Rochani Nani Rahayu
Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan jumlah paten Amerika Serikat (AS) mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi tahun 2007–2016. Aspek yang dibahas meliputi jumlah paten, jumlah pemilik paten, jumlah penemu pa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS INFORMASI PATEN AMERIKA SERIKAT MENGENAI NUKLIR UNTUK PADI TAHUN 2007–2016 Rochani Nani Rahayu; Wahid Nashihuddin
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 26, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v26n1.2017.p1-14

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan jumlah paten Amerika Serikat (AS) mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi tahun 2007–2016. Aspek yang dibahas meliputi jumlah paten, jumlah pemilik paten, jumlah penemu paten, perbandingan jumlah dan penemu paten, jumlah referensi paten, jumlah rata-rata referensi per paten, dan jumlah rata-rata klaim per paten. Objek pengkajian adalah dokumen paten AS mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi tahun 2007–2016. Pengkajian bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan penelusuran dokumen paten di database United States Patent and Trademark Office (USPTO). Penelusuran informasi paten menggunakan kata kunci “rice” dan “nuclear”. Hasil penelusuran disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta penjelasan ringkas secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa terdapat 53 paten AS mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tanaman padi pada tahun 2007–2016. Dari jumlah tersebut, dokumen paten terbit paling banyak pada tahun 2012, yakni 12 paten. Ricetec Aktiengesellschaft (Vaduz, LI, Alvin, TX dan Houston, TX) merupakan pemilik paten terbanyak, yakni 12 paten. Hasil kajian ini diharapkan dapat memotivasi peneliti bidang pertanian di Indonesia, khususnya peneliti padi, untuk menganalisis dan merujuk dokumen paten AS mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk peningkatan produksi dan kualitas padi nasional.