Mappaganggang Mappaganggang
Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, Jl. Dr Ratulangi 274 Maros 90514 Telp.(0411)371 016, 371 529, Faks (0411) 371 961

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Respons Ketahanan Plasma Nutfah Jagung terhadap Penyakit Bulai (Peronosclerospora philipinensis) Syahrir Pakki; Mappaganggang Mappaganggang
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 1 (2018): June
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n1.2018.p43-52

Abstract

Dua percobaan untuk mengetahui respons plasma nutfah jagung terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora philipinensis) telah dilakukan. Kedua percobaan tersebut disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan dua ulangan. Perlakuan pada setiap percobaan tersebut (2014 dan 2016) adalah 70 aksesi jagung yang berbeda. Aksesi-aksesi tersebut ditanam dengan jarak tanam 75 cm × 20 cm, panjang baris adalah 5 m, sehingga terdapat 20 tanaman setiap barisan. Pada setiap 10 baris, ditanam dua varietas pembanding yakni pembanding rentan dan pembanding tahan. Pemupukan dilakukan pada 10 hari setelah tanam (HST) dengan campuran pupuk urea, ZA, SP36, dan KCl dengan dosis masing-masing 100, 100, 100, dan 100 kg/ha. Pemupukan kedua dan ketiga diberikan pada 30 dan 45 HST dengan dosis 100 kg urea/ha. Sebagai sumber inokulum penyakit bulai, di sekeliling petak ulangan ditanam varietas Anoman (varietas rentan) yang diinokulasi dengan suspensi patogen bulai. Pengamatan dilakukan pada 25, 35, dan 55 HST, dengan standar ketahanan terhadap penyakit bulai: 0–10% = tahan, 11–25% = agak tahan, 26–50% = agak rentan, >50% = rentan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat 5 aksesi yang tahan terhadap penyakit bulai (P. philippinensis), yaitu aksesi CML 440×MR4-9-30-3, 664, 60, 572, dan 552 dengan intensitas infeksi bulai 5–10%. Dua belas aksesi lainnya tergolong agak tahan, yaitu CML 440×MR4-9-98-2, CML 440×MR4-9-98-4, CML 440×MR4-9-124-1, 66, 71, 319, 108, 73, 48, 105, 554, dan 682 dengan intensitas infeksi 13–25%. Pada percobaan yang sama, rerata persentase serangan bulai pada varietas rentan mencapai 100%.