Machfud Ridwan
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Effectiveness Comparison Between Mixture Of Carbide Waste And Aluminium Waste Upon Which Stabilization Of Ekspansive Soil Machfud Ridwan, ; Nur Andajani, ; Sugeng Haryanto,
Teknika Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah ekspansif adalah tergolong tanah yang mempunyai kemampuan untuk mengembang dan menyusut yang besar, sehingga akan sangat membahayakan apabila bangunan berdiri di atasnya. Untuk itu tanah tersebut perlu dilakukan perbaikan yaitu dengan stabilisasi tanah. Dalam penelitian ini dilakukan stabilisasi tanah ekspansif dengan Limbah Karbit dan Limbah Aluminium.Tujuan dari penelitian ini selain untuk pemanfataan limbah juga ingin mengetahui manakah yang lebih efektif dari kedua campuran tersebut apabila digunakan sebagai stabilisasi tanah ekspansif.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil FT- UESA. Dalam penelitian ini dilakukan 3 jenis test, yaitu test Atterberg Limit, Proctor Standart dan Swelling test. Sedangkan Jenis Campuran ada 2 macam, yaitu tanah dengan campuran Limbah Karbit; dan tanah dengan campuran Limbah Alumium. Persentase Limbah  diberikan pada masing-masing tanah adalah 0 %, 5 %, 10 %, 15 % dan 20 %. Sehingga keseluruhan benda uji ada 9 buah.Hasil yang didapat dari penelitian ini penambahan limbah Aluminium lebih efektif digunakan sebagai bahan stabilisasi pada tanah ekspansif dibandingkan dengan limbah Karbit. Limbah Aluminium 20 % yang ditambahkan pada tanah ekspansif dapat menyebabkan Potensial Swelling tanah ekspansif menurun sebesar 97.22 %, dan klasifikasi swellingnya menjadi tergolong rendah. Sedangkan limbah Karbit 20 % yang ditambahkan pada tanah ekspansif menyebabkan Potensial Swelling tanah ekspansif menurun sebesar 77.35 %, dan klasifikasi swellingnya tergolong tinggi. Ekspansive soil is inclusive of  a ground having ability for the swell and shrink of  big, so that will very dangerous if building stand up for it. For that the ground require to be a repair that is with the soil stabilization. In this research is done by stabilization of ekspansive soil with the Waste of Carbide and Aluminium Waste.Intention of this research besides for the exploiting of waste also wish to know which the more effective from second of the mixture if used as by stabilization of ekspansive soil. This research represent the experiment research done in Laboratory of Soil Mechanics of Majors of Technique of Civil FT- UESA. In this research is using by  3 testing type, that is test the Atterberg Limit, Proctor Standart and Swelling test. While Mixture Type there [is] 2 kinds of, that is soil  with the mixture of Carbide Waste; and soil with the mixture of Waste Alumium. Prosentase Waste passed to by each soil is 0 %, 5 %, 10 %, 15 % and 20 %. So that the overall of object test there [is] 9 fruit.Result got from this research is addition of Aluminium waste more is effective used as by a stabilization substance of at ekspansive soil compared to by a Carbide waste. Aluminium Waste 20 % what is enhanced at soil ekspansive can cause Potential Swelling ekspansive soil descend equal to 97.22 %, and klasifikasi swellingnya become pertained to by lower. While Carbide waste 20 % what is enhanced [at] soil  ekspansive cause Potential Swelling  ekspansive soil descecd equal to 77.35 %, and klasifikasi swellingnya pertained high
Pengaruh Penambahan Pasir Terhadap Daya Dukung Pondasi Dangkal Pada Tanah Ekspansif Machfud Ridwan,
Teknika Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah ekspansif tergolong jenis  tanah yang banyak terdapat kandungan lempung Monmorillonite dan  memiliki Indek Plastisitas yang besar, sehingga mempunyai potensi kembang susut yang besar  pula. Tanah ekspansif ini banyak menimbulkan  kerusakan pada bangunan. Untuk mengatasi masalah tanah ekspansif perlu dilakukan suatu upaya perbaikan tanah/stabilisasi untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan stabilisasi dengan penambahan pasir, dengan tujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh penambahan pasir terhadap daya dukung tanah untk pondasi dangkal pada tanah ekspansif.Variasi kandungan kapur  yang digunakan adalah : 0%, 10%, 20%, 30%, 40%  dan 50%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen di laboratorium. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan tes sifat-sifat fisik tanah ekspansif, tes proctor standart dan tes kuat tekan bebas.Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya penambahan pasir dapat memperkecil sifat kembang susut yang terjadi pada tanah ekspansif. Semakin besar prosentase pasir yang ditambahkan, maka IP (Indek Plastisitas) menjadi semakin mengecil. Semakin besar persentase pasir  yang ditambahkan pada tanah ekspansif, maka nilai kuat tekan bebas  meningkat. Semakin meningkatnya nilai kuat tekan bebas maka nilai kohesi dari tanah juga meningkat, sehingga menyebabkan daya dukung tanah untuk pondasi dangkal menjadi meningkat pula. Expansive  soil pertained by  a soil  type which  is lots of clay content Monmorillonite and have a great plasticity index, so has the potential of developing a greater shrinkage. Expansive soil is a lot of damage to buildings. To overcome the problem of expansive soil needs to be an effort to soil improvement / stabilization to address the problem. This study uses a stabilization by the addition of sand, with the aim to see how big the effect of adding sand to the carrying capacity of the soil remedy shallow foundations on expansive soil.Variations in content of lime used was: 0%, 10%, 20%, 30%, 40% and 50%. This study is a research experiment in the laboratory. The methodology undertaken in this study is to test the physical properties of expansive soil, the standard Proctor test and compressive strength tests are free.  The study conducted showed that the addition of sand can minimize shrinkage properties and development that occurs on expansive soil. The greater the percentage of sand is added, then the IP (Plasticity Index) becomes increasingly smaller. The greater the percentage of sand is added on expansive soil, it increases the value of a strong free press. The increasing value of strong free press and then the cohesion of the soil also increases, thus causing the soil bearing capacity for shallow foundations to increase as well.
Efektifitas Perbandingan Antara Campuran Kapur Dan Fly Ash Terhadap Pengaruh Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung Kembang Susut Machfud Ridwan,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung kembang susut tergolong tanah jelek dan akan menimbulkan dampak yang kurang baik  apabila tanah tersebut digunakan langsung untuk suatu konstruksi bangunan.  Untuk itu tanah tersebut perlu dilakukan perbaikan yaitu dengan stabilisasi tanah. Dalam penelitian ini dilakukan stabilisasi tanah lempung kembang susut dengan Fly Ash dan Kapur.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manakah yang lebih efektif antara Fly Ash dan Kapur apabila digunakan sebagai stabilisasi tanah lempung kembang-susut.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil FT- UESA. Dalam penelitian ini dilakukan 3 jenis test, yaitu test Atterberg Limit, Proctor Standart dan tes Kuat Tekan Bebas. Sedangkan Jenis Campuran ada 2 macam, yaitu tanah dengan campuran Fly Ash; dan tanah dengan campuran Kapur. Persentase campuran diberikan pada masing-masing tanah adalah 0 %, 5 %, 10 %, 15 % dan 20 %. Sehingga keseluruhan benda uji ada 9 buah.Hasil yang didapat dari penelitian ini penambahan Fly Ash  lebih efektif digunakan sebagai bahan stabilisasi pada tanah lempung kembang-susut  dibandingkan dengan penambahan Kapur. Penambahan Fly Ash sebesar 20 % pada tanah lempung kembang susut  dapat menyebabkan harga Kuat Tekan Bebas  meningkat  sebesar 52,35 %. Sedangkan penambahan Kapur 20 % pada tanah lempung kembang susut  menyebabkan harga Kuat Tekan Bebas  meningkat  sebesar 34,75 %. The swell-shrink of Clay classified as bad soil and will result in a less well if the land was used directly for a building construction. For that land needs to be done is by stabilizing the soil improvements. In this study the stabilization of swell-shrink of Clay with Fly Ash and Lime.The purpose of this study to find out what is more effective between Fly Ash and Lime when used as a stabilizing swell-shrink of Clay.This study is a research experiment conducted at the Soil Mechanics Laboratory Civil Engineering Department FT-UESA. In this study three types of tests, is Atterberg Limit test, Standard Proctor Test, and Unconfined Test. While there are 2 kinds of mixture type, that is the soil with a mixture of Fly Ash, and the soil with lime mixture. The percentage of the mixture given to each of the ground is 0%, 5%, 10%, 15% and 20%. So overall there are 9 pieces of test objects.The results of this study the addition of Fly Ash is more effectively used as a stabilization compared with the addition of lime. Addition of Fly Ash by 20% in swell-shrink of Clay can cause to increase by value of Unconfined Compression Strength in in the amount of 52.35%. While the addition of lime 20% on swell-shrink of Clay causes to increase by value of Unconfined Compression Strength in in the amount of 34.75%.
RELEVANSI KURIKULUM ILMU UKUR TANAH PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN FT-UNESA DENGAN KURIKULUM GEOMATIKA SMK DAN KOMPETENSI YANG DIBUTUHKAN DI DUNIA INDUSTRI Machfud Ridwan; Mukhamad Nafi'
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v1i2.12976

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Langsung Dengan Media Video Pada Mata Pelajaran Teknik Ukur Tanah Di SMK Negeri 3 Surabaya ALFIAN BASUSE ARIF; MACHFUD RIDWAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.24317

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan, respon siswa, dan perbedaan hasil belajar antara siswa kelas eksperimen (X-DPIB 2) dengan kelas kontrol (X-DPIB 1) pada mata pelajaran teknik ukur tanah setelah menggunakan model pembelajaran langsung dengan media video. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian True Eksperimental Design dengan desain penelitian Posttest-Only Control Design dengan kelas X-DPIB 1 sebagai kelas kontol dan kelas X-DPIB 2 sebagai kelas eksperimen yang dilakukan sebanyak 2 pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui lembar tes hasil belajar dan lembar observasi pengamatan keterlaksanaan pembelajaran pada setiap pertemuan pada kelas X-DPIB 1 dan X-DPIB 2 serta lembar angket respon yang diberikan pada pertemuan terakhir (pertemuan kedua) di SMK Negeri 3 Surabaya. Sampel yang digunakan yaitu 33 siswa kelas X-DPIB 1 dan 33 siswa kelas X-DPIB 2. Hasil analisis data menunjukkan presentase penerapan model pembelajaran langsung dengan media video pada 2 pertemuan sebesar 85,5 %, 87,3 % rata-rata penerapan pembelajaran didapat sebesar 86,4 % yang termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil respon siswa kelas X-DPIB 2 menunjukkan presentase sebesar 86,06 % yang termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil belajar siswa kelas X-DPIB 1 sebagai kelas kontrol menunjukkan rata-rata sebesar 75,21, sedangkan hasil belajar pada kelas X-DPIB 2 sebagai kelas eksperimen menunjukkan rata-rata sebesar 84,12, jadi hasil belajar kelas eksperimen yang mendapat perlakuan model pembelajaran langsung dengan media video lebih baik dari kelas kontrol yang tidak mendapat perlakuan. Kata kunci: Model Langsung, Media Video, Hasil Belajar, Teknik Ukur Tanah Abstract This study aims to determine the application, student responses, and differences in learning outcomes between experimental class students (X-DPIB 2) and control class (X-DPIB 1) on soil geometry techniques after using direct learning model with video media. The research method used is True Experimental Design with Posttest-Only Control Design design with X-DPIB 1 class as the class of dick and class X-DPIB 2 as the experimental class conducted by 2 meetings. The data collected in this study was obtained through the learning test sheet and observation sheet of learning implementation at each meeting in X-DPIB 1 and X-DPIB 2 classes and response questionnaire given at the last meeting (second meeting) at SMK Negeri 3 Surabaya. Samples used were 33 students of class X-DPIB 1 and 33 students of class X-DPIB 2. The results of data analysis show the percentage of application of direct learning model with video media at 2 meetings of 85.5%, 87.3% of the average application of learning gained of 86.4% which is included in the category very well. The result of student response of class X-DPIB 2 shows a percentage of 86,06% which is included in very good category. The result of student learning class X-DPIB 1 as control class showed average equal to 75,21, while result of study in class X-DPIB 2 as experiment class showed average equal to 84,12, so result learn experiment class that got treatment model direct learning with video media is better than control classes that are not treated. Keywords: Direct Model, Video Media, Learning Results, Soil Measure Technique Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan, respon siswa, dan perbedaan hasil belajar antara siswa kelas eksperimen (X-DPIB 2) dengan kelas kontrol (X-DPIB 1) pada mata pelajaran teknik ukur tanah setelah menggunakan model pembelajaran langsung dengan media video. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian True Eksperimental Design dengan desain penelitian Posttest-Only Control Design dengan kelas X-DPIB 1 sebagai kelas kontol dan kelas X-DPIB 2 sebagai kelas eksperimen yang dilakukan sebanyak 2 pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui lembar tes hasil belajar dan lembar observasi pengamatan keterlaksanaan pembelajaran pada setiap pertemuan pada kelas X-DPIB 1 dan X-DPIB 2 serta lembar angket respon yang diberikan pada pertemuan terakhir (pertemuan kedua) di SMK Negeri 3 Surabaya. Sampel yang digunakan yaitu 33 siswa kelas X-DPIB 1 dan 33 siswa kelas X-DPIB 2. Hasil analisis data menunjukkan presentase penerapan model pembelajaran langsung dengan media video pada 2 pertemuan sebesar 85,5 %, 87,3 % rata-rata penerapan pembelajaran didapat sebesar 86,4 % yang termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil respon siswa kelas X-DPIB 2 menunjukkan presentase sebesar 86,06 % yang termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil belajar siswa kelas X-DPIB 1 sebagai kelas kontrol menunjukkan rata-rata sebesar 75,21, sedangkan hasil belajar pada kelas X-DPIB 2 sebagai kelas eksperimen menunjukkan rata-rata sebesar 84,12, jadi hasil belajar kelas eksperimen yang mendapat perlakuan model pembelajaran langsung dengan media video lebih baik dari kelas kontrol yang tidak mendapat perlakuan. Kata kunci: Model Langsung, Media Video, Hasil Belajar, Teknik Ukur Tanah Abstract This study aims to determine the application, student responses, and differences in learning outcomes between experimental class students (X-DPIB 2) and control class (X-DPIB 1) on soil geometry techniques after using direct learning model with video media. The research method used is True Experimental Design with Posttest-Only Control Design design with X-DPIB 1 class as the class of dick and class X-DPIB 2 as the experimental class conducted by 2 meetings. The data collected in this study was obtained through the learning test sheet and observation sheet of learning implementation at each meeting in X-DPIB 1 and X-DPIB 2 classes and response questionnaire given at the last meeting (second meeting) at SMK Negeri 3 Surabaya. Samples used were 33 students of class X-DPIB 1 and 33 students of class X-DPIB 2. The results of data analysis show the percentage of application of direct learning model with video media at 2 meetings of 85.5%, 87.3% of the average application of learning gained of 86.4% which is included in the category very well. The result of student response of class X-DPIB 2 shows a percentage of 86,06% which is included in very good category. The result of student learning class X-DPIB 1 as control class showed average equal to 75,21, while result of study in class X-DPIB 2 as experiment class showed average equal to 84,12, so result learn experiment class that got treatment model direct learning with video media is better than control classes that are not treated. Keywords: Direct Model, Video Media, Learning Results, Soil Measure Technique
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN COURSELAB PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN SISWA KELAS X TKBB DI SMKN 3 SURABAYA AINUR RIZKA; MACHFUD RIDWAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.24618

Abstract

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA MATA PELAJARAN ILMU UKUR TANAH KELAS X SMKN 3 SURABAYA SYARKAWI; MACHFUD RIDWAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v4i1.25049

Abstract

Abstrak Badan Nasional Satuan Pendidikan (2010) menyatakan bahwa tujuan pendidikan merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para siswa pada abad ke-21 mendatang. Tantangan tersebut antara lain pembelajaran harus berpusat pada siswa, belajar menggunakan aneka sumber belajar, pembelajaran menggunakan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan penerapan model pembelajaran CTL, respon siswa, dan hasil belajar. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan metode True Experimental Design yaitu dengan menggunakan tipe Posttest-Only Control Design, dilaksanakan di SMKN 3 Surabaya semester genap tahun ajaran 2017/2018. Teknik analisis data berupa analisis perangkat pembelajaran, analasis keterlaksanaan pembelajaran, analisis respon siswa, dan analisis hasil belajar. Penelitian penerapan model Contextual Teaching And Learning (CTL) didapatkan empat hasil. (1) kelayakan perangkat dengan presentase rata-rata 87,97% dengan kategori Sangat Valid (SV), (2) keterlaksanaan model pembelajaran CTL dengan presentase rata-rata untuk pertemuan pertama sebesar 82,8% dengan kategori Sangat Baik (SB) dan untuk pertemuan kedua sebesar 95,3% dengan kategori Sangat Baik (SB), (3) respon siswa terhadap penerapan model CTL mendapat presentase sebesar 83,87% dengan kategori Sangat Baik (SB), (4) hasil belajar memperoleh nilai rata-rata 85 untuk kelas eksperimen dan untuk kelas kontrol sebesar 78. Kata Kunci : Contextual Teaching And Learning, Peralatan Survey dan Pematan Abstract The National Board of Education Unit (2010) states that the goal of education is a challenge that must be faced by students in the coming 21st century. These challenges include learning to be student-centered, learning to use various learning resources, learning using approach Contextual Teaching And Learning (CTL). This study aims to determine the implementation of the implementation model of learning CTL, student responses, and learning outcomes. The research used is experimental research with method True Experimental Design by using Posttest-Only Control Design type, implemented in SMKN 3 Surabaya even semester of academic year 2017/2018. Data analysis techniques such as learning device analysis, instructional learning analysis, student response analysis, and analysis of learning outcomes. Research application of Model Contextual Teaching And Learning (CTL) obtained four results. (1) the feasibility of the device with an average percentage of 87.97% with the category of Very Valid (VV); (2) the implementation of CTL learning model with average percentage for the first meeting of 82.8% with Very Good category (VG) and for the second meeting of 95.3% with Very Good category (VG), (3) student response to the implementation of CTL model got a percentage of 83.87% with Very Good category (VG), (4) Learning outcomes obtained average score 85 for the experimental class and for the control class of 78. Keywords: Contextual Teaching And Learning, Surveying and Mapping Equipment.