Hadiyatno Hadiyatno
FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENYOAL KEHADIRAN KEINDAHAN DAN SENI Hadiyatno Hadiyatno
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.674 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v1i2.1023

Abstract

Sebuah pertanyaan klise sering kita dengar, indah itu yang bagaimana? Apakah yang indah itu harus selalu menampilkan yang cantik, menyenangkan, menyejukan dan memberi ketentraman serta kenyamanan dalam kebahagiaan bathin?. Apakah kehadiran keindahan  dalam karya seni, sebuah jaminan bahwa, itulah karya yang berkualitas dan memiliki  nilai?. lalu bagaimana dengan indah yang secara kasat mata kurang memenuhi kualitas tangkapan inderawi, dalam artian indahnya, perlu pemahaman akan seni. Tetapi sebenarnya muncul pada objek tersebut, dan itu membutuhkan pemahaman seni untuk dapat melihatnya. Indah yang mempunyai nilai atau sebaliknya, mengapa kesimpulan akhir dari sebuah karya seni, harus selalu menghadirkan keindahan?Seni itu bukan melulu berbicara pada masalah pemahaman, tetapi ada kecenderungan kepada proses penghayatan dan penikmatan. Meskipun sejatinya, seni juga membutuhkan proses pemahaman, untuk calon seniman maupun apresiator. Seni tidak membahas dan membicarakan penemuan, akan tetapi lebih ke prosesi penciptaan. Melalui pemahaman tentang ilmu-ilmu seni, maka kita dapat menikmati sebuah karya seni.  Kemudian hadir apa yang disebut dengan Filsafat Seni, yang merupakan bagian dari estetika modern. Materi kajiannya mengupas tentang keindahan, yang dihadirkan pada karya seni.
SELERA SENI DAN KESALAHPAHAMAN SENI Hadiyatno Hadiyatno
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.308 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i2.2532

Abstract

Berbicara atau membahas tentang seni dan perkembangan seni, atau juga menyangkut batasan batasan dalam seni dan berkesenian, barangkali sangatlah sukar dan menyulitkan. Kita mencoba memulai dengan membahas tentang batasan seni, karena seni bukanlah benda mati seperti halnya batu, maka seni akan selalu sulit untuk dibatasi, sebab seni itu pergerakan bersama perkembangan waktu sangatlah dinamis, selalu berubah-ubah dan selalu menuju perkembangan. Kemudian munculah pertanyaan.  Bagaimana menyangkut kesalahpahaman dalam menafsirkan seni dan juga berbicara mengenai selera seni yang berbeda, baik itu berlaku untuk seniman, begitu juga untuk penanggapnya? Penulisan jurnal ini bukan tanpa alasan kalau harus ditulis oleh penulis. Mengingat kesalapahaman dan selera seni yang berlaku antara seniman maupun penanggapnya, seringkali menjadi pedebatan yang abadi sepanjang masa. Inilah sukar dan rumitnya dunia seni, di satu sisi dalam hakikat seni yang selalu mencari keindahan, di sisi lain nilai-nilai originalitas, subjektivitas dan selera selalu berseberangan satu dengan lainnya dalam tanggapan, dalam hal ini kemudian, memunculkan kesalahpahaman dalam seni dan selera. Seni tidaklah menyoal tentang salah dan benar, tetapi menyangkut pendekatan untuk mendapatkan jawaban indah dan kurang indah, itu saja ! sederhana dan tidak rumit sepertinya.