Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penaatan Kode Etik di Kalangan Jurnalis Peliput Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Setelah Penghapusan Amplop Jurnalis Choirul Ulil Albab; Adi Nugroho; Taufik Suprihartini; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.58 KB)

Abstract

Seorang jurnalis dituntut tetap netral dan independen dari pihak mana pun. Ganjar Pranowo setelah terpilih sebagai Gubernur Jawa Tengah, pada Oktober 2013 memberlakukan kebijakan penghapusan amplop untuk jurnalis. Banyak pro dan kontra atas kebijakan ini. Biasanya, Humas Pemprov Jateng membagikan amplop berisi Rp 150.00,00 kepada jurnalis yang meliput kegiatan Pemprov.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai penaatan Kode Etik di kalangan jurnalis Pemprov Jawa Tengah setelah penghapusan amplop untuk jurnalis. Teori-teori yang digunakan untuk mendukung penelitian ini diantaranya adalah Teori Pemberian Hadiah (Mauss: 2002), Sembilan Elemen Jurnalistik (Kovach: 2001), dan Teori-Teori Etika. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Peneliti akan menggambarkan hasil penelitian di lapangan secara utuh. Peneliti memilih Kepala Biro Humas Pemprov Jateng, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, pengurus organisasi kewartawanan (PWI, AJI, dan IJTI), dan Jurnalis yang bertugas di Pemprov Jateng sebagai narasumber.Hasilnya, jurnalis di Jawa Tengah sebagian besar jurnalis menaati Kode Etik Jurnalistik, tidak ada perubahan dalam mekanisme kerja mereka. Beberapa kesalahan sempat dilakukan oleh jurnalis pemula seperti kesalahan verifikasi data dan cover both sides, karena jam terbang yang masih rendah. Kebijakan ini justru berdampak membuat hubungan antarjurnalis memburuk, muncul pengotak-kotakan di kalangan jurnalis. Terbukti dari munculnya sebutan jurnalis ring satu, ring dua, dan seterusnya. Kode Etik Jurnalistik wajib ditaati, namun semua pengurus organisasi kewartawanan tidak bisa menjamin anggotanya sudah memahami dan menaati isi dari kode etik. Konsistensi dari Ganjar Pranowo masih banyak dipertanyakan, pasalnya masih ada praktik amplop setelah kebijakan penghapusan amplop ini diberlakukan.
Penggunaan Aplikasi Google Meet dalam Meningkatkan kepercayaan Diri Mahasiswa Nurman Hakim Armaindo; Choirul Ulil Albab
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.842 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7785001

Abstract

This study aims to determine the effect of using the Google Meet application and the ease of online discussion on students' self-confidence levels at the Faculty of Computer Science of Dian Nuswantoro University. University learning has turned using online communication media like the Google Meet application since the government issued a circular letter during the Covid-19 pandemic. However, the transition may affect students' psychology, particularly their self-confidence. This study applied behaviorist communication theory, new media theory, and technological determination theory. This study used a quantitative approach with an explanatory approach. Primary and secondary data was obtained from questionnaires distributed to 98 respondents and from a literature study. The results showed that the variable of using the Google Meet application had a 33.4% and the ease of online discussion variable had a 60.5% effect on students' self-confidence levels. The F test's results showed that the use of the Google Meet application and the ease of online discussion on students' self-confidence levels had an F count of 28.133 > F table of 2.36, indicating a positive and significant effect. The R-Squared value was 37.2%, with the remaining 62.8% coming from the influence of variables beyond this study.
Analisis Strategi Intergrated Marketing Communication Pada UMKM Batik Kontemporer Dyah Kuncoro Handmade Kuncoro, Ulayya Tsaabitah; Choirul Ulil Albab
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4504

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut UMKM untuk menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang lebih terintegrasi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif, termasuk pada sektor industri kreatif batik. Integrated Marketing Communication (IMC) menjadi pendekatan penting dalam menyampaikan pesan merek yang konsisten dan membangun brand awareness secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi IMC yang diterapkan oleh UMKM Batik Tulis Kontemporer Dyah Kuncoro Handmade dalam membangun brand awareness di era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dyah Kuncoro Handmade telah menerapkan berbagai elemen IMC, meliputi advertising, sales promotion, public relations, direct marketing, dan personal selling melalui media digital dan non-digital. Namun, penerapan strategi tersebut masih bersifat situasional dan belum terintegrasi dalam perencanaan komunikasi yang terpadu. Analisis berdasarkan model SOME (Share, Optimize, Manage, Engage) menunjukkan bahwa strategi media sosial kuat pada aspek share dan engage, tetapi lemah pada optimize dan manage. Kondisi ini menyebabkan strategi IMC baru mampu membangun brand awareness pada tahap brand recognition, dan belum mencapai brand recall maupun top of mind. Penelitian ini menyimpulkan bahwa UMKM perlu menyusun strategi IMC yang lebih terarah dan terintegrasi untuk meningkatkan daya saing sekaligus mendukung pelestarian batik sebagai warisan budaya Indonesia.