkan  mahasiswa  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) angkatan tahun 2009/2010 secara paradigmatik dan sintagmatik terdapat tiga kategori. Kategori A, gambar bersifat  monoton dan kurang baik, berjumlah 69 %.   Kategori B, gambar bersifat  sedang,  berjumlah 29 %. Kategori C, gambar bersifat baik, berjumlah 11 %.  Berdasarkan kategorisasi tersebut, maka hanya 11 % saja yang sudah menunjukan tingkat kreativitas secara baik yaitu pada kategori C.  Atas dasar itulah maka saran yang dapat diberikan adalah mahasiswa sebagai calon Guru TK perlu lebih mengembangkan gambar secara lebih kreatif sebagai bekal pengalaman estetik khususnya dalam peningkatan aspek paradigmatik dan sintagmatik. Penelitian lebih lanjut perlu segera dilakukan untuk dapat mengetahui penyebabnya atau faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kata kunci: sintagmatik, paradigmatik, gambar, penanda, dan petanda
Tipologi Nekrokultural pada Gambar Mahasiswa S 1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IKIP PGRI Semarang Angkatan Tahun 2009/2010 Melalui Analisis Tekstual M.Kristanto, M.Kristanto
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v1i1.256

Abstract

Pembangunan gudang logistik Polres Lamongan, sebagai salah satu elemen infrastruktur publik, perlu dilakukan pengawasan dengan tingkat efisiensi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional kepolisian. Beberapa masalah operasional telah muncul yang menghambat penyelesaian tepat waktu. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pengiriman material yang sangat mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam proyek pembangunan Gudang Logistik Polres Lamongan, dengan fokus pada peran kontraktor, supplier, konsultan, dan pemilik proyek. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis regresi linier berganda untuk menentukan hubungan antara variabel independen (lingkungan kerja, keterlambatan material, peralatan, tenaga kerja, dan perubahan desain) dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tenaga kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap keterlambatan proyek, dengan nilai beta 0,455, diikuti oleh perubahan desain yang memiliki pengaruh positif meskipun kecil. Sementara itu, faktor lingkungan kerja, keterlambatan material, dan peralatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Untuk mengatasi keterlambatan, penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam koordinasi antar pihak terkait, manajemen sumber daya yang lebih baik, dan perencanaan yang lebih matang. Penelitian ini memberikan wawasan yang penting untuk meningkatkan pengelolaan proyek konstruksi dan mencegah keterlambatan yang tidak terduga pada proyek-proyek serupa di masa depan.