Mamik Setyowati
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Umbi Plasma Nutfah Tanaman Talas (Colocasia esculenta) Mamik Setyowati; Ida Hanarida; nFN Sutoro
Buletin Plasma Nutfah Vol 13, No 2 (2007)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v13n2.2007.p49-55

Abstract

Taro have been cultivated and consumed as a food supplement in Indonesia. Beside it used as a food, it is also as source of industrial purposes, such as a part of raw material of cosmetic or plastic. Characteristic of tuber (corm) of taro determine their usage. Utilization of germplasm collection of taro could be done more intensively by studying their morphological characters. Experiment was conducted in 2005 consisted of 170 accessions of taro. Morphological characters of tuber have been observed at harvest time. Result of the study show that variability of morphological characters were exist within areas or among areas. There are several interesting varieties which have long umbi or high tuber yield and specific tuber flesh color. AbstrakTanaman talas telah lama dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai sumber pangan tambahan di Indonesia. Di samping sebagai sumber pangan, talas juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan industri, misalnya sebagai bahan baku kosmetik dan plastik. Karateristik umbi talas menentukan penggunaannya. Pemanfaatan talas dapat ditingkatkan dengan mempelajari sifat-sifat morfologi yang dimiliki plasma nutfah yang telah dikoleksi. Percobaan dilaksanakan pada tahun 2005 terdiri atas 170 aksesi plasma nutfah talas. Karakter morfologi umbi diamati setelah panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman karakter morfologi dalam daerah atau antar daerah asal plasma nutfah. Dari koleksi plasma nutfah yang telah dimiliki diperoleh aksesi yang menarik seperti umbi talas yang panjang dengan warna daging umbi yang khas.
Evaluasi Pertumbuhan dan Hasil Plasma Nutfah Sorgum (Sorghum vulgare (L.) Moench.) dari Tanaman Induk dan Ratoon Mamik Setyowati; nFN Hadiatmi; nFN Sutoro
Buletin Plasma Nutfah Vol 11, No 2 (2005)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v11n2.2005.p41-48

Abstract

Sorghum had been cultivated by farmers in certain area for a long time. It is used for food or feed and its production was relatively low. Germplasm collection have to be evaluated to obtain certain character which were important to plant breeding. The purpose of this study was to evaluate ratooning ability of sorghum. Research was conducted in Cikeumeuh Experiment Station, Bogor from April-December 1999 using randomized complete block design. There were three type of maturity were studied (21 accessions, 44 accessions and 35 accessions for short, medium and long maturity, respectively). Result showed that main crop was better than ratoon crops. Grain yield of accession No. 15/226 classified as short maturity in ratoon crop, was better than main crop, but total grain yield (main and ratoon crop) was not significantly different compare to Keris M3 and ICSV 93003. AbstrakTanaman sorgum telah lama dibudidayakan petani di daerah tertentu. Sorgum dapat digunakan sebagai pangan atau pakan dan umumnya memiliki produksi relatif rendah. Koleksi plasma nutfah perlu dievaluasi untuk mendapatkan karakter tertentu yang penting untuk pemuliaan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan ratoon dari plasma nutfah sorgum. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Percobaan Cikeumeuh Bogor yang berlangsung pada April- Desember 1999 dengan menggunakan rancangan acak kelompok. Umur masak tanaman sorgum yang dipelajari terdiri dari 3 kelompok umur panen (21 aksesi umur pendek, 44 aksesi umur sedang, dan 35 aksesi umur panjang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman utama lebih baik daripada tanaman ratoon. Bobot biji aksesi No. 15/226 lebih baik daripada tanaman utama, tetapi total bobot biji tanaman utama dan ratoon tidak berbeda nyata apabila dibandingkan dengan aksesi Keris-M3 dan ICSV 93003.