Abstract: The main objective of this study was to determine the factors that affect the income of fishermen in Great Aceh. This study uses primary data is data that is obtained from the distribution of questionnaires to 95 respondents. Data were tested and analyzed using Multiple Linear Regression Model (Model Regresi linier Berganda) technique with Ordinary Least Square (OLS). The results of the analysis indicate that the traditional fishermen Capital (M), The amount of labor (L) significantly affects the income of fishermen in Great Aceh, the results of the analysis showed the modern fisherman working capital (M) and the number of days at sea (J) a significant effect on the income of fishermen. From the analysis that has been carried out on several criteria that capital should be used with an increase in working capital, of course the results obtained should be greater using of working capital efficiency improvements can be done by calculating the operational cost needs better. Limitations of venture capital or investment can also complicate fisheries fishermen increase economic activity. Because the government can help the fishermen by enhancing the functions of microfinance institutions and cooperatives pro fisherman and build Business Group (KUB) for fishermen, such as through ownership of the means of collective arrests. Keywords : Income Fishermen, working capital, the amount of labor, number of days at sea, Technology. Abstrak : Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan data primer berupa data yang diperoleh dari pembagian kuisioner kepada 95 responden. Data diuji dan dianalisis dengan menggunakan Model Regresi linier Berganda (Multiple Linear Regressian Model) dengan teknik regresi kuadrat terkecil (Ordinary Least Square/OLS). Hasil analisis pada nelayan tradisional menunjukkan bahwa Modal (M), Jumlah Tenaga Kerja (L) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan di Kabupaten Aceh Besar, hasil analisis pada nelayan modern menunjukkan Modal kerja (M) dan Jumlah hari melaut (J) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan terhadap beberapa kriteria modal yang digunakan seharusnya dengan adanya peningkatan modal kerja, sudah tentu hasil yang diperoleh harus lebih besar, Peningkatan efisiensi penggunaan modal kerja dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan kebutuhan biaya operasional secara lebih baik. Keterbatasan modal usaha atau investasi juga dapat menyulitkan nelayan meningkatkan kegiatan ekonomi perikanannya. Karena itu pemerintah dapat membantu para nelayan dengan cara mengembangkan fungsi lembaga keuangan mikro dan koperasi yang memihak nelayan dan membangun Kelompok Usaha Bersama (KUB) bagi nelayan, seperti melalui pemilikan sarana-sarana penangkapan secara kolektif. Kata kunci : Pendapatan Nelayan, Modal kerja, Jumlah Tenaga kerja, Jumlah hari melaut, Teknologi.