Eline Charla Sabatina Bingan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Hidrogel Kunyit (Curcuma Domestica) untuk Mengurangi Striae Gravidarum Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Kota Palangka Raya Eline Charla Sabatina Bingan
Jurnal Forum Kesehatan Vol 8 No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.844 KB)

Abstract

Striae Gravidarum (SG) is a line seen on the skin of a pregnant woman's abdomen due to stretching of the skin in line with the enlargement of the uterus and abdominal wall. SG can cause itching, heat in strokes and surroundings. Even though it cannot be completely removed, the condition can be minimized by skin care. In this study, herbal therapy, which is one of the complementary and alternative methods of treatment, is preferred because of its fewer complications and lower costs compared to invasive procedures such as laser therapy and cosmetic surgery. Prevention Striae Gravidarum (SG) is the same as healing wounds and scars. To analyze the effect of administration of Turmeric Hydrogel (Curcuma Domestica) to reduce Striae Gravidarum. Experimental Research with Pretest-Posttest with Control Group Design. In the design of this study there were 2 (two) groups, namely 1 (One) intervention group and 1 control group. The intervention group was given Turmeric hydrogel and the control group was given Placebo. The bivariate analysis showed that there was a statistically significant influence on the intervention group (Turmeric Hydrogel) to reduce the Striae Gravidarum line with p-value = 0.004, whereas there was no statistically significant effect to reduce SG color with p-value = 0.510. The administration of Turmeric hydrogel (Curcuma Domestica) intervention can reduce the Striae Gravidarum (SG) line, but cannot reduce the color of SG
Hubungan Pola Konsumsi Asupan Natrium Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Eline Charla Sabatina Bingan
Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah Vol 10 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52263/jfk.v10i2.211

Abstract

Ibu dengan kehamilan/persalinan dengan preeklamsia berat atau eklampsia merupakan masalah yang cukup serius karena dapat mengancam kematian pada ibu maupun janin. Preeklamsia merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada kehamilan di dunia.. Di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya menyebutkan terjadi peningkatan jumlah ibu dengan preeklamsia dari tahun 2018 yaitu sebanyak 259 kasus sampai dengan tahun 2019 yakni 277 kasus atau terjadi peningkatan sebanyak 3,35%. Pemenuhan peningkatan asupan makanan seimbang berperan penting terhadap kesehatan ibu hamil dan janin. Kebiasaan hidup tidak sehat dengan kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak, tinggi garam dan sedikit protein dapat memicu terjadinya kenaikan darah yang menyebabkan preeklamsia. Untuk mengetahui hubungan pola konsumsi asupan natrium dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di ruang VK Bersalin RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional, dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil di ruang VK Bersalin RSUD dr. Doris Sylvanus pada bulan Januari-Maret 2020. Hasill analisis Uji Chi-Square yaitu nilai ρ = 0,014 < α 0,05 yang membuktikan bahwa ada pengaruh antara variabel independen (pola konsumsi asupan natrium) dengan variabel dependen (ibu hamil dengan preeklamsia) dengan OR=6,314. Ada hubungan pola konsumsi asupan natrium dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di ruang VK Bersalin RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.