Fenny Wulandari
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica) TERHADAP PERTUMBUHAN Enterococcus faecalis SECARA IN-VITRO Cut Soraya; Sunnati -; Fenny Wulandari
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.806 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v11i1.13624

Abstract

Perawatan saluran akar adalah perawatan yang dilakukan untuk mempertahankan gigi agar dapatberfungsi di lengkung gigi selama mungkin. Penyebab dominan dari kegagalan perawatan endodontikadalah adanya bakteri di dalam saluran akar. Bakteri yang paling sering ditemukan pada isolasi darigigi yang mengalami kegagalan perawatan saluran akar adalah Enterococcus faecalis (E.faecalis).Salah satu jenis tanaman herbal yang memiliki sifat antibakteri yang tinggi adalah tanaman mimba(A.indica). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efek antibakteri ekstrak daun mimba (A.indica)terhadap pertumbuhan E. faecalis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorisdengan desain penelitian true experimental posttest only control group. Penelitian dilalukan denganmenguji ekstrak daun mimba (A.indica) pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%terhadap pertumbuhan E. faecalis yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas KedokteranHewan (FKH) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Hasil uji fitokimia yang dilakukan menunjukkanbahwa ekstrak daun mimba (A. indica) positif mengandung triterpenoid, phenolic compound, tanin,steroid dan saponin yang berperan sebagai antibakteri. Hasil uji efek antibakteri ekstrak daun mimba(A. indica) menunjukkan adanya pembentukan zona hambat di sekitar kertas cakram pada setiapkonsentrasi. Hal ini membuktikan bahwa ekstrak daun mimba memiliki efek antibakteri yangmemiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan E. faecalis. Uji statistik digunakanmenggunakan one way ANOVA. Kemudian dilakukan uji lanjut (Post hoc test) menggunakan LeastSignificant Difference untuk menganalisis perbedaan efek antibakteri ekstrak daun mimba (A. indica)dalam konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% terhadap pertumbuhan E.faecalis.Kesimpulan penelitian ini ekstrak daun mimba (A. indica) berpotensi menghambatpertumbuhan E. faecalis.Kata Kunci: Azadirachta indica, Enterococcus faecalis, perawatan saluran akar.
EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica) TERHADAP PERTUMBUHAN Enterococcus faecalis SECARA IN-VITRO Cut Soraya; Sunnati -; Fenny Wulandari
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i1.13624

Abstract

Perawatan saluran akar adalah perawatan yang dilakukan untuk mempertahankan gigi agar dapatberfungsi di lengkung gigi selama mungkin. Penyebab dominan dari kegagalan perawatan endodontikadalah adanya bakteri di dalam saluran akar. Bakteri yang paling sering ditemukan pada isolasi darigigi yang mengalami kegagalan perawatan saluran akar adalah Enterococcus faecalis (E.faecalis).Salah satu jenis tanaman herbal yang memiliki sifat antibakteri yang tinggi adalah tanaman mimba(A.indica). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efek antibakteri ekstrak daun mimba (A.indica)terhadap pertumbuhan E. faecalis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorisdengan desain penelitian true experimental posttest only control group. Penelitian dilalukan denganmenguji ekstrak daun mimba (A.indica) pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%terhadap pertumbuhan E. faecalis yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas KedokteranHewan (FKH) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Hasil uji fitokimia yang dilakukan menunjukkanbahwa ekstrak daun mimba (A. indica) positif mengandung triterpenoid, phenolic compound, tanin,steroid dan saponin yang berperan sebagai antibakteri. Hasil uji efek antibakteri ekstrak daun mimba(A. indica) menunjukkan adanya pembentukan zona hambat di sekitar kertas cakram pada setiapkonsentrasi. Hal ini membuktikan bahwa ekstrak daun mimba memiliki efek antibakteri yangmemiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan E. faecalis. Uji statistik digunakanmenggunakan one way ANOVA. Kemudian dilakukan uji lanjut (Post hoc test) menggunakan LeastSignificant Difference untuk menganalisis perbedaan efek antibakteri ekstrak daun mimba (A. indica)dalam konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% terhadap pertumbuhan E.faecalis.Kesimpulan penelitian ini ekstrak daun mimba (A. indica) berpotensi menghambatpertumbuhan E. faecalis.Kata Kunci: Azadirachta indica, Enterococcus faecalis, perawatan saluran akar.
Juridical Disparity in Interfaith Inheritance Law: A Comparative Study Between Islamic Law and Positive Law in Indonesia Pratama Herry Herlambang; Fenny Wulandari
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN SYARIAH DAN ILMU HUKUM) Vol. 10 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v10i1.20071

Abstract

The plurality of religions in Indonesia presents significant challenges to the multidimensional implementation of the existing inheritance law. A particularly complex issue arises when heirs hold differing religious beliefs, which may occur due to interfaith marriages among their parents or individual conversions by the heirs themselves. This divergence in faith introduces a dualism of norms, as it contrasts the exclusive normative provisions of Islamic law with the inclusive approach espoused by Indonesian positive law, which seeks to promote substantive justice. This current research aims to investigate juridical disparities within interfaith inheritance law through a normative and comparative juridical approach. The findings suggest that the absence of an integrated legal framework leads to legal uncertainty, creating interpretative gaps that adversely affect individual civil rights. Consequently, this research advocates for the reformulation of national inheritance law arrangements and policies, emphasizing a foundation of sustainable and equitable legal pluralism.
Juridical Disparity in Interfaith Inheritance Law: A Comparative Study Between Islamic Law and Positive Law in Indonesia Pratama Herry Herlambang; Fenny Wulandari
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN SYARIAH DAN ILMU HUKUM) Vol. 10 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v10i1.20071

Abstract

The plurality of religions in Indonesia presents significant challenges to the multidimensional implementation of the existing inheritance law. A particularly complex issue arises when heirs hold differing religious beliefs, which may occur due to interfaith marriages among their parents or individual conversions by the heirs themselves. This divergence in faith introduces a dualism of norms, as it contrasts the exclusive normative provisions of Islamic law with the inclusive approach espoused by Indonesian positive law, which seeks to promote substantive justice. This current research aims to investigate juridical disparities within interfaith inheritance law through a normative and comparative juridical approach. The findings suggest that the absence of an integrated legal framework leads to legal uncertainty, creating interpretative gaps that adversely affect individual civil rights. Consequently, this research advocates for the reformulation of national inheritance law arrangements and policies, emphasizing a foundation of sustainable and equitable legal pluralism.