Agung Pangarso
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI ADAPTASI WARGA DESA WISATA LEREP DI MASA PANDEMI MELALUI KEBERLANJUTAN PENGHIDUPAN Agung Pangarso; Daniel Bayu Anggara
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 3 No. 1 (2021): Juli: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i1.58

Abstract

Kajian dilakukan pada Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang yang terdampak berhentinya kegiatan pariwisata akibat pandemi sejak Maret 2020. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi adaptasi masyarakat di masa pandemi Covid-19 melalui keberlanjutan penghidupan. Analisis dilakukan pada aspek ketahanan warga melalui beberapa sumber penghidupan. Hasil studi menunjukkan bahwa bencana pandemi memberikan kejutan tiba-tiba sehingga aktifitas pariwisata berhenti, kemudian memberikan tekanan kepada warga yang kehilangan pendapatan. Warga desa wisata mempunyai kapasitas bertahan hidup dengan melakukan strategi adaptasi sebagai bentuk respon untuk pulih ke kondisi semula atau menyesuaikan diri baik sosial, ekonomi, dan teknologi agar lebih mudah menghadapi tekanan saat pandemi. Strategi adaptasi untuk bertahan adalah dengan memanfaatkan secara efektif bantuan sosial pemulihan ekonomi dari pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi; membaca dan memenuhi kebutuhan pasar di masa pandemi; dan adaptasi pada jenis wisata alam di masa pandemi. Strategi adaptasi tersebut dapat menjadi sumber penghidupan berkelanjutan yang bisa mendorong tumbuhnya alternatif keragaman penghidupan maupun peralihan penghidupan.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH DESA WISATA DALAM USAHA PENGEMBANGAN EKONOMI PERDESAAN KABUPATEN SEMARANG Agung Pangarso
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 2 No. 2 (2020): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v3i2.84

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor peningkatan nilai tambah desa wisata dalam usaha pengembangan ekonomi lokal di wilayah perdesaan. Studi dilakukan pada dua desa wisata di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yaitu Desa Lerep dan Tegalwaton. Kajian dilakukan terhadap empat strategi peningkatan nilai tambah dengan mengkaji praktek eksisting pada desa wisata dan mengidentifikasi potensi yang perlu didorong menuju terwujudnya peningkatan nilai tambah produk dan jasa. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara mendalam semi terstruktur dengan pelaku dan pemangku kepentingan. Hasil studi menunjukkan bahwa Desa Lerep telah melakukan praktek-praktek yang lebih baik dalam meningkatkan nilai tambah desa wisata dibandingkan Tegalwaton, terutama dalam meningkatkan akses pasar, struktur tata kelola, dan kemitraan. Kapasitas individu, komunitas, dan kelompok usaha maupun pemerintah desa yang lebih baik berpeluang besar meningkatkan nilai tambah. Temuan studi menunjukkan bahwa kemitraan atau kerjasama menjadi elemen kunci sebagai prasyarat peningkatan nilai tambah produk dan jasa. Kemitraan menjadi landasan untuk kerjasama bisnis maupun transfer pengetahuan sehingga komunitas dapat mendapatkan manfaat pengembangan ekonomi lokal.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelayanan Publik Digital Pembayaran E-Retribusi Rumah Susun Sewa di Kabupaten Semarang Agung Pangarso
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 6 No. 2 (2024): Desember : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v6i2.833

Abstract

The payment of rental flats (rusunawa) levies managed by the Semarang Regency DPU was previously carried out in cash. The payment of the levy, which is still conventional, has problems such as late payment, arrears, risk of losing money or can be misused. For this reason, payments need to be improved through digital-based cashless e-retribution. With e-levy, residents can directly pay through banks, ATMs, or various digital platforms such as e-wallets, Qris, and Laku Pandai outlets. This study aims to identify the factors that affect the implementation of e-levy rusunawa in Semarang Regency. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The findings of the study show that the success of digital public services in the form of e-levy payments that are ideated at the preparatory stage (June-August 2024) and operational (starting September 2024) is influenced by several supporting factors, namely: (1) Leadership support in the form of regulations and policies such as the Regent Regulation on Guidelines for the Implementation of Non-Cash Transactions in the APBD; DPRD recommendation to implement e-levy; Decree of the Head of DPU on the Establishment of an Effective Team for the Preparation of e-Levy Flats and SOPs for the Implementation of e-Levy Flats; and the Circular Letter of the Head of DPU on the Implementation of the e-Levy of Rusunawa; as well as the support of the Semarang Regency BKUD; (2) The capacity of government organizations in the form of software in the form of Bank Jateng billing centers and the capacity of human resources managers, especially the willingness of staff to learn and want to change from manual to digital levy management; and (3) The value understood by the rusunawa user community that there are benefits of digital payments, which are easier, faster and more accountable than cash transactions. This public service model with digital payments can be replicated for all types of regional tax and levy payments, especially in Semarang Regency.