Dewi Saputri
Faculty Of Dentistry, Universitas Syiah Kuala

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The correlation between pH and flow rate of salivary smokers related to nicotine levels labelled on cigarettes Dewi Saputri; Abdillah Imron Nasution; Mutiara Rizki Wardarni Surbakti; Basri A. Gani
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol. 50 No. 2 (2017): June 2017
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga https://fkg.unair.ac.id/en

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.996 KB) | DOI: 10.20473/j.djmkg.v50.i2.p61-65

Abstract

Background: Saliva is a biological fluid in oral cavity that plays a role in maintaining the environmental balance and oral commensal. Nicotine of cigarettes has been reported as a predisposing factor for changing of pH and salivary flow rate, thereby changing in biological salivary components. Purpose: This study aimed to analyze the correlation between salivary pH and salivary flow rate in smokers with nicotine levels labeled on cigarettes. Methods: Purposive sampling was conducted involving 40 male smokers. Before participating, they filled a questionnaire related to the history of their smoking habit. Using a spitting method for 5 minutes their saliva was collected. Results: Result of Pearson correlation test showed that there was a significant correlation between smoking intensity and salivary flow rate of those smokers (r = -0.486 and p<0.001). The results also indicated that there was a significant correlation between smoking intensity and salivary pH (r = -0.376 and p<0.017). On the other hand, there was no significant correlation between nicotine levels levels labeled on cigarettes with salivary pH of those smokers (r = -0.107, p>0.512). There was no correlation between nicotine levels labeled on cigarettes and salivary pH of those smokers (r = -0.216, p>0.181). Nevertheless, there was a significant correlation between salivary flow rate and salivary pH of those smokers (r= 0.686, p<0.00,). Conclusion: There is a strong correlation between the intensity of smoking with salivary flow rate and its pH. However, there is no correlation between nicotine levels labeled on cigarettes and both salivary flow rate as well as salivary pH.
DAYA FITO-RESPON EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP SEL OSTEOSIT DAN MATRIKS TULANG MANDIBULA TIKUS (Rattus norvegicus) Chairunas Chairunas; Dewi Saputri; Meutia Komala Putri
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.014 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.18437

Abstract

Cahaya lampu diketahui memiliki dampak buruk terhadap perkembangan tulang. Paparan berlebihan dari cahaya lampu dapat menurunkan kadar melatonin pada manusia yang mengakibatkan tanda-tanda osteoporosis tahap awal. Studi sebelumnya menyatakan melatonin dapat menekan estrogen yang akan berdampak menghambat aktivitas osteoklas. Untuk mencegah kerusakan tulang maka dapat diberikan obat alami yang diketahui dapat meningkatkan metabolisme tulang. Senyawa flavonoid yang terkandung dalam daun kelor (Moringa oleifera) berfungsi membantu metabolisme kalsium dengan cara menginduksi penurunan resorpsi tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya fitorespon ekstrak etanol daun kelor terhadap osteosit dan matriks tulang mandibula yang terpapar cahaya lampu fluoresen. Sampel penelitian menggunakan tikus wistar jantan sebanyak 10 ekor. Tikus tersebut dipaparkan pada cahaya lampu fluoresen kemudian diberi ekstrak daun kelor yang diolah dengan teknik maserasi. Pembuatan preparat histologi menggunakan pewarnaan hematoxylyn eosin. Mikroskop (Olympus BX-51) dengan perbesaran 400X digunakan dalam perhitungan sel osteosit dan matriks tulang. Data penelitian dianalisa menggunakan uji One Way Analysis of Variance (ANOVA) dengan nilai p0,05. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa daya fito-respon ekstrak etanol daun kelor pada tulang mandibula yang terpapar cahaya lampu fluoresen dapat meningkatkan jumlah sel osteosit dan dapat mempertahankan matriks tulang sehingga masa tulang tetap terjaga.
EFEKTIFITAS GRUP WHATSAPP SEBAGAI MEDIA EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA REMAJA Dewi Saputri; Zulfan M. Alibasyah; Haris Munandar
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.193 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29955

Abstract

Usia paling rentan terhadap masalah gigi dan mulut adalah pada masa anak-anak dan remaja. Pemahaman mengenai menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cara pencegahannya sangatlah penting pada masa ini. Salah satu cara meningkatkan pemahaman adalah mengedukasi mereka menggunakan sumber atau media yang tepat. Remaja biasanya memilih penggunaan WhatsApp daripada facebook, instagram, line dan platform media sosial lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas grup WhatsApp sebagai alat pengajaran untuk kesadaran kesehatan gigi dan mulut remaja. Sebuah penelitian cross sectional dengan total sampel sebanyak 97 orang. Formulir survei dan materi edukasi dibagikan kepada peserta penelitian secara online melalui grup WhatsApp. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa jumlah peserta pada kelompok pengetahuan baik, meningkat dari 62 orang (63,9%) menjadi 78 orang (80,4%) antara pretest dan posttest, sedangkan pada kelompok pengetahuan cukup mengalami penurunan, dari 35 orang (36,1%) menjadi 19 orang (19,6%) dan tidak ada subjek berada pada kelompok pengetahuan kurang. Uji Wilcoxon memperlihatkan terdapat pengaruh tingkat pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi melalui grup WhatsApp, p=0,000 (0,05).Disimpulkan bahwa edukasi yang disampaikan melalui grup WhatsApp efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut remaja.
EFEKTIFITAS GRUP WHATSAPP SEBAGAI MEDIA EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA REMAJA Dewi Saputri; Zulfan M. Alibasyah; Haris Munandar
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29955

Abstract

Usia paling rentan terhadap masalah gigi dan mulut adalah pada masa anak-anak dan remaja. Pemahaman mengenai menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cara pencegahannya sangatlah penting pada masa ini. Salah satu cara meningkatkan pemahaman adalah mengedukasi mereka menggunakan sumber atau media yang tepat. Remaja biasanya memilih penggunaan WhatsApp daripada facebook, instagram, line dan platform media sosial lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas grup WhatsApp sebagai alat pengajaran untuk kesadaran kesehatan gigi dan mulut remaja. Sebuah penelitian cross sectional dengan total sampel sebanyak 97 orang. Formulir survei dan materi edukasi dibagikan kepada peserta penelitian secara online melalui grup WhatsApp. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa jumlah peserta pada kelompok pengetahuan baik, meningkat dari 62 orang (63,9%) menjadi 78 orang (80,4%) antara pretest dan posttest, sedangkan pada kelompok pengetahuan cukup mengalami penurunan, dari 35 orang (36,1%) menjadi 19 orang (19,6%) dan tidak ada subjek berada pada kelompok pengetahuan kurang. Uji Wilcoxon memperlihatkan terdapat pengaruh tingkat pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi melalui grup WhatsApp, p=0,000 (0,05).Disimpulkan bahwa edukasi yang disampaikan melalui grup WhatsApp efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut remaja.