Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perancangan alat body protector pencak silat perkembangan motorik anak usia 10-16 tahun Rio Fransisco; Ch Desi Kusmindari
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol 11, No 3, (2019): OE November 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.v11.3.2019.038

Abstract

Body protector digunakan untuk melindungi diri dari serangan lawan. Body protector biasanya digunakan untuk melindungi tubuh bagian depan, melindungi alat kemaluan, dan melindungi alat gerak. Body protector ini merupakan perlengkapan wajib ketika berlatih ataupun bertanding pencak silat. Body protector dikhususkan untuk melindungi dada dan perut pesilat. Bahan body protector ini biasanya terbuat dari bahan oscar. Di bagian dalamnya terdapat spon yang berfungsi untuk menahan serangan agar tidak langsung mengenai dada ataupun perut pesilat yang bisa berakibat fatal. Bagian dalam body protector juga diberi selang yang lentur, sehingga memudahkan dalam bergerak dan melesatkan serangan. Body protector ini dapat digunakan untuk dewasa profesional juga bagi pemula body protector silat juga tidak hanya diperuntukkan bagi orang dewasa, sudah tersedia body protector khusus anak metode Quality Function Deployment (QFD) dan dinilai menggunakan perhitungan House Of Quality (HOQ). Maka dari perhitungan tersebut akan diperoleh 11 atribut tertinggi urutan prioritas kebutuhan konsumen
Pemberdayaan Kerajinan Latex Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Ch Desi Kusmindari; Poppy Indriani; Ari Muzakir
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumatera Selatan adalah salah satu penghasil karet terbesar di Indonesia. Perkebunan karet di Sumatera Selatan saat ini juga merupakan pendukung aspek perekonomian di lingkungan sekitar atau masyarakat. Karet diproduksi menjadi barang jadi maupun setengah jadi berupa latek, sheet, crum rubber, ban, dll. (suherman, 2013). Namun di Sumatera Selatan produksi karet menjadi barang jadi masih sangat minim sekali, padahal apabila diolah dengan baik, karet dapat menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.Kampung Talang Kedondong Kebun Bunga Kecamatan Sukarami merupakan kawasan industri kerajinan souvenir karet yang telah berdiri sejak tahun 2012 Barang yang dihasilkan berbagai macam jenis souvenir, seperti gantungan kunci, hiasan lemari es, bross, dan souvenir bagi instansi/industri lainnya. Bahan utama yang digunakan adalah latek dan pewarna, bahan baku tersebut diproduksi dengan menggunakan peralatan yang masih sangat sederhana seperti, kompor, cetakan, panci, dan penetes latek. Permasalahan dari UKM ini adalah masih kurangnya inovasi pada desain dan kurangnya pemasaran. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian ini adalah membantu dalam hal desain dan inovasi souvenir karet dan membantu dalam pemasaran.
Pemeriksaan Kelayakan Alat Kerja Yang Akan Digunakan Di Dalam Pt. Pertamina Kilang Ru-III Plaju Adnan Ibrahim; Renilaili Renilaili; Ch Desi Kusmindari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i1.613

Abstract

Tujuan dilakukannya kegiatan Penelitian dan pengabdian kepada Penelitian ini untuk mengevaluasi kelayakan alat kerja yang akan digunakan di PT. Pertamina Kilang RU-III Plaju. Metode yang digunakan meliputi inspeksi visual, pengujian fungsional, dan analisis dokumentasi teknis. Sampel alat kerja diambil dari berbagai departemen di kilang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% alat kerja memenuhi standar kelayakan, sementara 15% memerlukan perbaikan atau penggantian. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelayakan alat meliputi usia alat, frekuensi penggunaan, dan pemeliharaan rutin. Penelitian ini juga mengidentifikasi kebutuhan untuk meningkatkan sistem pemantauan dan pemeliharaan alat kerja. Rekomendasi yang diusulkan meliputi implementasi program pemeliharaan preventif, pelatihan karyawan tentang penggunaan alat yang aman, dan pembaruan prosedur pemeriksaan kelayakan. Kesimpulannya, pemeriksaan kelayakan alat kerja secara berkala sangat penting untuk menjamin keselamatan dan efisiensi operasional di PT. Pertamina Kilang RU-III Plaju.
ANALISIS ERGONOMI LINGKUNGAN KERJA FISIKBERDASARKAN  POSISI TUBUH DALAM PERAJUT TENUN SONGKET Septa Hardini; Ch Desi Kusmindari; Imam Solikin
NGABDIMAS Vol. 8 No. 01 Juni (2025): Jurnal Ngabdimas Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : PPPM Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/hp6gy088

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Ibul Besar 1, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, dengan fokus pada analisis ergonomi lingkungan kerja fisik perajin tenun songket. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis postur kerja yang berisiko menyebabkan keluhan nyeri punggung bawah (Low Back Pain) pada para perajin, serta memberikan pelatihan mengenai sikap kerja yang ergonomis berdasarkan prinsip antropometri. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, wawancara, observasi, pelatihan langsung, serta evaluasi postur kerja menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment). Hasil observasi menunjukkan bahwa postur kerja para perajin memiliki risiko ergonomi yang tinggi, ditandai dengan skor RULA sebesar 7, yang mengindikasikan perlunya investigasi lebih lanjut dan perbaikan segera. Pelatihan yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman mitra UMKM terhadap pentingnya posisi kerja yang ergonomis, yang ditunjukkan dengan penurunan tingkat keluhan nyeri punggung setelah penerapan postur kerja yang tepat. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kenyamanan kerja, produktivitas, dan kesadaran akan kesehatan kerja, serta membuka peluang untuk keberlanjutan usaha tenun songket secara lebih efisien dan sehat.