Abstrak: Artikel ini merupakan analisis terhadap konsepsi mengenai alam semesta serta kuasa Alam yang mengatur kehidupan sehari-hari. Penelitian dilakukan terhadap Komunitas Aliran Kebatinan Dayak Indramayu âBumi Seganduâ yang berada di Desa Krimun Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi terhadap pimpinan Komunitas Suku Dayak Indramayu Bapak Takmad, beberapa muridnya, masyarakat sekitar, dan tokoh agama Islam (Ketua MUI Kec. Losarang). Kajian ini dianalisis dengan metode interpretatif. Komunitas Suku Dayak Indramayu merupakan suatu aliran kepercayaan yang mempunyai pandangan teologis tersendiri yang berbeda dengan agama lain. Mereka meyakini bahwa alam adalah sumber kehidupan, alam menjadi tempat tumbuh, dan matinya semua makhluk hidup termasuk manusia. Alam juga merupakan pencipta kehidupan. Manusia lahir dari saripati alam. Seorang bayi lahir dari pertemuan sel ovum dan sperma kedua orang tuanya, sel tersebut tercipta dari saripati makanan, dan makanan manusia didapat dari Alam, maka alam menjadi pusat dari proses kehidupan. Tuhan bagi mereka bukan sesuatu yang abstrak. Mereka menolak anggapan bahwa tuhan adalah sesuatu yang tidak bisa disentuh, melainkan tuhan adalah alam itu sendiri, dan manusia menerima pancaran alam untuk menjaga kelestariannya agar bisa menciptakan kemakmuran di bumi ini. Implikasi dari pandangan ketuhanan tersebut mengakibatkan kelompok ini tidak mempercayai Muhammad sebagi manusia pembawa kebenaran Tuhan dan juga tidak mengimani al-Qurâan sebagai kalam Allah. Mereka menganggap kegagalan masyarakat dalam membangun kesejahteraan sosial merupakan kegagalan agama. Kata Kunci: Dayak Indramayu, konsepsi alam, Tuhan, bumi segandu. Abstract: This article is an analysis of the conception of the universe and the power of Nature that govern everyday life. Research conducted on communities of faith of Dayak Indramayu "Earth Segandu" in the village of Krimun Losarang, Indramayu District. Sources of data consist of primary data and secondary data. The primary data obtained from interviews and observations of the community leaders of the Dayak Indramayu Mr. Takmad, some of his students, the local community and religious leaders of Islam (MUI district. Losarang). This study using interpretative method. Community Dayak Indramayu is a cult that has its own theological views that are different from other religions. They believe that nature is the source of life, nature becomes a place to grow, and the death of all living creatures, including humans. Nature is also the creator of life. Humans born from the essence of nature. A baby is born from the meeting of an ovum and sperm both parents, these cells are created from the essence of food and human food derived from nature, nature becomes the center of life processes. God for them is not something abstract. They reject the notion that God is something that can not be touched, but god is nature itself, and man received a natural radiance to maintain its sustainability in order to create prosperity on this earth. The implications of divinity view the result of this group do not believe in Muhammad as a human carrier of Gods truth and also does not believe in the Koran as the word of God. They regard the failure of society to build social welfare is a religious failure. Keywords: Dayak Indramayu, natural conception, God, the earth of Segandu.